BaNi MusTajaB

Ilaahii Anta Maqshuudii Wa Ridlooka Mathluubii

MENOLAK SIHIR VERSI MARCOPOLO


MAWAN SUGANDA

Pada zaman dahulu, di negeri Cina sering diadakan pertunjukkan atraksi yang menggunakan ilmu sihir tingkat tinggi. Acara tersebut biasanya digelar di tempat-tempat keramaian, misalnya di pasar.

Ketika Marcopolo berada di negeri Cina, ia dan beberapa sahabatnya sempat pula menyaksikan atraksi serupa di suatu tempat yang cukup ramai. Dalam atraksi itu, mula-mula si tukang sihir melemparkan tali ke udara, sambil memerintahkan agar para penonton melihat ke atas.

Sungguh aneh, tali itu terus naik ke udara lalu berdiri tegak seperti tiang. Setelah itu si penyihir menyuruh seorang anak kecil pembantunya, agar memanjat tali tersebut dengan alasan untuk mencari pisau.

Setelah si anak naik dan lenyap di balik awan, si tukang sulap menyusul dan tak lama kemudian ia pun hilang ditelan awan. Tak lama lalu terdengar suara si penyihir memarahi pembantunya.

Tiba-tiba terdengar jeritan si anak, disusuk dengan jatuhnya tangan, kaki, juga akhirnya kepala anak itu. Namun suara jeritannya tak pernah berhenti. Si tukang sihir kemudian turun sambil mengatakan kepada para hadirin, bahwa ia akan memulihkan kembali keadaan si anak pembantunya.

Setelah menutupi potongan-potongan tubuh yang berserakan, ia bertepuk beberapa kali. Ketika kain dibuka, si anak sudah kembali dalam keadaan segar bugar seperti semula.

Melihat atraksi yang cukup dahsyat itu, para sahabat Marcopolo merasa sangat heran. Sementara Marcopolo tampak biasa-biasa saja, seolah-olah ia tidak melihat sesuatu yang aneh sedikitpun.

Ketika salah seorang temannya menanyakan hal tersebut, Marcopolo menyatakan bahwa pandangan matanya tak bisa dikelabui oleh ilmu sihir. Dia mengaku bahwa sama sekali tidak melihat adanya tali yang tegak, juga tidak melihat anak kecil naik dan dipotong-potong. Pokoknya, dia tidak melihat sesuatu yang aneh.

Lebih lanjut Marcopolo menjelaskan kepada para sahabatnya, bahwa dirinya tidak terpengaruh oleh permainan sihir karena berbuat sebaliknya dari yang diperintahkan oleh si tukang sihir.

Misalnya, ketika si penyihir menyuruh penonton menatap ke atas, maka dia menatap ke bawah. Kiat menolak pengaruh sihir semacam itu, diperoleh Marcopolo dari Pietro, salah seorang sahabatnya juga.

Setelah mengetahui bahwa atraksi sihir bersifat mengelabui mata orang lain, Marcopolo dan para sahabatnya merasa tak tertarik lagi untuk menyaksikan pertunjukkan semacam itu. Mereka merasa ditipu.

Iklan

7 comments on “MENOLAK SIHIR VERSI MARCOPOLO

  1. Naz
    Juni 7, 2008

    saya ingin bertukar link dengan saudara. ini adalah url blog saya :
    http://jejak-rasul.blogspot.com

    Suka

  2. nobita
    Juni 7, 2008

    sudah saya duga: sihir itu sugesti..

    Suka

  3. Naz
    Juni 10, 2008

    Terima kasih. Semoga kita sama-sama dapat manafaat dan ilmu dari posting2 yang dibuat. 🙂

    Suka

  4. daeng limpo
    Juni 10, 2008

    tukang sulap tetaplah tukang sulap, jangan anggap tukang sulap adalah penyihir…. 🙂

    Suka

  5. Ach.Hanbali Sadi
    September 13, 2008

    Yah,,,begitulah…Mari Berkunjung kerumah ku ini http://assalaam.wapamp.com smg kamu puas yah.

    Suka

  6. ihow
    Desember 28, 2008

    mau liat rahasia sulap tang paling extreme…???

    mari kunjungi…

    http://www.ihow.tk
    http://www.myhow.fjoomla.com

    Suka

  7. rifqi
    Juni 5, 2009

    blognya bagus !!!
    tukeran linknya mas, rifz357.wordpress.com
    @
    Oke Mas. terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 6, 2008 by in misteri and tagged , , , , .

Statistik Blog

  • 3,515,678 hits

Kategori

Follow BaNi MusTajaB on WordPress.com

Iklan

Twitter

%d blogger menyukai ini: