BaNi MusTajaB

Ilaahii Anta Maqshuudii Wa Ridlooka Mathluubii

TEWAS DISERUDUK BANTENG DALAM FESTIVAL DI PAMPLONA SPANYOL


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Festival San Fermin di Pamplona, Spanyol memakan korban. Seorang pria tewas diseruduk banteng pada 10 Juli 2009 lalu.

Peristiwa itu bermula saat 8 ekor banteng yang dilepas dari kandangnya berlari kencang menyusuri jalan menuju stadion utama. Di stadion inilah banteng ketaton itu akan menemui ajalnya di tangan sang matador.

Namun nahas, seekor banteng terpisah dari kelompoknya dan mengamuk menyeruduk kerumunan penonton.

Seorang penonton bernama Jimeno Daniel Romero (27 thn) terkena sambaran kepala banteng hingga tubuhnya terangkat dan lalu terhempas. Tak ayal lagi, tulang leher dan paru-parunya patah. Pria yang sedang berlibur bersama orangtua dan kekasihnya itu tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sejak dimulainya catatan resmi korban pada tahun 1922, kematian Jimeno menambah catatan korban serudukan banteng menjadi 15 orang. Terakhir peristiwa maut ini tahun 1995, saat pria asal Amerika tewas di arena ini.

Tragedi ini agaknya mengangkat kembali gugatan kelompok penyayang binatang Peta (People for the Ethical Treatment of Animals) yang seminggu sebelumnya melakukan demontrasi menentang pembantaian banteng. Dalam aksi demonstrasinya, kelompok Peta yang berjenis perempuan sengaja bertelanjang badan guna menuntut penghapusan tradisi tidak berperikebinatangan ini. Mereka hanya mengenakan celana dalam dengan tubuh dibalur cairan berwarna merah lalu tiduran di jalan. Aksi protes unik tentunya.

Festival San Fermin sendiri memang unik dan memancing wisatawan. Itulah sebabnya, meski sejak lama ditentang, festival ini secara rutin diadakan karena mendatangkan devisa. Festival ini diyakini telah dimulai sejak abad 13 M tetapi tak populer. Popularitasnya meningkat tajam saat Ernest Hemingway menulis novel The Sun Also Rises yang mengulas tradisi ini. Sejak itu, tradisi bengis di benua Eropa ini makin diminati banyak orang.

Sekadar tambahan, Anda tidak perlu heran jika dalam banyak pertarungan sang matador selalu berhasil mengalahkan banteng. Ya, karena kedua mata banteng diberi cairan semacam jelli yang membuat penglihatannya tidak sempurna lagi. Tentu saja sang matador mudah membunuhnya.

Kita bersyukur di negeri ini tradisi karapan sapi jauh lebih menarik dan tidak membahayakan. Tetapi sayangnya kalah populer dibandingkan Festival San Fermin.Ya, sabarlah. Suatu saat pasti populer.

BaNi MusTajaB




5 comments on “TEWAS DISERUDUK BANTENG DALAM FESTIVAL DI PAMPLONA SPANYOL

  1. KangBoed
    Juli 12, 2009

    pertamaaaaxxxxxxxxxzzzzzzzzz
    Salam CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG

    Suka

  2. abifasya
    Juli 12, 2009

    keduaxxxxxxx
    Emang mereka teh tidak ada kapoknya, tiap tahun tetep aja diadakan acara serupa.

    Suka

  3. alamendah
    Juli 14, 2009

    kematian yang sia-sia…

    Suka

  4. BaNi MusTajaB
    Agustus 18, 2009

    @ Kang Boed
    salam juga Kang

    @ Abifasya
    bisnis memang unik Mas

    @ Alamendah
    setuju

    Suka

  5. weetastesty
    November 7, 2009

    Very Useful post, I have always wanted to start
    my own blog. I really enjoy reading your posts!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik Blog

  • 3,406,063 hits

Kategori

Follow BaNi MusTajaB on WordPress.com

Twitter

%d blogger menyukai ini: