BaNi MusTajaB

Ilaahii Anta Maqshuudii Wa Ridlooka Mathluubii

RAMADHAN TERAKHIR BAGI SBY-JK SEBAGAI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN


Ramadhan 1429 H telah berlalu dan inilah satu-satunya ibadah paling pribadi dan hanya Tuhan dan pribadi yang melakukan puasa itulah yang mengetahuinya. Ibadah lain cenderung ada kontrol sosial. Ambil contoh shalat. Selalu ada orang lain yang tahu apakah kita tergolong orang yang rajin shalat. Begitu pula ibadah haji, perhatian saudara dan tetangga sangat tinggi disaat seseorang menunaikan ibadah haji.

Tetapi siapakah yang tahu jika seseorang sedang berpuasa? Meski bersikap seolah-olah sedang berpuasa seperti badan lesu dan muka kusam, namun tidak menjamin hal itu menunjukkan sedang berpuasa. Bisa saja semua itu hanya kamuflase dihadapan publik untuk menutupi dirinya seolah sedang berpuasa sementara disaat sepi sendiri makan dan minum dilakukan sekenyang perutnya.

Puasa memang milik Tuhan karena hanya Tuhan dan pribadi yang berpuasa yang mengetahuinya sebagaimana disebutkan dalam Hadist Qudsi bahwa puasa adalah milik Tuhan dan hanya Tuhan pulalah yang menanggung pahalanya.

Ramadhan 1429 H telah berlalu dan inilah Ramadhan paling memilukan sekaligus memalukan di negeri ini. Tragedi Pasuruan yang membawa korban 21 jiwa seolah mewakili carut marutnya kehidupan masyarakat negeri ini. Tragedi itu terjadi karena sebuah keluarga kaya membagikan zakat dengan tidak semestinya. Meski tradisi pemberian zakat itu dilakukan berulang kali pada tahun-tahun sebelumnya tetapi kenyataan tradisi itu tidak membawa kebaikan apapun bahkan menimbulkan korban kaum wanita lemah tidak berdaya dan miskin. Pola pemberian zakat pun dilakukan dengan cara tidak manusiawi. Ribuan orang kepanasan berdesak-desakan mengantri pembagian zakat. Suasana yang mungkin ada kemiripan ketika terjadi kelaparan di Ethiopia dan negara-negara miskin lainnya. Tragedi itu kemudian diekspose media televisi dengan kata-kata yang bahkan jauh lebih menyakitkan hati: zakat maut, zakat kisruh.

Sungguh inilah pertama kali dalam sejarah terjadi penghinaan terhadap kata zakat. Padahal zakat adalah salah satu lembaga keuangan terbesar dalam Islam dan sumber dana yang telah menopang kejayaan bangunan Islam pada masa kebesaran Islam. Zakat telah direndahkan menjadi sekadar santunan kepada fakir miskin dan anak yatim dan bukan sebagai lembaga keuangan terbaik yang diberikan Tuhan untuk umat Muhammad SAW.

Orang kaya memang tidak identik dengan kecerdasan. Adakalanya orang kaya memiliki kebodohan yang sama dengan orang-orang bodoh. Orang cerdas juga tidak selalu identik dengan kebijaksanaan. Adakalanya orang cerdas atau orang berpendidikan tidak memiliki kebijaksanaan dalam menjalankan fungsinya. Orang cerdas terkadang melakukan kesalahan fatal yang merugikan orang banyak.

Tragedi Lumpur di Sidoarjo merupakan contoh tragedi yang dilakukan orang cerdas negeri ini. Mereka yang tergabung dalam Lapindo Brantas tentulah orang cerdas dan berpendidikan namun telah salah dalam menentukan titik open holes hingga berujung pada munculnya tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah bangsa ini. Tetapi sangat disayangkan mereka yang terlibat langsung tidak diseret ke meja hijau dan atau mendekam di balik jeruji besi. Mereka mencuci tangan dari kesalahan dan kebodohannya sendiri. Tragedi yang sangat sulit dilepaskan dari nama besar Bakrie itu mungkin dalam masa lima puluh tahun ke depan orang akan mengenang tragedi itu dengan sebutan Lumpur Bakri.

Konversi minyak tanah ke gas merupakan contoh lain betapa orang cerdas telah menyengsarakan jutaan manusia. Kalkulasi cermat jelas menunjukkan konversi itu tidak mungkin dilakukan pada tahun 2008 ini. Tetapi entah dengan pertimbangan apa konversi itu dipaksakan juga hingga berakibat orang-orang mengantri untuk mendapatkan bahan bakar vital. Pemandangan yang sesungguhnya hanya terjadi di negara-negara yang terlibat konflik peperangan seperti Iraq, Palestina dan Afghanistan.

Ramadhan 1429 H telah berlalu dan inilah Ramadhan paling unik dalam sejarah negeri ini. Siapapun yang menjalani Ramadhan tentu mengetahui bahwa pada bulan ini manusia yang mengakui kebenaran Syahadat diwajibkan menahan diri dari ambisi dan kepentingan-kepentingan duniawi. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga yang bahkan anak kecilpun dapat melakukannya.

Tetapi puasa bagi orang yang berakal tentu tidak sekadar menahan syahwat. Hakekat puasa tentu tidak bernuansa lahiriah melainkan batiniah. Puasa adalah jihad terbesar melawan hawa nafsu seperti menahan diri dari ambisi dan kepentingan dunia, semata-mata demi mencapai keridhoan Allah SWT. Inilah taqwa dan ketaqwaan itulah yang menjadi tujuan ibadah puasa.

Ketaqwaan itu merupakan pangkal keikhlasan atau ketulusan sebagaimana dikatakan Ibnu Athaillah As Sakandari dalam Al Hikam bahwa amal perbuatan adalah bentuk lahiriah yang nampak mata dan ruhnya ialah adanya rahasia keikhlasan di dalam diri.

Tetapi pada Ramadhan 1429 H ini kita justru menyaksikan bagaimana ambisi dan kepentingan duniawi dipertontonkan secara menyolok. Contohnya adalah pengumuman daftar calon legislatif atau dengan kata lain sekelompok orang cerdas atau berpendidikan yang konon akan dipercaya mewakili kepentingan rakyat dan siap duduk dikursi paling harum di Senayan.

Ketika daftar telah diumumkan maka dengan seketika di tepi-tepi jalan raya hingga pelosok desa bertebaran spanduk baliho poster dll yang dengan gagah menampilkan sang caleg sang ketua partai dan gambar partai disertai kata-kata memikat namun menjerat.

Ramadhan yang semestinya diisi dengan memperkaya bathin untuk mencapai keridhoan Tuhan lalu dicampur adukkan dengan ambisi ingin mencapai kedudukan duniawi yang sangat sementara ini. Bahkan kedudukan yang diancam azab besar bilamana tidak mampu memegang amanah rakyat. Amanah menjadi wakil rakyat sangat berat sangsi hukumnya di akhirat kelak.

Bahkan sebagian wakil rakyat di Senayan telah ada yang dinyatakan menyelewengkan amanah rakyat. Mereka melakukan tindakan yang melanggar hukum. Meskipun sebutannya sangat indah dan beraneka ragam, traveller cheque, komisi, upeti, tetapi bermuara pada satu titik yang sama: korupsi. Sebelumnya pernah pula terdengar rekaman si cantik Maria Eva yang lembut dan baik hati itu. Namun demikian, seandainya pun wakil rakyat yang sedang terjerat hukum itu dapat beralibi agar supaya lepas dari jerat hukum undang-undang produk manusia, dapat dipastikan hukum Tuhan tidak akan meleset sedikitpun sesaat setelah kematian datang. Sangat menyedihkan bilamana DPR periode 2004-2009 disebut sebagai DPR terburuk dalam sejarah bangsa ini.

Ambisi dan kepentingan duniawi juga ditunjukkan Abdul Gafur ketika dirinya merasa dizhalimi dalam kasus Pilkada yang kisruh. Mantan Menpora di era Orde Baru ini meyakini kemenangannya dalam Pilkada tetapi keputusan Mendagri menggagalkan ambisinya. Menzhalimi dan dizhalimi seolah bagai roda yang berputar. Ada masa disaat mantan Menpora ini berdiri di garis depan penerapan asas tunggal Pancasila. Ketika itu organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) memutuskan membubarkan diri demi keteguhannya mempertahankan asas Islam. Sedangkan kakak tertuanya yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hanyut dalam gelombang besar arus penguasa dengan menerima Pancasila sebagai asas organisasi. Pada masa itu, sosok Menpora dinilai yang bertanggung jawab terhadap peristiwa itu. Pepatah Siapa menabur angin akan menuai badai tampaknya tepat untuk menggambarkan situasi ini. Pepatah yang kemudian diplesetkan Tabloid Monitor-nya Arswendo menjadi Siapa menabur kencing akan menuai pesing. Represi terhadap siapapun yang menolak asas tunggal itu pada akhirnya bermuara pada 12 September 1984 saat terjadi Tragedi Tanjung Priuk.

Ambisi dan kepentingan duniawi juga ditunjukkan Sutrisno Bachir dan Yusril Ihza Mahendra yang dengan tulus meminta restu mantan Presiden Gus Dur. Meski siapapun faham bukan sekadar restu yang diharapkan, melainkan suara warga NU atau PKB yang diincarnya. Mantan Presiden Gus Dur memang diyakini masih memiliki karomah tinggi dihadapan para pengikutnya yang selalu setia mengikuti kemanapun arus politiknya. Padahal sebagian mungkin malah ada yang tidak sabar menunggu Sang Wali ini menyebut nama Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden atau wakil presiden mendatang. Inilah happy ending yang sangat diharapkan dari drama konflik PKB.

Ambisi dan kepentingan duniawi juga ditunjukkan orang nomor satu negeri ini. Dengan bahasa yang halus dan tutur kata lembut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan dirinya tampil kembali dalam pertarungan memperebutkan jabatan eksekutif tertinggi. Beliau beralibi ingin menuntaskan tugas-tugas yang belum terselesaikannya dalam periode sekarang ini.

Persoalannya adalah, adakah tugas yang mampu diselesaikan manusia secara sempurna? Tampaknya sejarah tidak pernah mencatat seorang presiden pun yang dapat melakukannya. Bahkan pendahulunya yang selama 32 tahun memegang amanah malahan berakhir dengan kepedihan.

Ambisi dan kepentingan duniawi yang ditunjukkan SBY dalam Ramadhan 1429 H  inilah yang membawa penulis pada sebuah prediksi sumir bahwa beliau dan wakilnya tidak dapat mengemban jabatan yang sama pada periode berikutnya. Kalaupun jabatan itu masih diembannya, itu hanyalah sebuah transisi untuk tampilnya sosok baru orang nomor satu (dan nomor 2) di negeri ini.

Ramadhan 1429H telah berlalu dan ada banyak peristiwa terjadi dalam bulan suci ini. Ada yang menggembirakan, ada pula yang menyedihkan seperti musibah kapal karam di perairan Malaysia yang mengakibatkan meninggalnya sejumlah saudara kita.

Lebaran pun tiba. Lebaran (lebar yang bermakna selesai dalam bahasa Jawa) menandai awal baru diri yang suci, fitrah laksana bayi. Inilah awal baru untuk melangkah ke arah jalan dan kehidupan yang lebih baik, jalan dan kehidupan yang diridhoi Tuhan dan kita wajib meminta petunjukNya. Ihdinash shirotol mustaqim. Ya Allah, Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.

Taqoballah minna wa minkum. Taqoballah ya karim. Minal aidzin wal faizin. Maaf lahir batin.

BaNi MusTajaB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik Blog

  • 3,406,063 hits

Kategori

Follow BaNi MusTajaB on WordPress.com

Twitter

%d blogger menyukai ini: