BaNi MusTajaB

Ilaahii Anta Maqshuudii Wa Ridlooka Mathluubii

MENGUNGKAP RAHASIA KEKUATAN CIPTA RASA KARSA


AGUS SISWANTO 42

Ketika Rhonda Byrne menerbitkan The Secret, gemanya nyaris memenuhi planet ini. Dunia seolah tersentak, The Secret tidak lagi menjadi rahasia bagi siapapun.

Dalam pandangan Rhonda, The Secret adalah rahasia kesuksesan yang dimiliki tokoh-tokoh besar dan sejumlah orang sukses dari berbagai belahan dunia sejak zaman 3000 tahun sebelum Masehi hingga abad modern sekarang.

Berpijak pada Hukum Ketertarikan (Law of Attraction), Rhonda Byrne berhasil mengemas The Secret menjadi sebuah karya menakjubkan dalam bentuk buku, website dan DVD. Pundi-pundi uangnya pun bertambah.

Apa yang dikatakan Rhonda benar adanya. Setiap bangsa di dunia memiliki resep sukses yang cenderung memiliki kesamaan dengan bangsa lainnya di dunia, termasuk Indonesia.

Dalam tradisi budaya Nusantara, resep sukses itu terangkum dalam istilah cipta, rasa dan karsa. Tiga komponen kata tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan (tritunggal). Pada masa lalu, kemampuan manusia dalam mengolah cipta, rasa, karsa telah menghasilkan peradaban menakjubkan.

Cipta, rasa dan karsa merupakan kekuatan manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidup. Inilah yang melahirkan peradaban besar di masa lalu, sebagaimana ditunjukkan orang-orang yang hidup pada masa Majapahit, Mataram, Singasari, Demak, Sriwijaya, dll. Begitupula dengan tokoh-tokoh besarnya, seperti Gajah Mada, Hayam Wuruk, Sultan Agung, Prabu Siliwangi, Wali Songo, Sukarno, Arupalaka, Diponegoro, dll.

Itulah sebabnya, umumnya orang-orang tua dahulu sering mengatakan bahwa apabila kita bisa menyelaraskan 3 komponen kata di atas, maka kita akan bisa merasakan nikmatnya kehidupan (kemakmuran dan kebahagiaan).

Ketiga komponen (cipta, rasa dan karsa) tersebut merupakan bagian dari sistem kebudayaan Nusantara yang tak terpisahkan dari bingkai utamanya, yaitu spiritualitas.

Penyederhanaan Makna

Makna cipta, rasa dan karsa memang terkesan sulit dipahami. Terutama pemahaman hakekatnya. Banyak yang mengetahui ketiga istilah tersebut, tetapi tidak banyak yang mengetahui cara menggunakannya. Penyederhanaan diperlukan untuk lebih memahami maknanya, sehingga dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila dikaji lebih jauh, ternyata makna ketiga kata itu sederhana. Meski begitu, terdapat perbedaan cara dalam menerapkannya. Perbedaan itu terletak dalam tradisi daerah masing-masing (budaya turun temurun, seperti ritual-ritual, tapa brata, kaharingan, kejawen, dll.) dan dalam tradisi dengan unsur keagamaan samawi, seperti puasa, zikir, tarekat dan ajaran tasawuf. Tetapi hakekatnya tetap sama.

Secara singkat dapat dikatakan, cipta berarti keinginan menciptakan sesuatu (tahap awal berada dalam pikiran). Dibutuhkan kekuatan visualisasi atau daya cipta terhadap keinginan itu.

Tahap berikutnya adalah rasa atau merasakan sesuatu yang tercipta dalam pikiran. Sesuatu yang kita ciptakan dalam pikiran seolah-olah sudah maujud dan kita dapat merasakan kehadirannya.

Setelah sesuatu tercipta dalam pikiran yang disusul dengan merasakan hasil ciptaannya, maka dilanjutkan dengan karsa atau berupaya mewujudkan keinginan tersebut secara nyata, sehingga dapat dilihat, disentuh dan dimanfaatkan (berdaya guna).

Cara menggunakan cipta, rasa dan karsa adalah saat sedang berdoa. 00.00.19.8.42.THN

Berdoa

Doa adalah permohonan hamba kepada Tuhan. Hadits Rasulullah SAW mengungkapkan: “Doa adalah pangkal (otak)nya Ibadah” dan “Masing-masing kalian harus meminta kepada Tuhan kalian atas semua kebutuhan. Bahkan ia harus meminta kepada Allah saat tali sandalnya putus,” (HR. Tirmidzi).

Banyak riwayat Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan dan mendorong seorang hamba untuk berdoa, diantaranya :“Mintalah kepada Allah akan kemurahanNya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud).

Doa pasti dikabulkan Allah SWT. Hal ini tercantum dalam FirmanNya: “(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS; Al Mukmin: 60). “(Dan) apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu.” (QS; Al Baqarah: 186).

Pengabulan doa dari Allah SWT bersifat pasti dan hanya Dia yang dapat mengabulkan doa. Pengabulan doa bisa sesuai dengan yang diminta hambaNya, ditangguhkan hingga hari kiamat atau dijauhkan dari suatu keburukan.

Dalam berdoa terdapat adab tertentu yang dicontohkan Rasulullah SAW. Seperti dikatakan Imam Husain ra, ”Nabi SAW memiliki kebiasaan mengangkat tangannya ketika beliau berdoa dan memohon kepada Allah seperti pengemis yang meminta-minta untuk mengharap suatu makanan.”

Para ulama juga seringkali menegaskan kedekatan antara manusia dengan Tuhan. Mereka mengingatkan kita tentang ayat-ayat Al Quran yang berbunyi: “Maka dimanapun kamu menghadap, di situlah wajah Allah,”( Q.S; Al Baqarah: 115), Dia bersama kamu di manapun kamu berada,”(Q.S; Al Hadid: 4), “…dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat leher,” (Q.S; Qaf:16).

Cara Menggunakan

Tujuan doa seperti diuraikan di atas adalah untuk membentuk imajinasi orang yang berdoa sesuai dengan syariat agama. Dengan demikian, orang yang beribadah harus sungguh-sungguh dalam ibadahnya dan keinginannya harus kuat. Karena sesuatu yang Allah SWT berikan tidaklah berat bagiNya. Adapun cara menerapkannya dalam konteks cipta, rasa dan karsa adalah sbb:

Cipta

Proses penerapan cipta ini menggunakan kekuatan pikiran dan imajinasi. Pada saat berdoa atau memohon kepada Tuhan, maka kita harus mengetahui apa yang kita minta atau mohonkan itu. Sehingga kita harus memahami arti dan makna dari doa-doa yang kita panjatkan.

Selain memanjatkan doa sebagaimana diatur dalam syariat agama, kita biasanya juga berdoa untuk hal-hal khusus yang diinginkan. Misalkan, keinginan memiliki pekerjaan, uang, rumah, pendamping hidup, dll. Umumnya doa itu diucapkan dalam bahasa ibu.

Dengan kata lain, ketika kita menginginkan sesuatu dalam kehidupan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah harus jelas apa yang sungguh-sungguh kita inginkan.

Agar daya cipta terhadap apa yang kita inginkan menjadi jelas, tulislah apa yang diinginkan tersebut dengan jelas. Tidak ada batasan terhadap apapun yang diinginkan, sepanjang untuk kebaikan sendiri. Buatlah skala prioritas dalam catatan keinginan dan tumbuhkan hasrat terhadap keinginan.

Kemudian lakukanlah visualisasi terhadap keinginan itu. Untuk mempermudah visualisasi, gunakanlah gambar atau foto. Katakanlah kita menginginkan rumah, maka ambillah gambar rumah, lalu letakkan di manapun kita dapat melihatnya setiap saat.

Gambar tersebut akan membantu kekuatan daya cipta terhadap apa saja yang kita inginkan. Visualisasi adalah salah satu daya cipta yang sangat kuat dalam benak kita. Ketika memvisualisasikan sesuatu, seolah-olah kita sedang membentuknya.

Rasa

Cara menerapkannya menggunakan kekuatan perasaan batin atau emosi jiwa. Setelah kita menggunakan daya cipta terhadap keinginan, maka dilanjutkan dengan merasakan dalam batin bahwa keinginan tersebut telah hadir dan dirasakan.

Inilah sebenarnya yang dimaksud agar dalam berdoa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan yakin doanya pasti dikabulkan. Apapun permohonan kita tidaklah sulit bagi Tuhan untuk mengabulkannya. Kita harus selalu berprasangka baik kepada Tuhan, karena Tuhan mengikuti persangkaan hamba-hambaNya.

Sehingga kita harus percaya apa yang kita minta sudah menjadi milik kita dan telah menerimanya. Seseorang yang berdoa dengan keyakinan penuh seperti ini akan terlihat ekspresi wajahnya usai berdoa, yaitu diliputi perasaan bahagia, senang dan gembira. Meski saat berdoa tangan bergetar dan mata berlinang air mata. Sangatlah penting untuk merasa diri kita selalu dalam keadaan baik dan bahagia.

Pada intinya tidak boleh ada keraguan sedikitpun. Keraguan dapat merusak daya cipta dan perasaan kita sendiri. Karena itu, rasakan seolah-olah kita telah menerima apa yang kita inginkan. Itulah sebabnya, kita harus benar-benar berhasrat terhadap apapun yang diinginkan.

Seperti diuraikan sebelumnya, keinginan itu harus jelas dan jangan setengah-setengah. Misalkan, seseorang memiliki keinginan untuk bekerja di perusahaan pertambangan, tetapi dengan hasrat yang tidak terlalu menggebu-gebu atau sekadarnya saja.

Ketika kemudian keinginan itu tercapai, biasanya tidak akan betah bekerja di perusahaan tambang tersebut. Hal ini terjadi karena hasratnya memang tidak ada. Tentu sia-sia saja keinginan itu. Bahkan terkesan menolak pemberian Tuhan, meski sebelumnya orang itu yang meminta. Jadi jangan main-main dengan doa. Harus sungguh-sungguh.

Karsa

Karsa bermakna keinginan atau kemauan yang kuat. Apabila dalam tahap cipta dan rasa, keinginan-keinginan itu masih tak kasat mata, maka dalam tahap selanjutnya keinginan itu harus diupayakan maujud sehingga dapat dilihat, disentuh dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Karsa berarti kekuatan untuk mewujudkan keinginan tersebut menjadi nyata. Persoalannya adalah dengan cara bagaimana mewujudkannya?

Tugas kita sebenarnya bukanlah menemukan bagaimana caranya. Sebab cara itu akan muncul dengan sendirinya dari komitmen dan keyakinan pada apa yang diinginkan. Cara adalah urusan Tuhan.

Dengan kata lain, Tuhanlah yang selalu tahu cara tersingkat, tercepat dan terharmonis dalam mewujudkan keinginan kita. Jadi yang perlu dilakukan adalah bekerja (apapun pekerjaan itu) dengan perasaan sungguh-sungguh dan ikhlas dalam menjalaninya. Bersyukurlah dengan apa yang sudah dimiliki dan lakukan pekerjaan apa saja. Jangan diam atau duduk bermalas-malasan.

Meskipun tampak yang dikerjakan saat ini tidak sesuai dengan keinginan-keinginan yang diharapkan, tetapi yakinlah keinginan itu akan terwujud.

Kita bisa memulainya tanpa bekal apapun, serta tanpa tahu jalan mana yang harus dilalui. Tuhan yang akan membuatkan jalan untuk mencapai keinginan kita. Sebab Tuhan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Harap difahami, ketiga istilah tersebut tidak harus berurutan. Bisa saja dimulai dari cipta, karsa, rasa atau rasa, cipta, karsa atau karsa, cipta, rasa. Bebas-bebas saja.

Demikian sekelumit rahasia kekuatan cipta, rasa dan karsa. Ketiga istilah tersebut merupakan warisan para leluhur negeri ini dan pernah menghasilkan peradaban besar. Anda berminat mencobanya ?

Sembilan Belas Delapan Empat Puluh Dua Tahun


Tokopedia
BPJS
Pulsa
Voucher
Voucher Game
Saldo
Paket Data
Listrik PLN

kosmetik
makeup
produk kecantikan

KliknKlik
Electronics

ciptaloka
kaos custom satuan
kaos custom
kartu kredit tanpa syarat
mendaftar kartu kredit online
daftar online kartu kredit
HSBC



Mitre


Electronic termurah
Air Conditioner termurah
ac floor standing j45ffp

fashion pria murah



Jual alat dapur murah
FlowerAdvisor


Iklan

34 comments on “MENGUNGKAP RAHASIA KEKUATAN CIPTA RASA KARSA

  1. erlin
    Agustus 23, 2008

    luar biasa

    Suka

  2. sufimuda
    Agustus 28, 2008

    Uraian yang cemerlang…

    Suka

  3. Hebat lu
    September 3, 2008

    Jangn terbuai rayuan/pujian

    Suka

  4. Anonim
    September 27, 2008

    MAkasihh yaaa

    Suka

  5. gayatri
    November 13, 2008

    sudah dibuktikan…tiap second terjadi

    Suka

  6. fip.s1pgsd.08
    November 27, 2008

    Apakah bila ternyata dikemudian kita mengalami kegagalan akan hal yang kita selalu bayangkan pasti terkabul, itu tidak akan menimbulkan gangguan pada jiwa kita ?

    Suka

  7. fip.s1pgsd.08
    November 27, 2008

    Apakah bila ternyata dikemudian kita mengalami kegagalan akan hal yang kita selalu bayangkan pasti terkabul, itu tidak akan menimbulkan gangguan pada jiwa kita?

    Suka

  8. Mas Parto
    Januari 26, 2009

    Tulisanmu bagus, Mas. Benar sekali!!

    Suka

  9. Indy
    Maret 20, 2009

    Wallahu a’lamu bisawaaab

    Suka

  10. eko a
    April 19, 2009

    bagus sekali dapat menumbuhkan diri yang terpendam

    Suka

  11. dewi
    Agustus 3, 2009

    inspired me.. thank you

    Suka

  12. reka josh
    Agustus 5, 2009

    membuat spirit hidup yang sempat meredup, menjadi bangkit kembali..thanks…

    Suka

  13. And1
    Oktober 22, 2009

    Good job,n God blaz you

    Suka

  14. Setiyo Purwanto
    Desember 31, 2009

    yes

    Suka

  15. lodji harta
    Februari 13, 2010

    sanagat luar biasa artikelnya,…dan saya tetap mensugesti pikiran saya dengan kata-kata positif bahwa saya bisa dan saya mampu, dan itu semata-mata karena saya yakin Tuhan ada dalam diri saya, dan kalaupun saya tidak mampu/tidak bisa …saya akan berfikir bahwa Tuhan tidak menghendakinya.
    @
    terima kasih

    Suka

  16. adhin
    April 2, 2010

    menakjubkan, bagus untuk semangat baru

    Suka

  17. Suprapto wawan
    April 16, 2010

    Tulisan sangat bagus. Menghibur. Tapi sangat tidak praktis. Lihat saja contoh tulisan praktis karyaku di Majalah gatutkaca.

    Suka

  18. hasan...
    Oktober 2, 2010

    hmmmmmmm……
    gw pngn tw arti sbenernya……….
    dari ke tiga hal itu…..

    Suka

  19. om hendrick
    Juli 25, 2011

    mantap….

    Suka

  20. wiloso
    Agustus 14, 2011

    Cipta itu gambar bagaimana nalar pikir kita mau digerakkan, hapus hak yang ngeres eresi, rasa, hati nurani yang harus dapat menimbang perkara yang luhur, karsa, kehendak kita mau kejalan apa, manunggalnya cipta, rasa dan karsa adalah sumber kekuatan dalam diri kita ini, pincangnya satu diantara tiga membuat jiwa kita guncang.

    Suka

  21. ceria
    Januari 21, 2012

    makasih ya, aku suka artikelnya

    Suka

  22. bejo
    Januari 28, 2012

    mudah diucapkan yaaaaa..apa kata orang yaaa,menambah pengetahuan dan wawasan
    tip di la,ksanakan menemukan kegagalan,pasti kata pak guru coba lagi

    Suka

  23. Dani
    Februari 13, 2012

    Cipta rasa dan karsa menurut aku harus berurutan…memulai dari filiran dipahami lalu di wujudkan..tapi muantabb mas artikelnya .lanjutkan..kalau kita punya keinginan kerjakanlah apapun yang kita bisa jangan diam bermalasan..terkadang rezeqi datang dari arah yang kira tidak menduganya.Kalo aku apabila ada kebuntuan memulainya biasanya dari berdoa dan berdzikir karna doa dan berdzikir bisa kapan saja.tanpa modal pun bisa. salam.

    Suka

  24. Uning Hafzhah
    Februari 24, 2012

    Tulisan ini dapat menambah pemahaman saya.Trima kasih

    Suka

  25. yana or lee kai kin.
    Maret 24, 2012

    menambah pengetauan saya mas,yana PAKAI akun anak majikan mas saya.karna sms saya tidak mas balas.

    Suka

  26. djamhari
    Maret 30, 2012

    berperannya cipta, rasa dan karsa sesuai fungsinya masing2 dalam diri manusia merupakan modal awal untuk hidup bahagia mati masuk surga insyaallah

    Suka

  27. Akaz
    Maret 31, 2012

    luar biasa.. sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya… sungguh tulisan yang sangat bermanfaat… thanx

    Suka

  28. Ajisaka
    Mei 26, 2012

    bermanfaat bgt buat nambah pemahaman hati kita. .izin copas gan. .

    Suka

  29. publikasikan terus kajian2 terbarunya

    Suka

  30. nash alwie
    September 3, 2012

    Bagaimana pengejawantahan cipta rasa dan karsa tentu tidak semudah menulisnya, perlu latihan dan keikhlasan yang tidak terbatas belum lagi godaannya, apalagi bagi orang-orang terbiasa dengan ajian dan wirid-wirid tertentu.

    Suka

  31. JM Trail
    Januari 16, 2013

    Brlatihlah supaya bisa , Ala biasa karena biasa.!Sangat bemanfaat bagi yg dapat mehami .

    Suka

  32. onie
    Juni 22, 2013

    ketika pikiran kita menangkap kata menciptakan, maka tatkala itu dia membentuk 2 pekerjaan dlm waktu yg bersamaan yaitu, sedang mencari dan sudah dlm keadaan menemukan. kejadian itu tdk dpt kita kenali tp kita dpt merasakanya. energi tak terhingga itu membawa kita menjelajah areal kecerdasan kita dan melesat pd gudang ide alam semesta. saat dia sdh membwakan apa yg kita maksudkan ketika itulah kita disebut genius, tp akses itu hnya dpt kita lakukan jika kita adalah seorang ilmuwan. artinya jgn bilang akan menciptakan jika masih terperangkap oleh kiloan yg diminta istri tiap hari. hehehehe,
    salam…… dari q

    Suka

  33. sidik
    Agustus 26, 2014

    Dengan jalan apa. Agar rasa cipta karya dapat sempurna

    Suka

  34. eyo royadi
    Mei 5, 2015

    Alhamdullillah terbukti benar adanya kekuatan atau manfaatnya dari penyatuan cipta rasa dan karsa dan bisa untuk pengobatan terima kasih atas penjelasannya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik Blog

  • 3,515,685 hits

Kategori

Follow BaNi MusTajaB on WordPress.com

Iklan

Twitter

%d blogger menyukai ini: