BaNi MusTajaB

Ilaahii Anta Maqshuudii Wa Ridlooka Mathluubii

PATUT DIPUJI SIKAP IBUNDA SHEILA MARCIA (MARIA CECILIA JOSEPH)


Tertangkapnya Sheila Marcia dalam kasus narkoba seolah semakin mengukuhkan imaji masyarakat bahwa kalangan artis dekat dengan narkoba. Dilaporkan, belia cantik berusia 18 tahun itu disergap saat berpesta shabu-shabu. Menyedihkan memang. Tetapi itulah yang terjadi.

Dalam hal kasus kriminalitas, idiom yang umum terdengar adalah:

Artis identik dengan kriminalitas narkoba.

Pejabat identik dengan kriminalitas korupsi.

Orang miskin identik dengan kriminalitas apa saja.

Idiom itu bukannya tanpa alasan. Ada banyak kasus kriminalitas yang dilakukan artis dan umumnya terkait kasus narkoba. Terkecuali Lidya Pratiwi yang terlibat dalam kasus pembunuhan.

Dalam kasus narkoba, tercatat sejumlah nama: Doyok, Derry, Gogon, Ahmad Albar, Imam S Arifin, Ibra Azhari, Roy Marten, Polo, Hengky Tornando. Diantara mereka ada yang masih mendekam di balik jeruji besi.

Meski, tentu saja, tidak dapat digeneralisir. Bukankah masih banyak artis yang bersih dari narkoba dan berperan aktif dalam kampanye anti narkoba?

Bahkan pelawak Doyok pun pernah mengatakan bahwa kasus narkoba bisa melibatkan siapa saja. Hanya kebetulan saja yang terkena public figure, lalu diekspose habis-habisan di media massa.

Apa yang dikatakan Doyok ada benarnya. Tetapi dalam hal kriminalitas, tampaknya artis lebih banyak terjerat urusan narkoba, daripada kasus lain. Entahlah. Penulis tidak punya data detail soal ini.

Tulisan ini hanya ingin menyoroti sikap Maria Cecilia Joseph, ibunda Sheila Marcia. Sebagaimana diketahui, beberapa tayangan televisi mengungkapkan bagaimana Maria menyikapi kasus yang melibatkan anaknya itu.

Diantara kata-kata yang diucapkan adalah..

“Saya sedih, karena saya gagal mendidik anak. Tapi saya bertekad untuk memperbaikinya,” ungkap Maria Cecilia Joseph, ibunda Sheila Marcia. Maria pun bersyukur karena kejadian ini membuat anak kesayangannya sadar dengan perbuatannya yang salah.

“Saya nangis bukan karena sedih, tapi saya bersyukur karena kejadian ini anak saya terselamatkan. Saya puas, karena akhirnya bisa melihat wajah putri saya,” tuturnya. Maria pun berharap, kasus ini membuat Sheila semakin dewasa dalam menyikapi arti kehidupan.

“Ini proses pembelajaran buat dia, semoga kejadian ini membuat dia semakin dewasa dan membuat kehidupannya menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

http://celebrity.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/11/33/135811/ibunda-sheila-marcia-merasa-gagal-

Perkataan Maria tersebut menunjukkan keprihatinan mendalam terhadap kasus Sheila Marcia. Nada kepiluan tampak terlihat jelas dari sikap dan kata-katanya.

Tentu saja siapapun yang menjadi seorang ibu akan dapat merasakan kepedihan yang sama dengan Maria. Tetapi di sinilah, penulis melihat sesuatu yang tersirat dari ucapan-ucapannya.

Dibalik kepiluan dan kepedihannya itu, tersirat nada senang dan bahagia dengan tertangkapnya kekasih Roger Danuarta itu.

Simbol-simbol selebritis

Kasih ibu sepanjang zaman, demikian ungkapan yang biasa kita dengar. Begitupula kasih Maria terhadap putrinya yang cantik. Tetapi Maria pun menyadari, dirinya memiliki kekurangan dalam mendidik putrinya. Tentunya wajar saja.

Maria pasti faham benar dengan kehidupan dunia selebritis. Simbol-simbol kemewahan, glamour, seks bebas, narkoba dan pesta hura-hura sangat identik dengan artis. Terlebih bagi artis kalangan papan atas, seperti Sheila Marcia.

Dalam situasi demikian, tentu tidak mudah untuk membentengi diri menghadapi simbol-simbol tersebut, atau apalagi melawannya.

Sheila pun tidak mudah menghindar dari gaya hidup selebritis. Bagaimanapun kuatnya dia menghindar, selalu ada saat-saat dimana simbol-simbol selebritis itu memasuki kehidupannya. Persoalannya menjadi berbeda ketika yang bersinggungan dengan dirinya itu sesuatu yang terkait dengan kriminalitas.

Sheila tampaknya memang dengan sadar memasuki dunia kriminalitas itu dan dia pun sadar dengan resiko yang kelak akan dihadapinya. Dan Sheila tidak mampu menghindarinya.

Sikap jujur ibunda Sheila Marcia

Perkataan Maria Cecilia dalam jumpa pers menyiratkan dirinya mengetahui bahwa Sheila telah memasuki simbol-simbol selebritis. Maria pasti pernah menasehati putrinya. Bahkan mungkin sudah berulangkali dilakukannya. Tetapi tentu saja tidak mudah menyadarkan seseorang yang sedang menikmati simbol-simbol selebritis.

Maria mungkin menyadari ketidakmampuannya dalam mengawasi lagi putrinya yang sedang berada di deretan atas popularitas selebritis negeri ini. Tali kekang untuk melindungi putrinya tidak mampu dikendalikannya. Sheila seolah lepas kendali bersamaan melimpahnya materi hasil jerih payahnya sendiri.

Ketika pada akhirnya Sheila tertangkap, sang ibu dengan besar hati mengungkapkan kepedihan sekaligus rasa syukurnya dengan kejadian itu.

Maria tentu berharap agar dengan tertangkapnya Sheila, maka dapat menyadarkan putrinya itu dari jalan sesat yang telah dilaluinya.

Maria pasti ingin agar penjara dapat mendidik Sheila menjadi lebih bertanggung jawab menjalani kehidupannya.

Sikap Maria ini patut dipuji. Mengapa demikian?

Sebab banyak kaum ibu yang dengan sadar mengetahui putra-putrinya terjerat narkoba tetapi tetap berusaha mengatasinya sendiri.

Dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki, banyak kaum ibu berusaha keras menyadarkan anak-anaknya yang terjerat narkoba. Tentu saja hal ini tidak mudah. Lingkaran setan narkoba sangat kuat untuk dilawan, apalagi dilakukan seorang diri. Terlebih ketika sang anak sudah dalam taraf tinggi dalam menggunakan narkoba. Saat-saat kritis itu datang ketika sang anak sedang sakau.

Penulis pernah mendengar cerita tentang seorang ibu yang dengan berat hati menyuntikkan putau ke lengan anaknya, lantaran sang anak sedang sakau. Bahkan sang ibu tersebut pun rela menjual apa saja yang bisa dijualnya untuk mendapatkan barang haram itu.

Segala cara telah dilakukan sang ibu tersebut untuk kesembuhan anaknya, termasuk membawanya ke sebuah pesantren dan pengobatan alternatif. Tetapi upaya tak kenal lelah itu tidak berhasil. Pada akhirnya, sang anak meregang nyawa dipangkuan ibunya.

Jauh sebelum peristiwa tragis itu terjadi, sang ibu memang tidak pernah melaporkan perbuatan anaknya. Dia tidak ingin sang putra mendekam di penjara. Dia ingin menyelamatkan anaknya dengan caranya sendiri.

Dari uraian di atas, apa yang dilakukan Maria patut dipuji dan ditiru. Maria tidak ingin putrinya terjerumus lebih jauh dalam jerat narkoba yang bahkan dapat mengancam jiwanya. Maria ingin putrinya terselamatkan dari barang kriminal itu. Meski tidak ada pilihan yang lebih baik, kecuali penjara dan nama baik keluarga yang tercoreng.

BaNi MusTajaB

11 comments on “PATUT DIPUJI SIKAP IBUNDA SHEILA MARCIA (MARIA CECILIA JOSEPH)

  1. Welding Inspector
    Agustus 15, 2008

    posting yang menarik mas.

    Thank

    Suka

  2. Yoghi
    Agustus 15, 2008

    sebenarnya rusak tidaknya seseorang bukan melulu kesalahan pendidikan atau pengawasan orang tua…namun si anak-pun sebenarnya sudah tahu kalau sesuatu yang nikmat itu ada di jalur berbelok cuma kekuatan untuk lurus terus itulah yang dia tidak kuat…buat Mas BaNi MusTajaB, makasih ya kemaren dah mampir ke blog saya – http://oghi.wordpress.com

    Suka

  3. nightspy
    Agustus 17, 2008

    heran dan penasaran yg jadi pacarnya kok ga jengak jenguk ya..
    tega banget gitu..

    Suka

  4. mukhdan
    Agustus 17, 2008

    maria juga yang mengenalkan dugem dan clubbing kepada sheila, jadi sang anak ketagihan dong

    Suka

  5. ma2n
    Agustus 18, 2008

    – Itu namanya kurang mensyukuri. Kurang apa sih Shiela Marcia? Wajah : Cantik; Pacar: Ganteng; Duit: banyak; Popularitas : OK. Memang kalau mau memuaskan keinginan dan menuruti semua bisikan hawa nafsu, selama hayat masih dikandung badan manusia tidak ada puasnya.
    – Good posting Mas BaNi !

    Suka

  6. nun1k04a
    Agustus 21, 2008

    yaaa namanya juga dunia selebrities jd kalo gag kuat ya jd katut gitu…….

    Suka

  7. cecilia .d. semarun
    Agustus 23, 2008

    sangat meyedikan si Maria Cecilia Joseph, tapi cool man !kalian tau gue ini suka sama si Chen Eric Mustafa.Dan gue ini masi kelas 6 di Bina Bang Sa, p6 Patience! Muahahahahahamuahahahahah heeheeheeheeheehee hahahahah!

    Suka

  8. ANONYMOUS
    September 10, 2008

    Di no.7 semua nya TIDAK BENAR! Gue ini TIDAK SUKA SAMA SI CHEN ERIC MUSTAFA, LAGIAN GUE INI TIDAK TAU SIAPA CHEN ERIC MUSTAFA

    Suka

  9. Bethanny Kartono
    September 12, 2008

    Di no.7 itu tidak benar ! Gue yang suka Chen eric Mustafa. saya kelas 6 dari Bina Bangsa p6 patience.

    Suka

  10. Josephine Handoko
    September 13, 2008

    Ha??????????????Sih Bethanny suka sama Eric????Saya tau bawa dulu Tiffany olivia lim suka sama si Chen Eric jugaaaa…..sampai gantian minum…hahaha…trus kalian tau bawa Tiffany olivia lim pikir nya pornoan terus!!!Saya juga tau bawa teman saya , Cecilia d semarun tidak suka sama si Chen Eric , mereka cuman teman…
    Ditulis oleh Josephine Handoko,P6 Faith…..

    Suka

  11. Anonim
    Agustus 2, 2009

    Apa apaan nih? Ngomongannya eric trus. Jgn2 kln smua sk sama eric

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik Blog

  • 3,406,063 hits

Kategori

Follow BaNi MusTajaB on WordPress.com

Twitter

%d blogger menyukai ini: