Arsip

Posts Tagged ‘misteri’

LOGIKA PIKIRAN PARANORMAL

Oktober 9, 2014 1 komentar

Pada umumnya, Paranormal atau Praktisi Supranatural menggunakan ilmu hikmah untuk pengisian (transfer energi) ke dalam beragam bentuk jimat, rajah dan wifik. Kini istilah populernya: Piranti Mistik.

Mengulas ilmu hikmah itu sendiri tidak akan pernah ada habisnya. Ada banyak hal terangkum di dalamnya. Di sisi lain, iIlmu hikmah mengalami proses asimilasi (percampuran) dengan beragam ilmu yang berasal dari budaya lokal yang dikenal dengan istilah: mantera, jampi-jampi, dan lain-lain. Karena itulah ada amalan ilmu hikmah yang terdiri dari 2 bahasa (bahasa Arab dan bahasa daerah).

Seiring perjalanan waktu, paranormal pembuat piranti mistik melakukan modifikasi bentuk piranti mistik agar terkesan modern dan elegan. Jika pada masa lalu piranti mistik berbentuk rajah yang dibungkus kain, rajah yang ditulis di kertas kalkir, rompi yang ditulisi rajah (rompi ontokusumo), jimat berbentuk tali sepatu, dan lain-lain, maka selanjutnya berubah menjadi berbentuk kapsul, pil, flash disk, ponsel, kartu chip, kalung, gelang, tasbeh, minyak wangi atau parfum dan segala macam bentuk yang secara sepintas tidak dapat diduga bahwa itu adalah jimat alias piranti mistik.

Sedangkan yang hampir tidak berubah adalah yang berbentuk susuk (terbuat dari logam emas), keris, cincin beraneka warna, amalan (hijib), dan lain-lain. Termasuk benda-benda yang namanya sangat terkenal, misalkan batu merah kecil yang umumnya disebut merah delima (padahal sejenis batu biasa atau terbuat dari kaca), jenglot yang konon adalah jasad orang sakti zaman kuno (padahal ada yang terbuat dari tengkorak kelelawar yang diberi potongan rambut manusia), bambu petuk (padahal bambu yang ruasnya ditempel dengan lem perekat), rantai babi yang konon bisa mendatangkan uang gaib (padahal terbuat dari sejenis bahan karet), dan lain-lain.

Bagi para penggemar (baca: konsumen) jimat, khususnya yang masuk kategori orang kantoran, pejabat, artis, dan lain-lain, tentu merasa tidak pantas membawa rajah atau rompi ontokusumo di lingkungannya. Mereka akan ditertawakan oleh siapapun yang melihatnya. Tetapi jika menggunakan cincin, kalung atau gelang pasti tidak akan ada yang tahu bahwa itu bukan benda hiasan semata, melainkan jimat.

Apalagi dalam bentuk tasbeh. Siapapun yang melihat seseorang membawa tasbeh pasti akan dinilai sebagai seorang yang bersifat relijius.Tidak ada yang menduga bahwa kemungkinan saja tasbeh itu merupakan piranti mistik alias jimat.

Dalam hal syirik atau tidak syiriknya benda yang disebut piranti mistik itu belum akan saya bahas di sini. Pro kontra masalah ini tidak akan ada habisnya. Pada intinya, paranormal yang merangkap pedagang piranti mistik selalu mengatakan bahwa piranti mistik bukan benda syirik. Mereka membawa segudang dalil atau argumen untuk mendukung pendapatnya. Bahkan tidak jarang, dalil-dalil tersebut mencakup ayat Al Qur’an dan hadist Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Apalagi jika paranormal yang merangkap pedagang piranti mistik itu menggunakan jubah agama dengan segala macam atribut gelar di depan namanya. Mulai dari gelar Gus, Ustadz, Kyai, Habib, Syareatul Khotam, Syeikh dan lain-lain.

Bahkan ada pula yang menambahi gelar akademis seperti Prof, DR, SH, ST, MM, dan lain-lain.
Uniknya, hanya sedikit orang yang mau meluangkan waktu mengecek keabsahan sanad silsilah dan gelar-gelar prestisius tersebut. Kita memang mudah terpukau penampilan. Uniknya, jika sekadar bergelar Haji, tidak lagi menarik di mata konsumen. Paranormal memang memiliki logika berpikirnya sendiri.

Dalam pandangan saya, apapun gelar yang nisbahkan kepada nama mereka tetap tidak akan mengubah status profesinya yaitu paranormal pedagang piranti mistik. Bahkan seandainya ada beragam argumen bahwa segala keuntungan dagangannya untuk pembangunan pesantren, masjid, musholla, sekolah, panti asuhan, dan lain-lain, tetap saja tidak mengubah status profesinya sebagai pedagang jimat. Semua itu sah-sah saja, sepanjang belum ada Undang Undang yang mengaturnya.

Harus diakui pula bahwa sangat banyak paranormal yang tidak merangkap pedagang piranti mistik. Mereka memiliki kemampuan supranatural, tetapi tidak ada produk yang dijual dan tidak ada bayaran apapun yang ditetapkan untuk jasa yang dilakukannya. Ikhlas lillahita’ala. Bahkan ada pula paranormal yang mengharamkan segala macam bentuk perjimatan alias piranti mistik.  (AGUS SISWANTO)

NOVEL HOROR TERBARU: PENGANTIN LEMBAH KEMATIAN

Maret 11, 2014 15 komentar

  Cover Pengantin Lembah KematianSTOK HABIS

PENGANTIN LEMBAH KEMATIAN

 SINOPSIS

Bagi perempuan di Kampung Lembah Kematian, menjaga agar dirinya tetap perawan, menjadi persoalan wajib yang tidak bisa ditawar-tawar. Mungkin saja suaminya kelak tidak akan mempermasalahkan ketidakperawanan istrinya. Namun tidak demikian bagi Mbah Bahuga. Tepat di malam pengantin, makhluk gaib pelindung kampung itu akan meniduri pengantin perempuan sebelum suaminya. Jika ternyata pengantin perempuannya sudah tidak perawan, dia akan dibunuh. Jika tidak, dipastikan kampung itu akan dilanda malapetaka.

Kenyataan itulah yang membuat Marni begitu tertekan menjelang hari  perkawinannya. Bukan karena Mas Turip tidak mau menerima keadaannya, tapi kenyataan bahwa ia akan menemui ajal di malam pengantin, membuatnya begitu gundah. Ya, dirinya sudah tidak perawan. Tentu Mbah Bahuga akan marah dan membunuhnya. Bagaimana Marni bisa keluar dari situasi yang rumit itu? Siapakah sebenarnya Mbah Bahuga?

PENGANTIN LEMBAH KEMATIAN

Penulis: Yon Bayu Wahyono 
ISBN: 979-1305-88-4

Tahun terbit: Februari 2014.

Jumlah Hal: iv + 202 hal

Ukuran: 13 cm x 20 cm

(Soft Cover).

Penerbit: Nusa Media Yogyakarta

Harga: Rp. 40.000,-

Silahkan pesan sekarang juga

Kirim sms ke no 08176645205 dengan format :

NAMA#ALAMAT#JUMLAH PEMESANAN

Tuliskan Nama Lengkap, Alamat pengiriman, Jumlah buku yang dipesan,

Kami akan mengirim nomor rekening beserta jumlah uang yang harus di transfer setelah ditambah ongkos kirim.

YON BAYU WAHYONO

Selama ini dikenal sebagai wartawan dan penulis novel politik serta buku biografi sejumlah tokoh. Karya-karyanya pernah dimuat di HU Suara Merdeka (Semarang), SKH Kedaulatan Rakyat (Jogya), The Jakarta Post (Jakarta), Borneo Weekly (Brunei Darussalam), HU Pikiran Rakyat  (Bandung),  Tabloid NOVA (Jakarta) dll.

Sejak beberapa tahun terakhir, tepatnya setelah  bergabung dengan Majalah Misteri, mulai menggarap novel-novel horor. Dendam Darah Perawan adalah novel horor pertamanya yang pernah dimuat sebagai cerita  bersambung di Majalah Misteri.  Kini sejumlah novel lainnya tengah dalam proses terbit, al: Putri Kinanti, Arisan Maut, Pengantin Lembah Kematian, dll.

Beberapa buku yang sudah terbit  :

Surat Buat Bunda (antologi cerita pendek)

Calon Gubernur (novel)

Kiay Oedin (Biografi Gubernur Lampung Komjend Pol Pur Sjachroedin ZP)

Dari Kuli Karung Ke Kursi Walikota (Biografi Wali Kota Bandar Lampung Drs Eddy Sutrisno, MPd)

Dendam Darah Perawan (novel horor)

Pengantin Lembah Kematiaan (novel horor)

(Agus Siswanto)

Air Terjun Bantimurung, Keindahan Bernuansa Mistis (Video)

Januari 25, 2014 20 komentar

Dalam rangkaian jelajah di Makassar, Sulawesi Selatan, penulis mengunjungi lokasi wisata Air Terjun Bantimurung Bulusaraung.

Setelah perjalanan sekira satu jam dari Makassar, penulis memasuki obyek wisata. Sebuah gapura besar dengan lambang kupu-kupu raksasa di atasnya, diikuti patung kera tanpa ekor yang juga berukuran raksasa.

“Di sini banyak kisah misteri, Mas,” kata Pak Sahrir setelah penulis menyebut nama Majalah Misteri. Ditanya seputar legenda Bantimurung, Pak Sahrir menuturkan bahwa ada beberapa versi terkait asal usul kata Bantimurung.

“Bantimurung itu berasal dari bahasa Makassar. Artinya air yang terbanting (atau jatuh) bergemuruh,” kata Pak Sahrir.

Dikisahkan, suatu ketika Raja Gowa ingin mengadakan pertemuan dengan Raja Bone. Mereka sepakat untuk bertemu di daerah Maros ini. Suatu ketika, beberapa pasukan berkuda kerajaan berjalan-jalan di sekitar kawasan hutan ini. Tiba-tiba mereka mendengar suara bergemuruh (air terjun). Peristiwa ini mereka laporkan kepada Raja.

“Nia a je’ne amaru ta banting (ada air jatuh gemuruh),” kata pasukan berkuda.
Seketika itu juga Raja Gowa menjawab,” bantimurung (airnya terbanting gemuruh).”
Sejak itulah air terjun ini dikenal dengan nama Bantimurung.

Menurut Pak Sahrir, dahulu lokasi ini juga menjadi tempat orang-orang alim melakukan uzlah atau menyepi, khususnya di goa. Bahkan di tempat itu pula orang-orang alim atau para wali berkumpul untuk membahas dakwah.
Usai berbincang dengan Pak Sahrir, penulis melangkahkan menuju goa.

Goa

Di sini penulis ditemani Daeng Cipuk, pria tua yang masih kuat dan energik.
“Di dalam goa ini ada tempat sholat Raja Bantimurung dan beberapa wali di sini,” kata Daeng Cipuk (65 tahun) kepada penulis. “Ada juga tempat yang diyakini pernah menjadi tempat bertapa.”

Daeng Cipuk mengungkapkan bahwa tidak jauh dari lokasi pesholatan itu terdapat air jernih yang digunakan untuk berwudhu. Tentunya, orang-orang zaman dahulu yang memilih tempat ini sebagai tempat uzlah atau menyepi agar lebih khusyuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tidak perlu ke luar goa untuk mengambil wudhu.

Menyinggung kisah mistis yang ada di goa ini, Daeng Cipuk tampak tersenyum mendengarnya. Pria yang sudah 40 tahun bekerja memandu wisata di kawasan ini mengungkapkan bahwa dirinya sering diminta untuk menemani tamu dari berbagai daerah untuk tirakat di goa ini.

“Mereka tirakat di dalam, sedangkan saya hanya menunggu di pintu goa. Tidak ada seorang pun yang masuk goa ini. Tetapi anehnya, hanya dalam hitungan sejam atau dua jam saja, mereka yang tirakat itu berlari ke luar. Mereka mengaku mendengar suara berisik di dalam goa,” kata Daeng Cipuk menuturkan ceritanya seraya tertawa kecil.

Meskipun Daeng Cipuk berbicara dengan nada humor, tetapi penulis malahan merinding mendengarnya.
“Umumnya mereka mengaku mendengar keramaian. Seolah-olah ada pengunjung yang masuk ke goa. Tetapi setelah diperhatikan tidak ada seorang pun yang terlihat, mereka langsung lari ke luar. Padahal itu terjadi siang hari,” lanjutnya.

Secara pribadi pria tua ini tidak pernah melihat penampakan apapun (atau mungkin dia sengaja menyembunyikannya). Tetapi beberapa orang yang masuk goa sering bercerita kepadanya telah melihat sosok pria berpakaian layaknya seorang haji.

Sesuatu yang membuat Daeng tidak mengerti adalah saat ada pengunjung yang kesurupan. “Mereka yang kesurupan sering berbicara dengan nada anak-anak. Padahal saya tidak pernah mendengar ada penampakan makhluk gaib yang berwujud anak-anak,” ujarnya.

Kepada penulis, Daeng mengingatkan bahwa pengunjung hanya diperbolehkan berada di goa hingga pukul 5 sore. Mereka juga dilarang untuk melakukan tirakat atau ritual apapun di dalam. Terlebih lagi di malam hari. Hal ini lebih disebabkan faktor keselamatan pengunjung itu sendiri.

(Agus Siswanto aka BaNi MusTajaB)

LOGIKA PIKIRAN MISTIK

Maret 1, 2012 94 komentar

Pikiran berperan penting dalam menentukan sikap dan perilaku keseharian kita. Pikiran terbagi dua, positif dan negatif. Kedua pikiran itu saling berebut dalam menentukan gerak langkah kehidupan kita. Keduanya ada di dalam otak kita dan memiliki cabang-cabang pikiran, termasuk pikiran mistik.

Pikiranlah yang menentukan kemana kita akan melangkah dan bagaimana cara kita melangkah. Jika pikiran kita positif, maka langkah yang ditempuh positif. Sebaliknya, jika pikiran kita negatif, langkahnyapun cenderung negatif.
Baca selengkapnya…

SYUTING JENGLOT PANTAI SELATAN DIWARNAI KESURUPAN MASSAL

Januari 15, 2011 30 komentar

Beberapa perempuan pendukung film Jenglot Pantai Selatan kesurupan. Persoalannya hanya sepele…….

Pada 22 Desember 2010 lalu, saya mendapat telpon dari sahabat yang sedang syuting film JENGLOT PANTAI SELATAN di Pantai Sawarna, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Melalui ponselnya, Buanergis Muryono, demikian namanya, mengaku mendapat amanah dari penghuni gaib Goa Langir yang harus disampaikan kepada publik.

“Mas, mohon datang  ke lokasi syuting. Ada amanah yang harus disampaikan,” kata Mas Yono, sapaan akrabnya.

Undangan semacam itu bukan pertama kali. Aktor senior yang banyak terlibat dalam film horror ini, sering mengajak saya ke lokasi syuting  di daerah. Tentu saja saya memanfaatkanya untuk menelusuri nuansa mistis daerah yang dikunjungi.

Selanjutnya, saya berangkat dari Jakarta pada 23 Desember menuju lokasi yang terkenal dengan pantainya yang indah itu. Sekitar pukul 22.00 WIB, tiba di Kampung Cibeas, Desa Sawarna.

Saya menemui Mas Yono di lokasi syuting. Sebuah pulau kecil (delta) di tepi Pantai Sawarna. Dia memberi isyarat kepada saya agar melakukan meditasi. Saya faham apa yang dimaksudkannya.

Uluk salam, tegur sapa atau kulo nuwun (bhs. Jawa) merupakan kebiasaan yang selalu saya lakukan jika mengunjungi daerah yang kental nuansa mistisnya.

Menyapa para penghuni gaib yang berada di suatu daerah bukan hal sulit. Apalagi jika kita memanfaatkan daerah tersebut untuk suatu kepentingan tertentu. Sebagai sesama makhluk Tuhan, wajarlah menyapa makhluk yang hidup di alam berbeda.

Tidak lama kemudian, kegiatan syuting berhenti. Semua pemain dan kru beristirahat di penginapan yang disediakan.

Goa Langir

Kawasan Desa Sawarna memiliki rangkaian pegunungan karst (gamping) yang memiliki banyak goa (caves). Beberapa goa tersebut adalah Goa Langir, Goa Lauk dan Goa Lalay. Selain syuting di pulau kecil, Goa Langir juga menjadi lokasi syuting yang jaraknya berdekatan.

Dua hari sebelum saya tiba di lokasi, terjadi kegaduhan saat syuting di Goa Langir. Ada sekitar 7 pemain film perempuan kesurupan. Tentu saja suasana kacau dan menakutkan.

“Peristiwa itu terjadi lantaran mereka tidak faham tata krama dalam mengunjungi tempat wingit. Seolah tempat tersebut hanya goa kosong tak berpenghuni. Padahal ada komunitas di dalamnya,” demikian kata Mas Yono.

Menurutnya, sosok gaib yang menghuni Goa Langir adalah Ki Ageng Langir, isteri dan anaknya, demikian kata Mas Yono.

“Bagaimana sebenarnya sosok Ki Ageng Langir,” tanya saya.

“Ki Ageng Langir lembut dan tenang. Dia tergolong sosok yang suka membantu orang. Dia mengaku huniannya diusik manusia secara tidak wajar. Mestinya harus ijin dan kulo nuwun dulu, “ jawab Mas Yono.

“Sebaliknya, sifat anaknya keras dan pemarah. Jika ada yang mengusik tempatnya, dia tidak segan-segan mengganggunya. Khususnya mereka yang tidak punya tata krama. Itulah sebabnya, ketika ada beberapa orang yang meremehkan tempatnya, dia marah hingga orang yang meremehkannya itu kesurupan,“ lanjutnya.

Selanjutnya Mas Yono mengatakan, Ki Ageng Langir memilih Goa Langir lantaran ingin menyepi dan menjauh dari keramaian kota tempat tinggal sebelumnya. Dia juga menghindar dari intrik kekuasaan dimana dia berdiam sebelumnya.

Tujuan menetap di tepi pantai yang sepi itu adalah untuk ketenangan dirinya. Dia lalu mengajak isteri dan anak angkatnya menuju Goa Langir, di tepi Pantai Sawarna. Di tempat itulah Ki Ageng Langir bersama keluarganya menjalani hidup baru bersama masyarakat sekitar hingga akhir hayatnya.

Mas Yono mengungkapkan, sebenarnya Goa Langir sangat cocok dijadikan tempat menyepi. Khususnya bagi mereka yang ingin mengetahui jati diri (sedulur papat limo pancer). Namun sejauh ini tempat itu tergolong berbahaya, terutama jika terjadi pasang laut. Air yang masuk dapat merendam mulut Goa. Jika tidak berhati-hati dapat membahayakan jiwa.

“Apa sebenarnya amanah yang hendak disampaikan Ki Ageng Langir?” tanya saya.

Mas Yono mengemukakan bahwa setelah dirinya berhasil menyembuhkan para perempuan yang kesurupan itu, dirinya sempat berdialog panjang dengan Ki Ageng Langir.

“Masyarakat desa ini kurang peduli dengan lingkungan sekitar, khususnya tempat-tempat wingit. Mereka memanfaatkan pantai dan goa untuk kepentingan wisata tanpa memerhatikan kebersihan,” ujar pria pemilik Sanggar Mariska ini. Sanggar akting yang khusus mendidik para calon aktor dan aktris ini telah  memiliki 20 cabang di Jakarta dan sekitarnya.

Selanjutnya dikatakan, sampah-sampah bekas para pengunjung berserakan di dalam goa tanpa ada yang membersihkan. Termasuk mereka yang membuat coretan-coretan di dinding goa. Bahkan tepi pantai sering dijadikan tempat mesum kaum muda.

“Ki Ageng Langir berpesan agar huniannya dihormati dengan sewajarnya. Tidak perlu dengan menyediakan sesajen atau ubo rampe. Cukuplah dengan membersihkan sampah yang berserakan,”kilahnya tanpa mau mengungkapkan amanah yang lainnya.

Menurutnya, amanah lainnya hanya khusus untuk tokoh-tokoh warga setempat. Bukan untuk konsumsi publik.

Ketika saya mengemukakan rencana hendak ke Goa Langir, dia berkata,“ Mudah-mudahan kamu dapat mengambil gambar. Sebab saya tidak diizinkan memotret Goa Langir,”ujarnya mengutip pesan Ki Ageng Langir.

Foto Gagal

Kisah Ki Ageng Langir membangkitkan minat saya untuk melihat langsung Goa Langir. Tentu percuma saja datang jauh-jauh hanya mengumpulkan cerita tanpa melihat lokasi yang dimaksud.

Kemudian saya mendekati seorang pria warga setempat untuk mengantarkan ke Goa Langir. Meski tampak jelas ada rasa kekhawatiran. Maklumlah, pria itu tahu benar aroma mistik goa tersebut. Apalagi baru saja terjadi peristiwa kesurupan yang menimpa para pemain film.

“Boleh saya tahu tujuan Anda?” Tanya pria itu. Nada suaranya menunjukkan keraguan memenuhi keinginan saya.

“Saya hanya ingin mengambil gambar Goa Langir. Jika memungkinkan, saya juga hendak masuk ke dalamnya,” Jawab saya.

Pria itu tampak diam memikirkan sesuatu. Sementara saya menatap matanya untuk meyakinkannya.

“Insya Allah tidak akan terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Kami datang dengan niat baik hendak menulis cerita daerah ini dan tidak bermaksud lain,” ujar saya bernada serius.

Pukul 15.30 WIB, saya bersama pria itu berjalan menyusuri pantai menuju Goa Langir. Dalam amatan saya, memang terdapat banyak goa di sisi tebing terjal tepi pantai. Goa Langir hanya salah satu saja dari goa-goa yang ada.

Beberapa saat kemudian, saya tiba di depan Goa Langir. Saya pun mengeluarkan kamera digital yang berada di dalam tas. Sebelum memotret, saya hening sejenak minta izin memotret.

Tentu saja foto-foto tergolong vital dalam perjalanan ini. Data yang diperoleh kurang mendukung jika tidak disertai dokumentasi gambar. Namun, pada saat memotret, sempat terdengar bisikan halus,”…cukup, cukup.”

Tampaknya suara itu dari sosok gaib putra Ki Ageng Langir. Tetapi saya  tidak terlalu peduli. Bagaimanapun dokumentasi harus tetap dilakukan. Sementara pria tua yang mengantarkan saya mulai gelisah.

Setelah mengambil beberapa gambar, saya pun meninggalkan lokasi tersebut. Pemotretan itu melengkapi perjalanan di Pantai Sawarna. Setelah sebelumnya mengambil gambar di Tanjung Layar dan sekitarnya.

Selanjutnya saya  mengambil gambar kegiatan syuting film Jenglot Pantai Selatan arahan Rizal Mantovani. Film yang dibintangi Debby Ayu, Wichita,  Zidni Adam  dan lain-lain ini, tampaknya cukup menarik. Terutama sosok jenglot yang orisinil dan berbeda dengan gambaran umum kita tentang jenglot.

Ketika saya kembali ke Jakarta, terjadi keanehan. Semua foto Goa Langir dan keindahan Pantai Sawarna utuh sempurna. Sedangkan foto yang berkaitan dengan syuting tidak ada sama sekali. Inilah pengalaman pertama saya mengalami gangguan dalam hal dokumentasi.

BaNi MusTajaB

Tulisan lain:

GAYUS DAN JENGLOT PANTAI SELATAN

DEBBY AYU…BOOM SEX TITISAN JENGLOT

Debby Ayu merasa nyaman jadi boom sex..hmmmm..dengarkan saja penuturannya.

DEBBY AYU: MERASA NYAMAN JADI BOOM SEX TITISAN JENGLOT

Debby Ayu-Jenglot Pantai Selatan

 

MENGUNGKAP RAHASIA CATATAN AKASHIC DAN LAUH MAHFUDZ

November 20, 2010 47 komentar

Catatan Akashic (Akashic Records) adalah catatan yang berisi semua pengetahuan tentang jagat raya beserta segala isinya. Akashic dapat diibaratkan sebuah perpustakaan terlengkap yang di dalamnya terdapat pengetahuan apa saja sejak awal terbentuknya alam semesta hingga tiba saat kehancurannya (kiamat). Apa sesungguhnya Catatan Akashic?

Akashic (akasha) berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti langit, ruang, udara atau ether. Istilah ini umumnya digunakan kaum filosof-teologis (teosofi) Samkhya di India untuk menggambarkan secara gamblang adanya sebuah pengetahuan lengkap yang terdapat di suatu tempat di jagat raya. Pengetahuan itu mencakup seluruh gerak gerik jagat raya, makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan), dan lain-lain.

Catatan Akashic ini tidak hanya berisi sejarah masa lalu, tetapi juga kejadian yang ada sekarang ini dan apa yang akan terjadi di masa depan. Itulah sebabnya Catatan Akashic ini merupakan perpustakaan jagat raya terlengkap.

Teori Atom yang dikembangkan filosof Samkhya India berisi keterangan bahwa Akasha adalah 1 dari 5 tipe atom di jagat raya. Teori ini menjadi wacana menarik kaum filosof, teologis dan ilmuwan di Eropa pada abad 19 hingga abad 20.

Catatan Akashic tidak mudah diperoleh dan tidak dapat diakses oleh sembarang orang. Bahkan yang mengetahuinya pun belum tentu mampu membaca catatan tersebut. Isi catatan berupa rangkaian kode-kode khusus atau teka-teki yang harus dapat dipecahkan sebelum mengetahui makna sesungguhnya.

Deskripsi

Beberapa penjelasan seputar deskripsi Catatan Akashic adalah sebagai berikut: Catatan Akashic dihasilkan dari segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Hal ini didasarkan atas sebuah keyakinan bahwa materi dan energi yang mengisi jagat raya memiliki semacam perangkat rekaman (digital recording) yang dapat menyimpan seluruh catatan sejarah jagat raya beserta isinya.

Catatan Akashic sering disamakan pula dengan istilah Kesadaran Kosmik, Kesadaran Kolektif, Cosmic Mind, Universal Mind, Mind of God, Alam Bawah Sadar Kolektif, Super Computer Universal, Lauh Mahfudz (lihat box), dan lain-lain.

Catatan Akashic mengacu kepada sistem pengarsipan universal yang mencatat setiap pikiran, kata dan tindakan melalui medium perekaman akashic (langit, ruang atau ether).

Catatan ini ditulis dalam rangkaian kode-kode khusus dan penuh misteri yang sulit dipahami, kecuali oleh orang-orang tertentu. Setiap bentuk kehidupan dengan sendirinya tercatat dalam catatan tersebut.

Hal ini menegaskan bahwa untuk mendapatkan akses ke Catatan Akashic, setiap individu dapat melakukannya melalui berbagai teknik, latihan dan disiplin rohani tertentu.

Tentu saja tidak mudah dilakukan. Bahkan seandainya mampu mengakses catatan tersebut, kemungkinan hanya sebagian kecil. Ambil contoh, spiritualis, para peramal atau cenayang,  cenderung hanya memiliki pengetahuan sedikit tentang masa depan. Adakalanya cenayang itu mengetahui masa depan orang lain, tetapi terbatas dalam rentang waktu yang pendek.

Catatan Akashic sering pula disamakan dengan Memori Alam. Sebuah memori yang dapat dibaca, mencakup esensi dari seluruh kehidupan atau peristiwa. Memori ini meliputi peristiwa dari awal adanya jagat raya hingga akhir jagat raya.  Di dalamnya juga terangkum seluruh entitas yang ada, termasuk alam kegaiban, ruh dan pemikiran.

Bukti Adanya Catatan Akashic

Sejauh ini terdapat pendapat bahwa Catatan Akashic pernah diakses secara baik oleh individu-individu dari berbagai bangsa, khususnya oleh orang-orang kuno dari beragam budaya seperti India, Moor, Tibet, Himalaya, Mesir, Persia, Arab, Yunani, Cina, Ibrani, Maya dan lain-lain. Sejarah juga mencatat pengakuan orang-orang yang pernah membaca atau mengetahui Catatan Akashic.

Seorang waskita dari pegunungan Himalaya India mengatakan bahwa setiap jiwa (jiva, atma) atau entitas mencatat setiap saat keberadaannya di jagat raya dalam sebuah ‘buku’ dan bahwa jika terdapat satu keselarasan diri dengan baik, maka siapapun dapat mengakses ‘buku’ tersebut.

Peramal terkenal Nostradamus diketahui pernah mengatakan mendapatkan akses membuka Catatan Akashic. Dia mengaku menggunakan metode yang berasal dari Yunani, mistisisme Kristen, Islam dan Kabbalah.

Seorang waskita dari Cina bernama Sujujin dilaporkan mengetahui Catatan Akashic. Orang ini tergolong unik. Dikisahkan, dia dapat mengetahui sejarah hidup seseorang hanya dari nama depannya saja. Misalkan, Anda bertanya bagaimana kisah hidup keseharian leluhur Anda, maka Sujujin dapat menjelaskannya secara detail. Hal itu disebabkan Sujujin dapat mengakses Catatan Akashic yang memuat sejarah leluhur Anda.

Seorang waskita lainnya dari Cina bernama Tajao bahkan dapat menjelaskan berbagai topik apa saja yang terentang sepanjang lebih dari 2000 tahun. Seolah-olah Tajao ini hidup selama masa ribuan tahun.

Individu-individu lain yang mengklaim memiliki pengetahuan seputar Catatan Akashic adalah: Charles Webster Leadbeater, Annie Besant, Alice Bailey, Samael Aun Weor, William Lilly, Manly P. Hall, Lilian Treemont, Dion Fortune, George Hunt Williamson, Rudolf Steiner, Max Heindel, Edgar Cayce, dan lain-lain.

Para ahli berpendapat, Catatan Akashic ini telah digunakan oleh manusia sepanjang sejarah, meskipun tidak ada bukti langsung ke catatan ini yang pernah disebutkan. Istilah Akashic itu sendiri mirip dengan konsep perpustakaan Atsiri yang berkembang pada gerakan Teosofi abad ke 19.

Memang terdapat silang pendapat seputar adanya Catatan Akashic yang lengkap dan sempurna di jagat raya. Sebagian ada yang percaya catatan tersebut memang benar-benar ada dan dapat diakses. Sebagian lainnya menganggap tidak ada.

Adapun pendapat bahwa Catatan Akashic itu benar-benar ada diantaranya ditunjukkan oleh bukti adanya individu-individu yang memang mengetahuinya dan lalu digunakan untuk kepentingan tertentu.

Ambil contoh, Piramida di Mesir memiliki ruang khusus yang disebut Hall of Records (Ruang Catatan). Ruangan ini berisi catatan penting para penasehat Fir’aun. Selanjutnya catatan ini digunakan Fir’aun dalam melanggengkan kerajaannya.

Ruang Catatan dalam Piramida itu diyakini tempat para penasehat raja yang memiliki kemampuan membaca Catatan Akashic.

Di samping itu, kebudayaan-kebudayaan besar di masa lalu, seperti kebudayaan Maya, kebudayaan Yunani, dan lain-lain diyakini juga terdapat individu-individu waskita yang mampu mengakses Catatan Akashic. Dengan kata lain, individu-individu tersebut mengetahui maju dan mundurnya peradaban yang dimilikinya..

Akses Catatan Akashic

Michael Newton, seorang hipnoterapis, penulis buku: Journey of Souls, Destiny of Souls, Evidence of Life between Lives, mengungkapkan, terdapat bukti Catatan Akashic dapat diakses oleh manusia. Menurutnya, jiwa (sukma) manusia mampu melihat Catatan Akashic, khususnya yang berkaitan dengan dirinya sendiri. Halaman-halaman yang ada dalam catatan tersebut tidak harus dilihat secara berurutan. Tetapi apa yang ingin dilihatnya sedapat mungkin bermanfaat. Proses inkarnasi adalah salah satu cara untuk melihat Catatan Akashic pribadi seseorang.

CW Leadbeater, seorang clairvoyant, mengaku pernah meneliti seputar Catatan Akashic di komunitas Theosophical Society di Adyar (Tamil Nadu) India pada tahun 1910. Hasil penelitiannya ditulis dalam bukunya: Man: How, Whence, and Whither?. Dalam bukunya tersebut Leadbeater mengungkapkan kemajuan bangsa Atlantis antara lain disebabkan bangsa tersebut mampu melihat Catatan Akashic. Tulisan lainnya juga mengungkap kebudayaan-kebudayaan besar lainnya yang berhasil akibat kemampuan orang-orang yang dapat melihat Catatan Akashic. Bahkan dia juga menulis adanya sebuah buku di komunitas teosofi tersebut yang berisi kehidupan masyarakat di Bumi pada abad ke 28.

Helen Stewart Wambach, penulis buku Future Life Reading, mengklaim mampu membaca Catatan Akashic seseorang. Dia mengatakan dapat menghipnotis orang dan memungkinkan orang yang dihipnotis tersebut mengetahui berbagai alternatif masa depannya.

Pada tahun 1976, Thea Alexander menerbitkan sebuah novel fiksi ilmiah berjudul 2150 AD. Sebuah novel yang berisi kehidupan masyarakat yang memiliki super komputer canggih yang mampu secara rutin mengakses Catatan Akashic. Dalam komputer tersebut, setiap orang dapat melihat kehidupannya di masa depan. Apabila tidak sesuai dengan yang diinginkannya, maka orang tersebut mengubah pola hidupnya, Uniknya, komputer tersebut juga akan memperlihatkan perubahan kehidupannya di masa depan.

Persoalannya adalah, mampukah kita membaca Catatan Akashic diri kita sendiri? Inilah yang tidak mudah dilakukan. Padahal ada manfaat jika kita mengetahui kehidupan kita di masa depan. Misalkan, jika kita melihat kehidupan di masa depan kurang baik, maka diri kita dapat mengubah pola hidup kita sejak saat sekarang ini. Tujuannya, agar Catatan Akashic di masa depan dapat berubah sesuai dengan keinginan kita.

Sepintas hal ini tampak mustahil. Tetapi dari uraian di atas sebenarnya tersirat adanya sebuah jagat parallel atau alam semesta yang berisi berbagai macam alternatif. Termasuk alternatif masa depan diri kita.

Dengan kata lain, kita dapat mengakses Catatan Akashic melalui berbagai macam cara. Diantaranya adalah, pembersihan batin, menjalankan prosesi agama secara benar, menghidupkan lathaif diri, dan lain-lain. Anda berminat?

LAUH MAHFUDZ

Catatan Akashic memiliki kemiripan dengan apa yang dikenal dalam ajaran Islam sebagai Lauh Mahfudz, yaitu kitab tempat Allah SWT menuliskan seluruh skenario/catatan kejadian di alam semesta.

Lauh Mahfudz disebut di dalam Al Qur’an sebanyak 13 kali. Diantaranya dalam surat Az Zukhruf 43:4, Qaf 50:4, An Naml 27:75.

Nama lain dari Lauh Mahfudz ini adalah Induk Kitab (ummul kitab) dan Kitab yang Terpelihara (Kitabbim Maknuun), “….pada kitab yang terpelihara (lauhul Mahfudz)..Surat Al Waqi’ah, 56:78).

Kitab yang Nyata (Kitabbim Mubiin)..” tiada sesuatupun yang gaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (lauh Mahfudz)…Surat An Naml (27:75).

Dalam Islam dijelaskan, Allah SWT telah mencatat segala kejadian-kejadian di dalam Lauh Mahfudz dari permulaan zaman sampai akhir zaman. Baik berupa kisah nabi, pengetahuan, tentang penciptaan alam semesta dan lain-lain. Semua itu ada dalam Lauh Mahfudz.

Meskipun demikian, semua yang telah tercatat dalam Lauh mahfudz tersebut, khususnya yang menyangkut masa depan dapat dihapus atau dirubah oleh Allah SWT. Inilah yang dimaksud dengan takdir.

Semua takdir dapat berubah atas kehendak Allah SWT. Adapun yang dapat merubah takdir yang tertulis dalam Lauh Mahfudz adalah doa dan usaha. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tiada yang bisa merubah takdir selain doa dan tiada yang bisa memanjangkan umur kecuali perbuatan baik”.

BaNi MusTajaB

RAHASIA DIBALIK KEGAGALAN RITUAL PESUGIHAN

Oktober 25, 2010 52 komentar


Advetorial

Cover Pengantin Lembah KematianPENGANTIN LEMBAH KEMATIAN

 SINOPSIS

Bagi perempuan di Kampung Lembah Kematian, menjaga agar dirinya tetap perawan, menjadi persoalan wajib yang tidak bisa ditawar-tawar. Mungkin saja suaminya kelak tidak akan mempermasalahkan ketidakperawanan istrinya. Namun tidak demikian bagi Mbah Bahuga. Tepat di malam pengantin, makhluk gaib pelindung kampung itu akan meniduri pengantin perempuan sebelum suaminya. Jika ternyata pengantin perempuannya sudah tidak perawan, dia akan dibunuh. Jika tidak, dipastikan kampung itu akan dilanda malapetaka.

Kenyataan itulah yang membuat Marni begitu tertekan menjelang hari  perkawinannya. Bukan karena Mas Turip tidak mau menerima keadaannya, tapi kenyataan bahwa ia akan menemui ajal di malam pengantin, membuatnya begitu gundah. Ya, dirinya sudah tidak perawan. Tentu Mbah Bahuga akan marah dan membunuhnya. Bagaimana Marni bisa keluar dari situasi yang rumit itu? Siapakah sebenarnya Mbah Bahuga?

PENGANTIN LEMBAH KEMATIAN

Penulis: Yon Bayu Wahyono 
ISBN: 979-1305-88-4

Tahun terbit: Februari 2014.

Jumlah Hal: iv + 202 hal

Ukuran: 13 cm x 20 cm

(Soft Cover).

Penerbit: Nusa Media Yogyakarta

Harga: Rp. 40.000,-

Silahkan pesan sekarang juga

Kirim sms ke no 08176645205 dengan format :

NAMA#ALAMAT#JUMLAH PEMESANAN

Tuliskan Nama Lengkap, Alamat pengiriman, Jumlah buku yang dipesan,

Kami akan mengirim nomor rekening beserta jumlah uang yang harus di transfer setelah ditambah ongkos kirim.

==================================

RAHASIA DIBALIK KEGAGALAN RITUAL PESUGIHAN

Budaya di negeri ini akrab dengan istilah pesugihan atau ilmu mendapatkan harta kekayaan secara cepat tanpa perlu kerja keras. Pesugihan memiliki banyak keragaman, seperti, pesugihan rantai babi, tuyul, babi ngepet, kandang bubrah,  butho ijo, batara karang, Gunung Kemukus (ritual seks pesugihan)dan lain-lain.

Semua pesugihan tersebut berkaitan dengan sosok jin yang dimintai bantuan untuk mengabulkan hajat menjadi kaya.

Pesugihan tidak mudah dikerjakan. Meskipun segala persyaratan telah dipenuhi, kenyataannya tetap gagal menjadi kaya.Uniknya, masyarakat di negeri ini terlanjur akrab dengan pesugihan. Sehingga apabila mengalamiu kegagalan akan berupaya terus memburu pesugihan di tempat lain.

Apa sebenarnya yang menyebabkan ritual pesugihan gagal? Berikut petikan bincang-bincang saya dengan Teguh Setya Budi, pria berjanggut putih yang menetap di Kranggan Bekasi.

Analisis

“Saya pernah menganalisa kegagalan ritual pesugihan,” Katanya.

“Sebenarnya tidak semua orang yang menjalani pesugihan mengalami kegagalan. Ada diantaranya yang berhasil. Tingkat keberhasilannya pun berbeda-beda. Ada yang berhasil 30 persen hingga 90 persen. Ada juga yang gagal total alias rugi modal,” kata Teguh memulai pembicaraan.

“Tetapi harus pula diketahui, mereka yang berhasil pun berpeluang mengalami kehancuran di kemudian hari jika syarat yang sudah ditetapkan tidak dipenuhi,” lanjutnya.

Menurutnya, pesugihan itu kontrak seumur hidup. Biasanya ada syarat-syarat yang ditetapkan jika berhasil. Misalnya, tumbal dan sesajen tertentu. Apabila berhasil, syarat tersebut harus dipenuhi seumur hidup. Jika ditinggalkan atau terlupa dapat terkena akibatnya yang berujung kematian dan kekayaannya ludes seketika. Perbincangan seputar ritual pesugihan yang gagal tergolong unik.

Tempat pesugihan cukup banyak di negeri ini. Misalnya di Bandung, Ciamis, Tasikmalaya, Sadang (Cikampek), Cirebon, Cilacap, Ambarawa, Wonosobo, Grabagan, Parakan, Batang, Karanganyar (Solo), Lasem, Banyuwangi, Trenggalek, Jombang, Palembang, Jambi dan di Pulau Kalong (NTT).

Faktor Kegagalan

Teguh mengungkapkan, terdapat 2 syarat yang berkaitan dengan ritual pesugihan, yaitu: syarat yang harus dipenuhi sebelum ritual (berkaitan dengan sesajen dan jenis minyak tertentu) dan syarat yang harus dipenuhi pada saat ritual (berkaitan dengan mantera dan teknik ritual). Apabila syarat pertama dan kedua gagal dipenuhi, maka dapat dipastikan ritual akan gagal.

Adapun penyebab kegagalan menjalani ritual pesugihan cukup banyak. Namun, secara garis besar ada 5 faktor, yaitu: salah waktu, salah sesajen, salah bahasa, salah teknik, dan salah tempat.

“Sepintas memang tampak sederhana faktor kesalahan tersebut. Kenyataannya sangat sulit,” Kilahnya sambil tertawa. Menurutnya, sebuah tempat pesugihan memiliki aturan-aturan baku (patrap, bhs.Jawa) yang sudah turun temurun. Jika dilanggar sedikit saja, dapat dipastikan ritual gagal total.

Dia memberi contoh seputar faktor salah waktu. Dalam tradisi ritual pesugihan, waktu memegang peranan penting. Istilah waktu ini berkaitan dengan hari, weton dan jam ritual. Misalkan, hari Selasa-Kliwon, Sabtu-Pahing atau Jumat-Pon. Ada keterikatan kuat antara hari dalam penanggalan Nasional dengan hari dalam penanggalan Jawa.

Begitupula dalam hal jam. Ritual pada Selasa-Kliwon menandakan ritual tersebut dilaksanakan pada hari Senin sore dan bukan pada hari Selasa sore. Lima faktor kesalahan tersebut jika dijabarkan sangat luas. Misalkan, salah sesajen berkaitan dengan sesajen (ubo rampe) yang biasa dilakukan di tempat pesugihan tersebut.

Salah bahasa berkaitan dengan mantera-mantera yang dibaca, nama jin yang dipanggil dan permintaan dari orang yang menjalani ritual. Salah teknik berkaitan dengan salah duduk dan salah arah.

Salah tempat berkaitan dengan kesalahan menentukan lokasi yang tepat.

Resiko

Teguh mengatakan bahwa mencari kekayaan melalui pesugihan memiliki resiko tinggi. Terutama jika dalam proses ritual terjadi kontak dengan sosok gaib yang dituju. Pelaku ritual bisa sakit atau mengalami peristiwa yang dapat merenggut nyawanya. Misalnya,  dia pernah mendengar cerita orang yang usai menjalani ritual pesugihan, dalam perjalanan pulang, kendaraan yang ditumpangi nyaris tabrakan. Kejadian itu selalu terulang setiap kali selesai menjalani ritual pesugihan.

Bahkan pernah dalam suatu peristiwa, makhluk gaib yang dipanggil tidak sesuai dengan yang diinginkan dan yang datang makhluk gaib lain yang malah menyerang acara prosesi ritual hingga yang hadir lari tunggang langgang.

“Saya menyarankan untuk tidak coba-coba mengikuti ritual pesugihan. Keuntungannya hanya sessat. Dus, bukan keuntungan yang di dapatkan, melainkan bencana seumur hidup,” katanya.

Pesugihan merupakan perbuatan batil yang wajib ditinggalkan.

AGUS SISWANTO

KISAH PESUGIHAN: BERJUALAN SATE GAGAK DEMI MERAUP UANG GAIB



RAHASIA PESUGIHAN DALAM ISLAM (VIDEO)