Arsip

Archive for the ‘berita’ Category

VIDEO MENGEJUTKAN: DITANGKAP AKIBAT MENARI DI GEDUNG MEMORIAL JEFFERSON

Juni 3, 2011 15 komentar

Sejumlah orang ditangkap saat menari di Gedung Memorial Jefferson, di Washington, Amerika, pada sabtu 28 mei lalu.

Jika Anda melihat tayangan video ini, tentu saja Anda akan terkejut melihat bagaimana cara polisi menangkap mereka.

Orang-orang yang ditangkap tersebut memang sengaja menari untuk memprotes keputusan pengadilan terhadap larangan menari di Gedung Memorial Jefferson.

Sebelumnya, seorang hakim bernama John Bates memutuskan telah melarang menari di tempat tersebut karena dianggap merusak suasana tenang dan mengurangi rasa hormat pada mendiang Presiden Amerika ketiga Thomas Jefferson.

Hal itu terkait dengan aksi seorang wanita yang ditangkap pada 2008, gara-gara menari di Memorial Jefferson pada peringatan kelahiran Jefferson.

Mary b. Oberwetter ditangkap pada malam 13 April 2008. Dia dan beberapa rekannya berkumpul pada malam peringatan itu dengan cara menari-nari. Namun tindakannya dibubarkan aparat kepolisian. Bahkan Mary ditangkap.

Kemudian Mary mengajukan gugatan ke pengadilan. Mary menilai penangkapannya melanggar kebebasannya berekspresi.Tapi Hakim Bates akhirnya memutuskan bahwa polisi yang menangkapnya telah melakukan tindakan yang benar dan menilai Memorial Jefferson bukan forum publik biasa, dimana orang bebas menari.

Keputusan itulah yang mengundang protes. Sabtu 28 Mei lalu, sejumlah orang datang untuk menunjukkan ekpresi protesnya dengan cara menari di Memorial Jefferson. Petugas pun datang mencegah aksi mereka.

Salah satu aktivis anti perang yang juga host acara Rusia Today, Adam Kokesh, ikut pula menari. Kokesh pun ditangkap bersama para penari lainnya.

Dalam waktu singkat, sekitar delapan aktivis yang menari itu ditangkap. Mereka ditangkap dengan cara kasar. Bahkan ada yang dibanting dan dipelintir tangannya, sebelum kemudian diborgol.

Di sini kita melihat, Thomas Jefferson, presiden ketiga Amerika Serikat, yang pernah berkata bahwa pemerintah yang tepat adalah pemerintah yang tidak hanya melarang individu dalam masyarakat dari pelanggaran terhadap kebebasan individu lainnya, tetapi juga menahan diri dari mengurangi kebebasan individu.

Dus, sungguh ironis apa yang dikatakan Thomas Jefferson dengan kenyataan yang ada saat ini.

Gedung Jefferson Memorial di bangun pada 1943 dengan arsiteknya John Russel Pope. Gedung bergaya Roma ini didesain untuk melengkapi simbol demokrasi Amerika. Di lingkungan Jefferson Memorial ini terdapat pula Lincoln Memorial yang berhadapan dengan Gedung Capitol.

Ya, begitulah Amerika…. Ada-ada saja …

BaNi MusTajaB

video penangkapan Adam Kokesh pada 28 Mei 2011

video penangkapan Mary Oberwetter pada 13 April 2008

 

PESAN TERAKHIR ASY SYAHID OSAMA BIN LADEN KEPADA KELUARGANYA

Asy Syahid Osama bin Laden

Asy Syahid Osama bin Laden

Sebuah surat kabar Kuwait merilis laporan seputar pesan Asy Syahid Osama bin Laden.
Disebutkan, Asy Syahid Osama bin Laden meminta maaf kepada keluarganya dan kepada 24 anaknya karena telah mengabaikan mereka sepanjang hidupnya.

Dia melakukan itu semata-mata rasa tanggung jawabnya atas panggilan jihad.
(You, my children, I apologise for giving you so little of my time because I responded to the need for Jihad).

Dia juga meminta isterinya untuk tidak menikah lagi, tetapi mengabdikan hidupnya untuk membesarkan anak-anaknya.
(Don’t consider marrying again, and devote yourselves to your children and guide them to the right path).

Asy Syahid Osama bin Laden juga memohon kepada keluarganya, khususnya anak-anaknya, untuk tidak berjihad mengikuti jejaknya (maksudnya, berperang).

Pesan Osama agar anak-anaknya tidak berjihad ini mengikuti Khalifah Umar bin Khattab. Sebuah riwayat mengisahkan, Khalifah Umar pernah menulis surat kepada anaknya, Abdullah bin Umar agar tidak berjihad. Di sini, jihad yang dimaksud Khalifah Umar adalah pergi berperang.

(The instruction to his 24 children not to fight jihad cites a precedent from the Islamic texts. Omar bin al-Khattab, the successor of the Prophet Mohammad as Islam’s leader, also left written instructions to his son, Abdullah, not to wage holy war ).
( bin Laden’s four-page will, published in a Kuwaiti newspaper, apologizes to his 24 children for neglecting them throughout his life, and ordered his wives not to remarry but to devote their lives to raising their kids. He also beseeched them not to fight jihad, in a parallel with Islamic leader Omar bin al-Khattab, who instructed the same to his own son. His vast fortune is not mentioned).

Dalam dokumen bertanggal 14 Desember 2001 itu, tertera tanda tangan dan nama “Kakakmu Abu Abdullah Muhammad Osama Bin Laden”.

Sebenarnya dokumen tersebut pernah dikeluarkan harian The Washington Post pada tahun 2002. Namun Al Qaeda membantahnya dan menilai dokumen tersebut palsu.

Detik-detik terakhir Kematian Asy Syahid Osama bin Laden

Sementara itu, laporan terakhir menyebutkan bahwa dalam proses penangkapan tersebut, sebenarnya Asy Syahid Osama bin Laden ditangkap hidu-hidup.

Namun tidak lama kemudian dieksekusi. Beliau ditembak dibagian kepala dan lehernya. Peristiwa eksekusi ini dilakukan dihadapan salah seorang anaknya yang masih berumur 12 tahun. Pada pakaiannya ditemukan sejumlah uang dan dua buah telpon selular.

Beberapa saat setelah ditembak, isteri dan anak perempuan asy syahid sempat diminta untuk mengidentifikasi jasad almarhum sebelum kemudian dibawa helikopter.

Laporan itu juga menyebutkan, Asy Syahid Osama bin Laden tidak bersenjata dan tidak melakukan perlawanan apapun. Namun ada diantara anggota keluarganya yang berusaha melindunginya.

Diberitakan, salah seorang isterinya yang berusaha melindunginya ditembak di bagian kakinya. Sementara salah seorang anaknya tewas tertembak dalam aksi penyergapan tersebut.

Terkait belum dirilisnya foto jasad Asy Syahid Osama bin Laden, ternyata memang tidak akan pernah dipublikasikan.

Dalam sesi wawancara dengan sebuah stasiun televisi, Presiden Obama berjanji tidak akan mempublikasikan foto-foto jasad Osama bin Laden.

BaNi MusTajaB

Sumber:
Osama bin Laden dead Im sorry for neglecting you a final message to his 24 children

Osama bin Laden

Tulisan lain:

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN: OSAMA BIN LADEN WAFAT

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN: OSAMA BIN LADEN WAFAT

Siang ini, 2 Mei 2011, beredar berita seputar meninggalnya Usamah bin Ladin (Osama bin Laden).

Kebenaran berita tersebut belum dapat dipastikan. Tetapi dikabarkan, berita kematian Osama bin Laden akan diumumkan langsung Presiden Obama.

Pembaca Budiman,

Kematian Osama bin Laden tentu menghebohkan. Sebagian masyarakat  menyambutnya dengan suka cita. Khususnya mereka yang anggota keluarganya menjadi korban serangan 11 September.

Sebagian masyarakat yang lain tentu mendengar berita ini dengan sikap sedih, tidak peduli atau malah tidak tahu sama sekali.

Biarlah masyarakat di dunia ini menilai kematian Osama bin Laden dengan segala cara yang dipilihnya.

Namun satu hal yang mungkin dapat kita ketahui, selama sepuluh tahun terakhir ini,  Osama bin Laden menjadi satu-satunya sosok yang paling sering dibicarakan di dunia ini.

Ada yang membicarakannya dengan nada negatif, seperti mengaitkannya dengan kekerasan di dunia.

Adapula yang membicarakannya dengan nada positif, seperti mengaitkannya dengan bangkitnya harga diri umat Islam dunia yang selama ini sering ditindas para penguasa dunia.

Dan yang sudah pasti, ada banyak manusia yang tidak mau membicarakan sosok Osama bin Laden.

Apapun pandangan manusia di Bumi ini terhadap sosok Osama bin Laden, hendaknya patut disadari bahwa Beliau adalah manusia biasa yang memiliki batas waktu usia hidup di dunia ini.

Osama bin Laden adalah manusia yang sama seperti kita juga. Pernah merasakan hidup, lalu mati. Tidak ada yang ditinggalkannya, kecuali catatan kebaikan dan keburukannya.

Cepat atau lambat, kita pun akan mati dan dikubur di dalam tanah. Meninggalkan semua yang kita miliki selama hidup di dunia ini.

Satu hal yang mungkin diharapkan, khususnya umat Islam, adalah kematian khusnul khotimah. Sebuah akhir kehidupan yang baik.

Tentu hanya Tuhan yang tahu, dalam posisi bagaimana kematian Osama bin Laden. Apakah khusnul khotimah atau suul khotimah (akhir yang buruk).

Sebagai umat Islam, tentu kita berharap, kelak ketika kita meninggalkan dunia ini dalam keadaan khusnul khotimah. Sebab itu adalah cita-cita pamungkas seorang muslim.

Demikianlah…

Illa ruhi Usamah bin Ladin…al fatihah…

Allahumma firlahu warhamhu waafihi wafuanhu waakrim nuzulahu…..

amin ya robbal alamin

BaNi MusTajaB

(..menitikkan air mata)

Tulisan lain:

PESAN TERAKHIR ASY SYAHID OSAMA BIN LADEN KEPADA KELUARGANYA

DUA JURNALIS FOTO TEWAS DALAM KONFLIK DI LIBYA

April 22, 2011 23 komentar

Dua fotografer paling terkenal dalam liputan perang, tewas oleh tembakan mortar yang dilepaskan pasukan Moammar Khadafy di Misrata, Libya, hari Rabu, 20April 2011.

Chris Hondros ( 41 thn) dan Hetherington (40 thn) mempertaruhkan hidup mereka untuk meliput konflik di berbagai belahan dunia.Keduanya pernah pula menjadi finalis Pulitzer Prize.

Chris Hondros, koresponden senior Getty Images dan temannya Tim Hetherington, nominator Oscar untuk film documenter di Afghanistan berjudul Restrepo terkena roket saat pasukan loyalis Khadafy membom Misrata.

“Masyarakat artistik dan jurnalistik telah kehilangan dua bintang bersinar,” kata Mikha Garen, rekannya dalam pembuatan film documenter.

Hetherington, seorang warga Inggris yang tinggal di Williamsburg, sempat menulis pesan tweeternya pada hari Selasa,”Misrata dikepung. Tembakan membabi buta pasukan Khadafi. Tidak ada tanda NATO..”

Sebastian Junger, penulis buku terlaris The Perfect Storm, menyebut Hetherington sebagai jurnalis paling berani yang pernah dikenalnya.

“Tidak ada cara untuk mengungkapkan kehancuran dan kesedihan saya pada kematian sahabatku,” kata Junger, yang pernah melakukan perjalanan berbahaya ke Lembah Korengal di Afghanistan bersama Hetherington.  Keduanya terlibat dalam pembuatan film documenter Restrepo yang mendapat nominasi Piala Oscar. Tim Hetherington, nominator Oscar untuk kategori sutradara film documenter. Film ini menjadi film documenter terbaik Festival Film Sundance 2010.

Tim Hetherington

Melalui karyanya, Hetherington berusaha menunjukkan sisi manusiawi para tentara di medan perang.

Belum lama ini Hetherington memenangkan penghargaan untuk karya dokumenter Restrepo. Sebuah film yang menggambarkan kehidupan sebuah peleton tentara Amerika yang beroperasi di wilayah berbahaya di Korengal Valley, Afghanistan.

Selama waktu itu, Hetherington juga merilis buku yang memuat karya foto-foto terakhirnya. Serangkaian foto tentara yang ditampilkan baik sebagai agressors dan korban perang.

“Tim selalu berusaha menyatukan potongan-potongan dari semua berita yang sedang terjadi di sekelilingnya, untuk mencari tahu bagaimana menceritakan kisah keseluruhan mereka. Dia melakukan itu dalam situasi perang dan secara lebih khusus bersama tentara yang pergi berperang, “tulis Paul Moakley, teman Hertherington dan staf penulis di Majalah Time.

Dalam salah satu tulisannya, Tim Hetherington menulis,

“Sebagai fotografer, kita sering berpikir tentang mesin perang melalui gambar rudal, tank dan helikopter apache. Tetapi aku datang untuk menunjukkan mesin perang ini, pada kenyataannya, sangat manusiawi. Ambil contoh, sekelompok pemuda, melatih mereka bersama-sama, menempatkan mereka di sisi gunung dan mereka akan membunuh dan dibunuh untuk satu sama lain.”

Chris Hondros

Sementara Chris Hondros yang berkewarganegaan Amerika, sepanjang karirnya yang 20 tahun, kerap kali lolos dari maut saat meliput beberapa konflik terburuk di dunia. Termasuk di Kosovo, Sierra Leone, Kashmir, Tepi Barat, Afghanistan dan Irak.

Chris menjadi finalis Pulitzer atas karyanya saat meliput konflik di Liberia.

“Ia akan menikah pada bulan Agustus, “kata Stephanie Gaskell, seorang mantan koresponden perang Daily News.

“Chris tergolong fotografer perang yang terbaik. Sifatnya rendah hati, hati-hati dan selalu ingin membantu orang lain.Dia adalah sebuah inspirasi bagi kita semua dan seorang teman baik. Kami semua berdoa untuknya,” katanya.

Belum lama ini, Hondros juga menyajikan sejumlah foto kerusuhan di Tahrir Square, Mesir.  Dia sempat membandingkan kerusuhan itu dengan “pemberontakan budak di zaman Fir’aun, empat ribu tahun yang lalu.”

Bulan lalu, Hondros  menulis dalam Chicago Tribune. Sebuah tulisan yang merupakan prinsip dasar sebuah liputan jurnalistik di wilayah konflik perang.

“…Bersiaplah untuk kondisi yang tak terduga. Jaga dan simpan fotomu. Ingatlah, bagaimana cepatnya situasi yang aman berubah menjadi berbahaya.”

Tulisan ini dimaksudkan untuk mengingat pula bahwa ada beberapa jurnalis dari negeri ini yang juga sedang meliput di wilayah konflik, seperti di Libya dan Afghanistan. Diantaranya jurnalis perempuan  dari Metro TV dan  jurnalis pria dari TVOne.
Semoga Tuhan melindungi para jurnalis tersebut. amin

BaNi MusTajaB

karya foto Chris Hondros di Libya

This slideshow requires JavaScript.

“Restrepo” Trailer

DEBBY AYU…BOOM SEX TITISAN JENGLOT PANTAI SELATAN

Januari 19, 2011 52 komentar


Debby Ayu...Boomsex Titisan Jenglot

Debby Ayu...Boom Sex Titisan Jenglot

SYUTING JENGLOT PANTAI SELATAN DIWARNAI KESURUPAN MASSAL

GAYUS DAN JENGLOT PANTAI SELATAN

Debby Ayu merasa nyaman menjadi boom sex…hmmm..dengarkan saja penuturannya…

DEBBY AYU: MERASA NYAMAN JADI BOOM SEX TITISAN JENGLOT

SYUTING JENGLOT PANTAI SELATAN DIWARNAI KESURUPAN MASSAL

Januari 15, 2011 30 komentar

Beberapa perempuan pendukung film Jenglot Pantai Selatan kesurupan. Persoalannya hanya sepele…….

Pada 22 Desember 2010 lalu, saya mendapat telpon dari sahabat yang sedang syuting film JENGLOT PANTAI SELATAN di Pantai Sawarna, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Melalui ponselnya, Buanergis Muryono, demikian namanya, mengaku mendapat amanah dari penghuni gaib Goa Langir yang harus disampaikan kepada publik.

“Mas, mohon datang  ke lokasi syuting. Ada amanah yang harus disampaikan,” kata Mas Yono, sapaan akrabnya.

Undangan semacam itu bukan pertama kali. Aktor senior yang banyak terlibat dalam film horror ini, sering mengajak saya ke lokasi syuting  di daerah. Tentu saja saya memanfaatkanya untuk menelusuri nuansa mistis daerah yang dikunjungi.

Selanjutnya, saya berangkat dari Jakarta pada 23 Desember menuju lokasi yang terkenal dengan pantainya yang indah itu. Sekitar pukul 22.00 WIB, tiba di Kampung Cibeas, Desa Sawarna.

Saya menemui Mas Yono di lokasi syuting. Sebuah pulau kecil (delta) di tepi Pantai Sawarna. Dia memberi isyarat kepada saya agar melakukan meditasi. Saya faham apa yang dimaksudkannya.

Uluk salam, tegur sapa atau kulo nuwun (bhs. Jawa) merupakan kebiasaan yang selalu saya lakukan jika mengunjungi daerah yang kental nuansa mistisnya.

Menyapa para penghuni gaib yang berada di suatu daerah bukan hal sulit. Apalagi jika kita memanfaatkan daerah tersebut untuk suatu kepentingan tertentu. Sebagai sesama makhluk Tuhan, wajarlah menyapa makhluk yang hidup di alam berbeda.

Tidak lama kemudian, kegiatan syuting berhenti. Semua pemain dan kru beristirahat di penginapan yang disediakan.

Goa Langir

Kawasan Desa Sawarna memiliki rangkaian pegunungan karst (gamping) yang memiliki banyak goa (caves). Beberapa goa tersebut adalah Goa Langir, Goa Lauk dan Goa Lalay. Selain syuting di pulau kecil, Goa Langir juga menjadi lokasi syuting yang jaraknya berdekatan.

Dua hari sebelum saya tiba di lokasi, terjadi kegaduhan saat syuting di Goa Langir. Ada sekitar 7 pemain film perempuan kesurupan. Tentu saja suasana kacau dan menakutkan.

“Peristiwa itu terjadi lantaran mereka tidak faham tata krama dalam mengunjungi tempat wingit. Seolah tempat tersebut hanya goa kosong tak berpenghuni. Padahal ada komunitas di dalamnya,” demikian kata Mas Yono.

Menurutnya, sosok gaib yang menghuni Goa Langir adalah Ki Ageng Langir, isteri dan anaknya, demikian kata Mas Yono.

“Bagaimana sebenarnya sosok Ki Ageng Langir,” tanya saya.

“Ki Ageng Langir lembut dan tenang. Dia tergolong sosok yang suka membantu orang. Dia mengaku huniannya diusik manusia secara tidak wajar. Mestinya harus ijin dan kulo nuwun dulu, “ jawab Mas Yono.

“Sebaliknya, sifat anaknya keras dan pemarah. Jika ada yang mengusik tempatnya, dia tidak segan-segan mengganggunya. Khususnya mereka yang tidak punya tata krama. Itulah sebabnya, ketika ada beberapa orang yang meremehkan tempatnya, dia marah hingga orang yang meremehkannya itu kesurupan,“ lanjutnya.

Selanjutnya Mas Yono mengatakan, Ki Ageng Langir memilih Goa Langir lantaran ingin menyepi dan menjauh dari keramaian kota tempat tinggal sebelumnya. Dia juga menghindar dari intrik kekuasaan dimana dia berdiam sebelumnya.

Tujuan menetap di tepi pantai yang sepi itu adalah untuk ketenangan dirinya. Dia lalu mengajak isteri dan anak angkatnya menuju Goa Langir, di tepi Pantai Sawarna. Di tempat itulah Ki Ageng Langir bersama keluarganya menjalani hidup baru bersama masyarakat sekitar hingga akhir hayatnya.

Mas Yono mengungkapkan, sebenarnya Goa Langir sangat cocok dijadikan tempat menyepi. Khususnya bagi mereka yang ingin mengetahui jati diri (sedulur papat limo pancer). Namun sejauh ini tempat itu tergolong berbahaya, terutama jika terjadi pasang laut. Air yang masuk dapat merendam mulut Goa. Jika tidak berhati-hati dapat membahayakan jiwa.

“Apa sebenarnya amanah yang hendak disampaikan Ki Ageng Langir?” tanya saya.

Mas Yono mengemukakan bahwa setelah dirinya berhasil menyembuhkan para perempuan yang kesurupan itu, dirinya sempat berdialog panjang dengan Ki Ageng Langir.

“Masyarakat desa ini kurang peduli dengan lingkungan sekitar, khususnya tempat-tempat wingit. Mereka memanfaatkan pantai dan goa untuk kepentingan wisata tanpa memerhatikan kebersihan,” ujar pria pemilik Sanggar Mariska ini. Sanggar akting yang khusus mendidik para calon aktor dan aktris ini telah  memiliki 20 cabang di Jakarta dan sekitarnya.

Selanjutnya dikatakan, sampah-sampah bekas para pengunjung berserakan di dalam goa tanpa ada yang membersihkan. Termasuk mereka yang membuat coretan-coretan di dinding goa. Bahkan tepi pantai sering dijadikan tempat mesum kaum muda.

“Ki Ageng Langir berpesan agar huniannya dihormati dengan sewajarnya. Tidak perlu dengan menyediakan sesajen atau ubo rampe. Cukuplah dengan membersihkan sampah yang berserakan,”kilahnya tanpa mau mengungkapkan amanah yang lainnya.

Menurutnya, amanah lainnya hanya khusus untuk tokoh-tokoh warga setempat. Bukan untuk konsumsi publik.

Ketika saya mengemukakan rencana hendak ke Goa Langir, dia berkata,“ Mudah-mudahan kamu dapat mengambil gambar. Sebab saya tidak diizinkan memotret Goa Langir,”ujarnya mengutip pesan Ki Ageng Langir.

Foto Gagal

Kisah Ki Ageng Langir membangkitkan minat saya untuk melihat langsung Goa Langir. Tentu percuma saja datang jauh-jauh hanya mengumpulkan cerita tanpa melihat lokasi yang dimaksud.

Kemudian saya mendekati seorang pria warga setempat untuk mengantarkan ke Goa Langir. Meski tampak jelas ada rasa kekhawatiran. Maklumlah, pria itu tahu benar aroma mistik goa tersebut. Apalagi baru saja terjadi peristiwa kesurupan yang menimpa para pemain film.

“Boleh saya tahu tujuan Anda?” Tanya pria itu. Nada suaranya menunjukkan keraguan memenuhi keinginan saya.

“Saya hanya ingin mengambil gambar Goa Langir. Jika memungkinkan, saya juga hendak masuk ke dalamnya,” Jawab saya.

Pria itu tampak diam memikirkan sesuatu. Sementara saya menatap matanya untuk meyakinkannya.

“Insya Allah tidak akan terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Kami datang dengan niat baik hendak menulis cerita daerah ini dan tidak bermaksud lain,” ujar saya bernada serius.

Pukul 15.30 WIB, saya bersama pria itu berjalan menyusuri pantai menuju Goa Langir. Dalam amatan saya, memang terdapat banyak goa di sisi tebing terjal tepi pantai. Goa Langir hanya salah satu saja dari goa-goa yang ada.

Beberapa saat kemudian, saya tiba di depan Goa Langir. Saya pun mengeluarkan kamera digital yang berada di dalam tas. Sebelum memotret, saya hening sejenak minta izin memotret.

Tentu saja foto-foto tergolong vital dalam perjalanan ini. Data yang diperoleh kurang mendukung jika tidak disertai dokumentasi gambar. Namun, pada saat memotret, sempat terdengar bisikan halus,”…cukup, cukup.”

Tampaknya suara itu dari sosok gaib putra Ki Ageng Langir. Tetapi saya  tidak terlalu peduli. Bagaimanapun dokumentasi harus tetap dilakukan. Sementara pria tua yang mengantarkan saya mulai gelisah.

Setelah mengambil beberapa gambar, saya pun meninggalkan lokasi tersebut. Pemotretan itu melengkapi perjalanan di Pantai Sawarna. Setelah sebelumnya mengambil gambar di Tanjung Layar dan sekitarnya.

Selanjutnya saya  mengambil gambar kegiatan syuting film Jenglot Pantai Selatan arahan Rizal Mantovani. Film yang dibintangi Debby Ayu, Wichita,  Zidni Adam  dan lain-lain ini, tampaknya cukup menarik. Terutama sosok jenglot yang orisinil dan berbeda dengan gambaran umum kita tentang jenglot.

Ketika saya kembali ke Jakarta, terjadi keanehan. Semua foto Goa Langir dan keindahan Pantai Sawarna utuh sempurna. Sedangkan foto yang berkaitan dengan syuting tidak ada sama sekali. Inilah pengalaman pertama saya mengalami gangguan dalam hal dokumentasi.

BaNi MusTajaB

Tulisan lain:

GAYUS DAN JENGLOT PANTAI SELATAN

DEBBY AYU…BOOM SEX TITISAN JENGLOT

Debby Ayu merasa nyaman jadi boom sex..hmmmm..dengarkan saja penuturannya.

DEBBY AYU: MERASA NYAMAN JADI BOOM SEX TITISAN JENGLOT

Debby Ayu-Jenglot Pantai Selatan

 

ISTIGHOSAH PSSI MEMUPUS TIMNAS MENJUARAI AFF 2010

Desember 29, 2010 17 komentar

KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengungkapkan penyesalannya  saat Timnas Indonesia datang ke sebuah pesantren untuk melakukan istighosah pada 23 Desember 2010, hanya beberapa jam sebelum berangkat ke Malaysia.

“Pemain bola tugasnya ya latihan, masak pemain bola istighosah,” katanya.

Selain istighosah, PSSI juga memboyong Firman Utina, dkk mendatangi rumah Aburizal Bakrie.

Kegiatan yang tidak relevan

Tentu sah-sah saja Ketua Umum PSSI Nurdin Halid membuat agenda bagi Timnas untuk berkunjung ke pesantren atau ke rumah Aburizal. Apalagi juga disebutkan  Aburizal adalah donatur tetap kegiatan PSSI.

Andaikan tidak ada kunjungan itu, tentu saya tidak pernah tahu Aburizal Bakrie menjadi donatur tetap dan mungkin donatur terbesar  bagi PSSI.

Persoalannya adalah, kedua acara tersebut terjadi di saat kejuaraan sepak bola AFF 2010 belum selesai dan masih dibutuhkan tingkat konsentrasi tinggi untuk bertarung dalam final.

Hasilnya, 26 Desember lalu, Timnas kalah 0-3 dari Tim Malaysia pada leg 1 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Tulisan ini tidak bermaksud menganalisis kekalahan itu.  Biarlah para komentator  yang memang ahli dalam pesepakbolaan yang membedahnya.

Persoalannya adalah acara istighosah PSSI di bulan Muharram.

Istighosah

Istighosah adalah memohon pertolongan pada Allah SWT ketika keadaan sukar dan sulit. Istighosah juga sebuah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam mengatasi berbagai kesulitan dan berbagai krisis.

Selain itu, istighosah mengandung makna berupa peningkatan nilai solidaritas antara umat muslim, mempererat tali persaudaraan, menggalang silaturrahmi dan bentuk kepedulian sosial atau agama yang memiliki orientasi kebahagiaan hidup umat muslim sedunia.

Istighosah dilakukan dengan membaca doa, dzikir, sholawat dan bacaan lain yang mengandung permintaan pertolongan kepada Allah SWT.

Dalam surat Al-Anfal ayat 9 disebutkan,  “(Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu Dia mengabulkan permohonanmu.” (QS Al-Anfal:9).

Ayat ini menjelaskan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW memohon bantuan dari Allah SWT, saat itu beliau berada di tengah berkecamuknya Perang Badar.

Ketika itu kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar dari pasukan Islam. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Nabi dengan memberi bantuan pasukan tambahan berupa seribu pasukan malaikat.

Singkat kata, istighotsah adalah memohon pertolongan dari Allah SWT untuk terwujudnya sebuah “keajaiban” atau sesuatu yang dianggap tidak mudah untuk diwujudkan.

Dari uraian itu menjadi jelas bahwa istighosah dilakukan dalam situasi dan kondisi mendesak dan kritis.

Di negeri ini, istighosah kerap dilakukan, misalnya terkait dengan adanya bencana alam atau masa paceklik yang panjang. Meski begitu, istighosah juga pernah dilakukan untuk mendukung seorang calon bupati kepala daerah. Hasilnya, sang calon bupati gagal menjadi bupati.

Sepak Bola

Istighosah PSSI-Nurdin Halid dilakukan pada bulan Muharram yang merupakan bulan keberkatan dan rahmat karena bermula dari bulan inilah berlakunya segala kejadian alam ini. Bulan Muharram juga merupakan bulan yang penuh catatan sejarah. Diantaranya:

Khalifah Umar Al-Khattab mulai membuat penetapan bulan dalam kalender Hijrah dan peringatan Hari Asyura pada 10 Muharram.

Peristiwa penting dalam bulan Muharram adalah terbunuhnya Husein bin Ali bin Abi Thalib ra, cucu Rasulullah SAW, di Karbala, Irak, pada hari Jum’at  10 Muharam 61 H.

Peristiwa pembunuhan di Karbala inilah yang mengusik ingatan saya terkait dengan olah raga Sepak Bola.

Dikisahkan, ketika Husein ra  terbunuh bersama para pengawalnya, kepala-kepala mereka dipancung putus.

Setelah itu,  kepala-kepala korban dijadikan permainan bola oleh pasukan pembunuh. Kecuali kepala Husein ra yang dibawa ke hadapan Ubaidillah bin Ziyad di Kufah.

Potongan kepala Husein ra akhirnya di bawa ke Madinah dan dikuburkan di sana. Sedangkan jasad Husein ra dikuburkan di tempat terbunuhnya.

Peristiwa terbunuhnya Husein ra dalam bulan Muharram itu diperingati sebagai Hari Asyura, khususnya oleh kaum Syiah.

Salah satu tradisi terpenting dalam bulan Muharram, khususnya saat Hari Asyura itu adalah larangan bermain sepak bola. Mengapa demikian?

Karena hal itu untuk menghormati para syuhada korban pembunuhan yang potongan kepalanya dijadikan bahan permainan sepak bola. Dengan kata lain, segala sesuatu yang berkaitan dengan sepak bola dilarang dilakukan.

Mereka yang melakukannya dianggap sebagai bentuk penghinaan kepada cucu Rasulullah SAW, Husein ra dan akan mendapat bala atau bencana.

Tetapi istighosah PSSI pimpinan Nurdin Halid sudah dilaksanakan. Sebuah acara yang sesungguhnya tidak perlu dilakukan. Tampaknya bala akan terjadi.

PSSI gagal menjadi juara ASEAN Football Federation (AFF) Suzuki Cup 2010.

Apakah benar uraian prakiraan saya di atas?

Wallahualam bissawab.

BaNi MusTajaB