LUKISAN SULTAN HASANUDDIN KARYA BAHTIAR HAFID (VERSI TERBARU)

Posted on Desember 2, 2011

10


Bahtiar Hafid merupakan sosok pelukis yang mendasarkan obyek lukisannya berdasarkan pandangan ekstra dimensi (supraspiritual). Sebelum melukis, Bahtiar mengawalinya dengan zikir. Lalu sosok gaib yang hendak dilukis datang ke hadapannya dan berkomunikasi.

Bahtiar melukis sosok gaib yang berada di depannya. Tentu saja lukisannya bisa berbeda dengan lukisan yang diketahui masyarakat. Beliau pernah melukis Syekh Yusuf, Pangeran Diponegoro dan isterinya (RA Ratu Ratnaningsih), Arung Palakka, Sultan Alauddin, Sultan Hasanuddin, Cornelis Speelman dan beberapa tokoh lain.

Saya menemui Bahtiar Hafid di kediamannya di Kompleks Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

“Sejak kapan Anda melukis tokoh-tokoh sejarah ini?” tanya saya.

“Saat saya mulai bertempat tinggal di benteng Somba Opu ini pada awal 90-an,” jawab Bahtiar.

Lebih jauh dikatakan, suatu ketika dirinya sedang berzikir seperti biasanya. Lalu tiba-tiba muncul getaran aneh yang dirasakannya. Pandangan mata batinnya pun menangkap sosok orang-orang yang pernah hidup di masa lampau, masa kejayaan Kerajaan Gowa.

Pandangan mata batin inilah yang kemudian diekspresikannya dalam kanvas lukisan. Sejak itu, puluhan lukisan tokoh-tokoh dalam sejarah Makassar lahir dari tangannya.

“Saya melukis wajah tokoh yang tidak ada foto atau gambarnya,” kata pria yang karya lukisnya mendapat pengakuan dari IBC (International Biographical Centre), Inggris pada 2001 dan penghargaan internasional dari Presiden Children Art Studio ST.Cyrill and Methode (The small monmartre of Bitola) Republic of Macedonia pada 2000. Intinya tokoh yang pernah hidup disaat era fotografi belum dikenal.

“Meskipun tokoh itu pernah dilukis atau ada lukisan sebelumnya, saya tidak memersoalkannya. Saya melukis berdasarkan pandangan mata batin saya. Bukan mengikuti lukisan yang sudah ada,” ujarnya.

Pria kelahiran Pinrang tahun 1947 ini menuturkan, suatu ketika dirinya diminta melukis Sultan Alauddin(1593 -1639), Raja Gowa pertama yang memeluk Islam. Setelah lukisan tersebut selesai, ternyata muncul ketidak setujuan dari pihak tertentu.

Di tengah polemik tersebut, datang seorang ulama dari Mesir yang kebetulan memiliki kemampuan ekstra dimensi. Ulama ini juga mursyid dari sebuah kelompok tarekat. Setelah melakukan kontemplasi batin, ternyata ulama tersebut sepakat dengan hasil lukisan Bahtiar, bahwa memang itulah wajah Sultan Alauddin.

Tampaknya, ulama itu dapat melihat Sultan Alauddin melalui pandangan mata batinnya. Kini lukisan Sultan Alauddin tersebut berada di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Alauddin, Makassar. Sedangkan duplikatnya ada di Museum Balla Lompoa.

LUKISAN SULTAN HASANUDDIN

“Ketika itu saya diminta oleh 2 orang professor dari Universitas Hasanuddin untuk memvisualkan wajah Sultan Hasanuddin mengenakan busana kebesaran kerajaan,” kata Bahtiar kepada saya.

Gambar kostum raja itu sendiri disalin berdasarkan naskah lontar (naskah kuno) yang tersimpan di Arsip Nasional.

Dalam naskah itu tertulis, Sultan Alauddin pernah menitipkan seperangkat pakaian raja untuk diberikan kepada cucunya (Sultan Hasanuddin) jika kelak sang cucu diangkat menjadi raja. Ciri-ciri pakaian raja tersebut digambarkan secara jelas. Kedua professor tersebut lalu meminta Bahtiar melukis wajah Sultan Hasanuddin dengan mengenakan kostum raja tersebut.

Sebagaimana biasa, Bahtiar pun melakukan zikir tertentu hingga sosok yang diinginkannya muncul dalam pandangan mata batinnya.

“Saya melukisnya begitu sosok tersebut hadir dalam pandangan mata batin saya. Ini setelah saya awali dengan zikir,” kilah pengisi acara Mari Menggambar di TVRI Ujungpandang (1976-1987).

“Jadi saya tidak mendasarkan lukisan berdasarkan fantasi, meditasi, imajinasi atau mimpi.”

Lebih jauh dikatakan, busana raja, termasuk topi dan tongkat yang dikenakan Sultan Hasanuddin memang sudah dipandu berdasarkan naskah lontar tersebut. Sedangkan dirinya hanya melukis wajahnya saja.

Bahtiar mengakui hasil lukisannya tersebut berbeda dengan lukisan Sultan Hasanuddin yang selama ini diketahui masyarakat.

Selengkapnya lihat penuturannya dalam video.. Terima Kasih Atas Perhatian Anda

BaNi MusTajaB

Somba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan

Posted in: berita