TAMU TAK DIUNDANG MASUK GEDUNG PUTIH DAN PENUMPANG GELAP MENYUSUP DI SENAYAN

Posted on November 29, 2009

17


Makan bareng presiden mungkin menyenangkan. Apalagi jamuannya di istana kepresidenan. Bukan soal apa yang dimakan, tetapi dengan siapa kita makan. Meski hanya hidangan ikan asin dan semur jengkol, tentu jauh terasa lebih nikmat jika bersanding dengan presiden dan sejumlah tamu penting negara.

Boleh jadi itulah keinginan Tareq Salahi dan Michaele Salahi yang nekad menembus masuk Gedung Putih. Padahal keduanya tidak diundang dalam jamuan makan malam menghormati tamu penting dari India, Perdana Menteri Manmohan Singh.

Ada sekitar 300 tamu undangan jamuan makan malam pada 24 November lalu. Tetapi kedua pasangan paling berani itu tidak termasuk di dalamnya. Anehnya, petugas mengijinkannya masuk. Keduanya pun berbaur bersama para tamu. Bahkan mereka sempat bersalaman dengan Presiden Obama dan berfoto dengan sejumlah pejabat dan tamu penting.

Nekadnya lagi, foto-foto itu dipublikasikan di laman Fesbuk miliknya. Tampak keduanya bersama Wapres Joe Biden, Kepala Staf Gedung Putih Rahm Emanuel, Walikota Washington Adrian Fenty, Dubes India Arun K Singh dan lain-lain.

Dalam fesbuknya, Michaele, yang dikenal sebagai pengisi acara televisi Real Housewives of Washington DC, menulis: “Aku merasa terhormat diundang menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden Obama dan Nyonya untuk menghormati India….”

Tulisan di fesbuk inilah yang menyulut kontroversi. Sejumlah wartawan menanyakan bagaimana pasangan ini dapat mengikuti jamuan bergengsi itu. Padahal Juru Bicara Gedung Putih mengaku tidak mengundang mereka.

Menurut salah seorang agen rahasia (Secret Service Agency), Ed Donovan, sejumlah agen rahasia melihat bagaimana pasangan itu melewati pos pemeriksaan detektor untuk menunjukkan bahwa keadaan aman. Peristiwa itu merupakan insiden memalukan, meski sang presiden tidak dalam situasi berbahaya.

Dia menegaskan,” kami akan menyelidiki semua prosedur untuk memastikan hal ini tidak terulang lagi,” katanya.

Anda dapat membayangkan, andaikata keduanya teroris atau terindikasi Al Qaeda. Meski lolos metal detektor, bisa saja mereka membawa senjata biologi yang disimpan dibalik lipatan saputangan? Ah….ternyata, sterilisasi Gedung Putih tidak sehebat yang kita duga.

POLITISI SENAYAN

Namun demikian, insiden memalukan di Gedung Putih tersebut tidak lebih berbahaya dibandingkan apa yang terjadi di Gedung DPR/MPR,  Senayan.

Istilahnya bukan tamu tak diundang (uninvited guest) tetapi Penumpang Gelap (Ghost Passengers). Istilah ini merujuk pada hak angket Century yang digagas sejumlah wakil rakyat di Senayan.

Pada awalnya terdapat kubu yang secara sigap mendukung diadakannya hak angket. Sejumlah tanda tangan dikumpulkan hingga mencapai 200-an. Sementara kubu yang lain bersikap wait and see. Melihat situasi sambil menghitung laba atau rugi.

Belakangan kubu yang disebut terakhir (Fraksi Demokrat) ini sepakat mendukung hak angket. Meski dibumbui juga dengan permintaan, seperti keinginan menjadi ketua panitia angket.

Sebagaimana ditegaskan anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat, Ruhut Sitompul, “Sebenarnya, kalau dilihat secara proporsional, kan jumlah kami lebih banyak. Jadi pimpinan sebaiknya dari kami dong.”

Meski pernyataan itu dipatahkannya sendiri,” “Nggak enak juga. Khawatir fraksi-fraksi lain juga minta (jatah pimpinan).”

Sikap tersebut menyulut kecurigaan di kalangan kubu berbeda.  Seperti tampak dalam ucapan Akbar Faizal dari Fraksi Hanura, “Pertarungan angket Century sudah berpindah, dari upaya meloloskan angket ke upaya mengendalikan angket.”

Kecurigaan mengkristal melalui pernyataan Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar yang mengatakan, baik inisiator angket maupun masyarakat luas harus mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di susunan kepanitiaan angket yang akan dibentuk.

“Kita harus mewaspadai penumpang gelap yang biasa naik di tikungan terakhir… Terdapat indikasi bahwa kelompok yang tidak menginginkan angket berjalan baik, akan mengambil kendali angket,” kata Bambang.

Tampaknya istilah Penumpang Gelap terdefinisikan melalui pernyataan di atas. Tetapi apakah hanya sesempit itu definisi Penumpang Gelap?

PENUMPANG GELAP (GHOST PASSENGERS)

Penumpang Gelap dapat dikategorikan sebagai politisi atau wakil rakyat yang tidak menjalankan amanahnya dengan benar, menyelewengkan amanah yang dibebankan kepadanya, mengkhianati amanah yang telah disanggupinya, mengkhianati aspirasi pemilihnya, mengkhianati sumpah jabatan yang disaksikan ratusan juta orang, menyelewengkan moralitasnya sendiri, dan lain-lain.

Beberapa contoh Penumpang Gelap yang menyusup di Senayan pada periode lalu ialah: Yahya Zain, Al Amin Nasution, Abdul Hadi Jamal, Yusuf Erwin Faisal, Max Moein.

Pada periode ini telah tercatat Penumpang Gelap, yaitu Dimyati Natakusuma yang terseret kasus korupsi. Meski belum di sidangkan, tetapi peristiwa ini mengawali terpuruknya citra politisi di  Senayan. Penumpang Gelap pertama telah lahir.

Penumpang Gelap pada periode lalu dan periode sekarang hendaknya mengingatkan kita semua bahwa menjadi wakil rakyat memang tidak mudah. Sangat berat.

Rakyat memilih karena percaya dengan kredibilitas serta niat tulus sang politisi dan tidak ingin dikhianati.

Wahai Politisi….. jangan jadi Penumpang Gelap…. sampai kapanpun.

BaNi MustajaB

THE BRAVEST COUPLES IN THE WORLD (UNINVITED COUPLE CRASHED WHITE HOUSE STATE DINNER )

This slideshow requires JavaScript.


Posted in: berita