Penetapan 1 Juli sebagai Hari Jilbab Sedunia (The World Hijab Day) merujuk pada tragedi pembunuhan Marwa El Sherbini di Pengadilan Dresden, Jerman.
Sebelumnya, Hari Jilbab Sedunia diperingati setiap minggu pertama bulan September. Hal itu sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Perancis yang melarang penggunaan jilbab di sekolah, kantor, dan lain-lain (2004).
Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya, mengapa tradisi jilbab yang telah berusia ribuan tahun ini harus diperingati?
Belakangan ini eksistensi jilbab memang semakin tersudutkan. Bahkan nyaris menjadi benda terlarang yang harus dilenyapkan.
Sekilas tampak tidak masuk akal. Tapi demikianlah sesungguhnya yang sedang terjadi. Di belahan bumi Eropa, jilbab, burka, cadar atau sejenisnya telah dianggap sebagai bagian dari simbol kejahatan. Istilahnya Islamophobia (Islamofobia) atau ketakutan terhadap simbol-simbol bernuansa Islam.
Epidemi Islamophobia sedang menjangkiti Eropa. Bahkan wabah ini terus menular dan ditumbuh suburkan oleh orang-orang yang memang tidak suka dan membenci atribut Islam. Contohnya, Geert Wilder yang meluncurkan film Fitna, koran Jyllands Posten Denmark yang menerbitkan kartun Rasulullah SAW, dan lain-lain.
Sikap tersebut tercermin pula dari para pemimpin negara, pejabat negara dan sejumlah politikus di Eropa. Belum lama Presiden Perancis Nicolas Sarkozy melarang Burka dan Burkini di negaranya. Sikapnya itu merupakan bentuk nyata wabah Islamophobia yang sedang terjadi di Eropa. Begitupula dengan Italia dan Skotlandia.
Bahkan dalam urusan nama, seseorang dapat saja terancam. Sebagaimana dialami Shah Rukh Khan yang sempat di interogasi di bandara Amerika. Hanya karena ada kata “Khan” dalam namanya, maka bintang Hollywood itu dicurigai sebagai teroris.
Meski sedikit berbeda, pernah terjadi di negeri ini tidak lama setelah tragedi WTC 11 September 2001. Ketika itu, orang-orang yang hendak mengurus Visa di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta akan kesulitan jika kebetulan dalam namanya ada kata-kata: Muhammad, Ahmad, Akbar, Muslimin dan lain-lain. Apalagi jika memiliki jenggot, dapat dipastikan Visa tidak akan dikeluarkan.
Martir Hijab: DR. Marwa El Sherbini
Epidemi Islamophobia membawa korban saat seorang perempuan berjilbab dan sedang hamil 3 bulan dibunuh di ruang pengadilan Dresden, Jerman, pada 1 Juli 2009 lalu. Inilah peristiwa tragis dan menyakitkan bagi Kaum Muslimin.
Ketika itu Marwa El Sherbini melaporkan kasus penghinaan terhadap dirinya yang dituduh teroris karena jilbab yang dipakainya. Sang penghina yang bernama Alex bahkan seringkali mengancam jiwa Marwa. Inilah yang membuat doktor bidang farmasi ini melapor polisi.
Ketika sidang berlangsung, sungguh tragis kejadiannya. Sang terdakwa membunuh Marwa di hadapan hakim, jaksa, pengacara, pengunjung dan sejumlah polisi. Lebih menyedihkan lagi saat suami Marwa berupaya menolongnya justru ditembak dibagian perut. Suami Marwa, Elwi Ali Okaz yang sedang mengambil gelar doktor di Institut Max Planck, tersungkur dengan peluru di tubuhnya.
Sementara Sang Pembunuh terus menusukkan pisaunya ke tubuh Marwa El Sherbini persis di depan Mustafa, putra Marwa yang masih berusia 3 tahun. Ketika membunuh, mulut Alex terus saja berteriak: ”Kamu tidak berhak hidup di dunia ini!!”
Marwa El Sherbini syahid bersama bayi dalam kandungannya dengan 18 tusukan.
Mengapa polisi itu menembak suami Marwa dan bukan melumpuhkan Alex Sang Pembunuh?
Karena polisi bodoh itu melihat rambut Elwi Ali Okaz berwarna hitam. Dan di benak sang polisi telah tertanam kuat bahwa yang berambut hitam adalah bagian dari teroris hingga dia langsung menembak. Sementara Alex Sang Pembunuh berambut pirang sama persis dengan rambut sang polisi.
Sungguh, peristiwa itu terjadi di lembaga pengadilan terhormat di sebuah negara yang menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia.
Yang menyakitkan lagi terdapat kesan Pemerintah Jerman dan sebagian besar pers Barat dan Amerika mencoba menutupi kasus paling keji di negara beradab ini. (Anehnya, di negeri ini pun puluhan channel televisi ikut-ikutan diam membisu).
Inilah yang menimbulkan keprihatinan hingga mendorong sejumlah orang membuat petisi secara online (petitiononline) dan mengundang masyarakat dunia yang peduli dengan keadilan ikut ambil bagian dalam petisi ini.
Ibroh
Dikisahkan, beberapa hari sebelum tragedi itu, seorang kerabat Marwa pernah menasehatinya agar sementara waktu melepas jilbabnya. Semata-mata melihat situasi yang cenderung sangat rawan dan membahayakan. Memang kelompok rasis sedang menjamur di Jerman.
Tetapi, perempuan kelahiran Alexandria, Mesir tahun 1977 ini teguh dengan pendiriannya. Dia malah berkata,” lebih baik saya mati daripada melepas keyakinan saya.” Jelas, bagi Marwa jilbab adalah bagian dari keyakinan agamanya.
Begitulah keteguhan Marwa dalam memenuhi seruan agamanya. Tidak ada keraguan sedikitpun, meski nyawanya terancam.
Tidak ada sulitnya bagi Marwa melepas jilbab demi keselamatannya, demi hidupnya di dunia ini, demi anak dan suaminya, demi masa depannya. Tetapi kenyataan Marwa lebih tunduk dan patuh kepada Tuhannya dan tidak takut dengan ancaman dan teror manusia. Bagi Marwa, kehidupan akherat yang abadi jauh lebih baik daripada kehidupan dunia fana ini.
”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. ” (Q:S.29:2-3).
Kutipan ayat suci Al Qur’an tersebut menunjukkan bahwa umat Islam akan selalu mendapatkan ujian. Apapun bentuk ujian itu. Di sinilah umat Islam diuji kesabaran dalam menghadapi semua ini.
Syukurlah, keteguhan Marwa El Sherbini telah mengilhami kaum muslimah di seluruh dunia. Itulah sebabnya mereka sepakat menjadikan tanggal 1 Juli sebagai Hari Jilbab Sedunia.
Tetapi hendaknya kita menginsyafi, apapun julukan untuk Marwa (martir hijab, syahadah jilbab, pahlawan jilbab, atau apapun) tidaklah mengurangi kedudukannya di hadapan Tuhannya.
Persoalannya adalah: dapatkah kita mengambil ibroh dari keteguhannya berjilbab?
Semoga Allah subhanahu wataala menempatkan Marwa el Sherbini ke dalam Surga Firdaus.
Allahumma firlaha warhamha waafihi wafuanha…..Amin ya Robbal alamin.
Illa arwahi khususon Marwa El Sherbini, Al fatihah…..(mohon dibacakan Al Fatihah untuk almarhumah. syukron)
Catatan: Anda tidak perlu khawatir berkunjung ke Eropa. Sebab: “Dimanapun kamu berpijak, disitu tetap Bumi Tuhan yang sama.”
BaNi MusTajaB

















video












nyegik
Agustus 26, 2009
Suatu tragedi bagi umat muslim khususnya para muslimah. Tapi janganlah mundur dan takut menghadapi kezaliman tersebut, takut hanyalah pada Allah SWT.
Agus Suhanto
Agustus 26, 2009
nuhun u atas tulisannya yang menarik…
kenalkan saya Agus Suhanto
diazhandsome
Agustus 26, 2009
kalo karena dasar itu sih ya tidak apa-apa diperingati. toh, nanti banyak orang yang berjilbab.
tapi mungkin jadinya orang pake jilbab pas hari itu aja, hari lain nggak.
KangBoed
Agustus 27, 2009
Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang ..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
fadielajah
Agustus 27, 2009
Aswb.
Kali ini saya berkunjung untuk menyampaikan Award.. mohon diterima, silahkan awardnya ambil disini
Terima kasih.
Semoga tetap bersemangat..
kupatahu28
Agustus 27, 2009
Selamat menunaikan ibadah puasa… ^_^
qarrobin
Agustus 27, 2009
Illa arwahi khususon Marwa El Sherbini, Al fatihah…..
kopral cepot
Agustus 27, 2009
Amien
Zico Alviandri
Agustus 27, 2009
Istiqomah melahirkan sikap kepahlawanan.
jalandakwahbersama
Agustus 27, 2009
Assalamu’alaikum,
Keteguhan Iman Marwa, patut dijadikan contoh, tapi sayangnya, di negeri kita ini, yang mayoritasnya beragama islam, tapi sebagian penduduknya yg mengaku beragama islam, enggan menutup aurat, enggan berjilbab. Justru sering kita temui, dari kalangan remaja, dewasa, yang berpakaian ketat atau mini, tipis, sungguh sangat memprihatinkan.
(Dewi Yana)
kopral cepot
Agustus 27, 2009
jd tantangan dakwah ya Mba
hmcahyo
Agustus 27, 2009
maaf baru bs berkunjung… wah disini lebih lengkap
dodi3384
Agustus 28, 2009
wah..posting yang bagus, moga arwahnya diterima disisi Allah dan diangkat derajatnya.
Met puasa ya
BOY
Agustus 28, 2009
Sungguh dunia Islam sangat terpukul dengan kejadian ini tapi kita tidak boleh takut melawan kezaliman, semoga Islam tetap memperjuangkan haknya untuk kebebasan beragama. Jihad…:)
abifasya
Agustus 28, 2009
Assalaamu “alaiku wr.wb
Allahu Akbar !!!
Allahu Akbar !!!
Allahu Akbar !!!
Bukalah mata kalian wahai para penjunjung HAM dan Demokrasi, begitukah HAM menurut Kalian ?. Di Jerman Islam minoritas jadinya Islam dianiyaya di negara2 yg Muslimnya Mayoritas para kaum kafirin bisa hidup tenang dan senang, sebenarnya siapa sih yang terorsi itu ?
Untukmu Syahidah : “Allahumaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu anha”
munyukmentel
Agustus 28, 2009
Sedih bangets bacanya… Saya salut dengan keteguhannya dalam memegang prinsip.
Semoga arwah beliau mendapat tempat yang indah di sisi Allah SWT.
nusantaraku
Agustus 30, 2009
Stigma bertambah negatif, tatkala dua bom meledak di dua hotel.
Semakin negatif, karena para pelaku dicap teroris, disisi lain keluarga mereka menggunakan burka.
BaNi MusTajaB
Agustus 30, 2009
@ Nyegik
Setuju sepenuhnya
@ Agus Suhanto
Terima kasih
@ Diazhandsome
Apa iya??
@ KangBoed
Setuju KangBoed. Salam sayang juga….
@Fadielajah
terima kasih Awardnya. Tapi belum saya pasang nih.
@ Kupatahu28
Semoga shaum kita diterima Allah SWT.amin
@ Qarrobin @ Kopral Cepot
Amin ya Robbal alamin
@ Zico Alviandri
Istiqomah melahirkan sikap tawakkal
@ Jalan Dakwah (Dewi Yana)
Berharap suatu saat nanti mereka menyadarinya.
@ Kopral Cepot
(mungkin) tantangan kita semua
@ Hmcahyo
biasa aja Mas. Terima kasih.
@ Dodi 3384
amin ya Robbal alamin
@ Boy
Setuju Mas Boy
@ Abifasya
Waalaikum salam wr.wb
Semoga tidak ada lagi kekejian semacam itu ya Mas
@ Munyi Mentel
Amin ya Robbal alamin
@ Nusantaraku
Stigma semacam itu memang menyesatkan dan melemahkan diri sendiri.Hendaknya stigma buruk itu terkikis habis
MARWOTO EL SHIBARANI
September 14, 2009
Believe no more to democracy, believe no more to human rights
ABDUL AZIZ
September 25, 2009
Assalamu’alaikum,
Alhamdulillah, walaupun terlambat saya bisa berkunjung ke blog yang bagus ini.
Tewasnya Marwa hampir tidak diberitakan oleh media Jerman, karena korbannya Muslimah. Tapi kalau dari orang-orang Barat pasti akan diberitakan besar-besaran.
Mereka begitu alergi terhadap orang-orang Islam, bule sekalipun, seperti pernah dialami oleh penyanyi Inggris, Yusuf Islam. Ia dipersulit masuk ke AS.
Terima kasih tulisannya. Kalau sempat mampir ya ke tempat saya.
Boleh kita tukeran link ? Terima kasih.
salam buat keluarga
@
Waalaikumsalam wr.wb
terima kasih sudah mampir Pak. link sudah saya pasang. semoga manfaat
Tarbiyatul banin
Januari 10, 2010
Islamopobia memang menjangkiti kaum dibarat, mungkin berawal dari terorisme sama imigran muslim, hal ini ya tidak beralasan lah, islam agama rahmat kok
NEWS
Terbukti, Penelitian Universitas AS bahwa Muslim itu Bukan Teroris
http://tarbiyatulbanin.wordpress.com/2010/01/09/terbukti-penelitian-universitas-as-bahwa-muslim-itu-bukan-teroris/
TUKERAN LINK YUKK
http://tarbiyatulbanin.wordpress.com
Luky Rouf
Mei 29, 2010
Good
The Filledeseulepluie
Juni 8, 2010
nice to see your posting!
I’ve read twice…
good job!
febri
Juli 7, 2010
tetap semangat mempertahankan sebuah keyakinan dan petunjuk yang lurus…
suryo
Agustus 20, 2010
wahai ukhti yg syahid membela kebenaran pengurbananmu telah menguatkan keimananku smg arwahmu diterima disisi Allah SWT. Org2 kafir tidak akan senang dgn kita..yakinlah itu baru ujian kecil..mari kita kuatkan barisan utk memerangi kekafiran…dan kesombongan…kebenaran pasti akan menang….dan Allah SWT yang akan menjadi penolong kita….
wafdinusramli
September 21, 2010
itu adalah langkah awal yamg diciptakan oleh sang maha pencipta untuk para muslimah yang sudah mengaku islam serta sudah beriman kepada ALLAH SW ,harus teguh seperti suhada ,, dr. Marwa El- Sherbeni ” dalam malaksanakam perintah atau kewajiban menurut ketentuan ALLAH SW dalam melaksanakan agama seutuhnya……contoh yang paling bagus untuk ditiru.atau diamalkan sebagai ummat islam yang taat kepada penciptakita sebagai machluk ciptaanNYA
Tukriyo Budiharto
November 26, 2010
Ass. Wr.Wb, salam kenal kpd semuanya, khsusnya Bpk Bani Amustajab, klik sana .. klik sini kok sy mendapatkan situs ini …(maklum baru saja psg speedy), sungguh biadab si pembunuh Dr. Marwa El Sherbini itu, semoga nantinya di pembunuh itu kekal abadi di Neraka, aamiin, secara pribadi dan sy rasa masyarakat dunia, khususnya orang muslim ga habis pikir menagapa, kenapa masyarakat eropa & amerika begitu benci kpd Islam?. Mereka menganggap Islam agama teroris pdhl justru mereka yg teroris secara global. Mhn tanya kpd bpk Bani Mustajab dan juga kpd teman2 semua disini ..bgm kelanjutannya trhdp si pembunuh …apakah skrg dia meringkuk dalam penjara atau bgm?
sineater
Desember 26, 2010
smoga almarhumah di tempatkan di tempat yang mulai, semoga keluarganya dapat tabah dan memaafkan pelakunya, semoga kejadian ini tidak lagi terjadi di keduabelah pihak… semoga…
jow
Januari 3, 2011
masih panjang jalan perjuangan, mengIslamkan orang kafir,…melepaskanny dari jalan Sesat…, Kita Buktikan Pada Dunia Bahwa Isalam adalah Benar Rohmataalilalamiin