SUMARIYAH DAN SITI KHOIYAROH: KORBAN KEKERASAN SATPOL PP

Posted on Mei 18, 2009

12



Apa yang dapat saya tulis tentang perempuan penjual bakso yang mendapat perlakuan keji dari Satpol PP?

Sungguh, saya merasa malu dan tidak mampu mengungkapkan kesedihan dan penderitaan yang dialami ibu dan putrinya itu. Sumariyah dan Siti Khoiyaroh (4 thn). Perempuan miskin yang mungkin hanya berpenghasilan 20.000 rupiah perharinya itu mendapat musibah yang sangat- sangat berat.

Pada awalnya, putri Sumariyah tentu tertawa gembira didudukkan di gerobak bakso ibunya. Dia pastilah riang gembira berdekatan dengan ibunya. Meskipun tidak tahu apa yang dilakukan ibunya.

Bahkan mungkin gadis cilik itu tetap tertawa gembira saat melihat ibunya ketakutan setengah mati didatangi sekelompok algojo berseragam Satpol PP. Gadis cilik itu pastilah mengira orang-orang berseragam itu malaikat yang didatangkan Tuhan untuk melindungi ibunya.

Ketika kemudian gerobak itu terbalik dan kuah panas mengguyur tubuh mungil itu, mungkin saja dia tidak menyadarinya. Tuhan Yang Maha Kuasa meringankan sakit disekujur tubuhnya dengan membuatnya tidak sadarkan diri. Saat ini gadis cilik itu mungkin sedang bermain dengan malaikat-malaikat suci di dalam ketidaksadarannya.

Gadis cilik Khoiyaroh terbakar disekujur tubuhnya yang mungkin membuatnya cacat seumur hidup. Khoiyaroh akan menderita seumur hidup. Meskipun dilakukan bedah plastik paling modern di seluruh dunia.

Andaikan pelakunya dihukum paling berat pun tetap tidak dapat memulihkan kecacatan gadis cilik yang malang itu.

Entah apa yang menyebabkan petugas Satpol PP sedemikian kejam terhadap Pedagang Kaki Lima. Padahal PKL merupakan pekerjaan halal, berkah dan terhormat.

Atau apakah itu disebabkan rendahnya gaji Satpol PP yang kabarnya kurang dari 1 juta rupiah perbulan?

Ataukah ekspresi kesal disebabkan saat mendaftar menjadi Satpol PP ada yang meminta uang pelicin agar dapat diterima? Ataukah ada doktrin khusus yang harus membentuk citra dirinya menjadi sedemikian kejam dalam bertindak membersihkan tata ruang kota sebagaimana yang dikehendaki pejabat setempat?

Bahkan yang menyedihkan. Ada kalanya usai meluluh lantakkan Pedagang Kali Lima, mereka lalu saling bercanda dan tertawa terbahak-bahak antara  sesama anggota. Lebih parah lagi, ada diantaranya yang membawa pulang barang-barang dagangan milik PKL. Seringkali buah-buahan yang tercecer langsung dimakannya di lokasi penggusuran. Sakit sekali hati ini jika kita melihat tingkah mereka.

Atau mungkin Satpol PP belum pernah mendapat siraman rohani dari ustadz dan guru ngaji? Dan perlukah Ustadz Jeffri Al Bukhori, Ustadz Yusuf Mansyur atau Ustadz Arifin Ilham melakukan safari dakwah terhadap anggota Satpol PP di seluruh negeri hingga dapat membentuk hati yang lebih lembut dalam memerlakukan Pedagang Kaki Lima? Entahlah.

Para wakil rakyat yang terhormat tidak ada yang memberi komentar seputar kekejian Satpol PP. Ketua DPR Agung Laksono mungkin sedang sibuk membereskan ruang kantornya sebab akan ditinggalkannya. Para pelawak yang berhasil lolos ke Senayan mungkin juga masih bingung mengapa dirinya terpilih menjadi wakil rakyat.

Eko Patrio yang kacau balau mengurus E KOMANDO mungkin heran dengan pilihan rakyat atas dirinya. Mengurus segelintir pegawai di PH tidak becus, tetapi diamanahi mengurus rakyat. Sedangkan para wakil rakyat yang baru masih asyik berpesta menikmati kemenangannya. Termasuk Pardi, anggota DPD dari Jakarta yang sibuk bercerita seputar kemenangannya. Keberuntungan yang didapat dari nomor urut 31 selalu dibantahnya.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi kesembuhan kepada Khoiyaroh dan memberi ketabahan dan kebahagiaan kepada ibunya, Sumariyah dan ayahnya, Bunali.

Ya Allah, kabulkanlah permohonan kami. Amin Ya Robbal Alamin.

Demikianlah. Mohon dijadikan periksa.

BaNi MusTajaB

Catatan:

Pembaca Budiman

Pada 18 Mei 2009 pukul 15.15 WIB, Siti Khoiyaroh (4 thn), balita yang tersiram kuah panas meninggal dunia di RSU. Dr.Soetomo Surabaya.

Allahumma firlaha warhamha waafihi wafuanha waakrim nujulaha…..

Semoga Allah SWT memberi ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Amin Ya Robbal alamin

BaNi MusTajaB

(Tulisan di atas awalnya di posting tgl. 14 Mei 2009 dan digabung dengan tulisan Manoharo Pinot, Rani Juliani dan Kelamin. Lalu saya pisahkan dan diposting tersendiri pada 18 Mei pukul 02.00 pagi)

Posted in: berita