Beranda > berita > EKSEKUSI AMROZI Cs:BENARKAH HUKUM PANCUNG LEBIH MEMATIKAN DARIPADA DITEMBAK?

EKSEKUSI AMROZI Cs:BENARKAH HUKUM PANCUNG LEBIH MEMATIKAN DARIPADA DITEMBAK?

Dalam kasus terpidana bom Bali 2002, persoalannya bukan dalam hukuman matinya, tetapi cara pelaksanaannya. Mereka lebih memilih dihukum mati dengan cara dipancung dan bukan ditembak sebagaimana diatur undang-undang. Inilah yang kemudian menjadi berita hangat belakangan ini.

Bagi Amrozi, Ali Ghufron dan Imam samudera, hukuman mati dengan cara dipancung sesuai dengan syariat agama dan membawa berkah. Menanggapi hal ini, Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi menilai permintaan tiga terpidana mati untuk dihukum pancung tidak mungkin dikabulkan. Sebab, hukum yang berlaku di Indonesia tidak memungkinkan untuk itu.

Trio bom Bali 2002 siap menerima hukuman mati, namun dengan pilihan dipancung dan bukan ditembak. Argumen yang diajukan antara lain, hukuman mati tidak menimbulkan rasa sakit dan mati seketika pada saat kepala terputus dari badan. Sedangkan hukuman tembak masih menyisakan rasa sakit, setidaknya 2 hingga 3 menit. Benarkah argumen ini?

Tentu saja sulit untuk mengkaji masalah ini, mengingat yang merasakan efeknya adalah orang yang hendak menjemput ajal. Namun memang ada beberapa catatan seputar hukuman mati ini. Setidaknya, menurut pemahaman penulis.

PILIHAN UNTUK MATI: PANCUNG ATAU DITEMBAK?

Hukuman Tembak

Hukuman tembak biasanya dilakukan oleh beberapa penembak jitu dengan jumlah bisa mencapai 12 penembak (tiga sampai separuhnya benar-benar diisi peluru tajam) dan jarak tembak sekitar 5 meter. Sekilas memang tampak mematikan saat korban diberondong peluru. Dapat dipastikan peluru akan mengenai titik-titik mematikan seperti, jantung, kepala, perut, dada, kening, wajah, dll. Apabila meleset dari titik mematikan, komandan regu tembak akan ambil bagian dalam eksekusi tesebut.

Korban akan terlempar ke belakang dan jatuh seketika. Tetapi apakah tubuh korban akan langsung diam tak bergerak? Tampaknya tidak demikian. Setidaknya ada saat dimana tubuh yang terkapar itu bergerak-gerak sebelum akhirnya diam membeku. Durasi gerakan bisa saja hanya sekian detik saja.

Gerakan tersebut bisa saja diasumsikan sebagai saat sakaratul maut, atau detik-detik menjelang ruh lepas dari tubuh. Asumsi inilah yang tampaknya diyakini bahwa korban masih merasakan sakit, meski sesaat saja sebelum benar-benar dinyatakan meninggal.

Hukuman Pancung

Dipancung diasumsikan bahwa kematian datang bersamaan dengan terpisahnya kepala dengan tubuh. Atau istilahnya mati seketika. Benarkah?

Inilah yang tampaknya patut dikaji kembali. Kenyataan bahwa terpisahnya kepala dengan tubuh bersamaan dengan lepasnya ruh dari tubuh, patut untuk dikaji secara lebih mendalam.

Tentu saja penulis belum pernah melihat kejadian hukuman pancung atau pun hukuman tembak, kecuali sekadar melihat aksi lakon dalam film. Termasuk film-film dokumenter seputar hukuman mati, seperti: kasus penggantungan Saddam Hussein (dapat dilihat di You Tube), hukuman tembak Nicolae Ceusescu (mantan Presiden Rumania dieksekusi saat terjadi revolusi jatuhnya pemerintah komunis. Penulis lihat di TVRI) dan eksekusi seorang pekerja pria Amerika di Iraq (disembelih).

Namun, sebuah cerita seputar kejadian orang yang dipancung pernah penulis dengar dari seseorang yang mengaku melihat kejadian itu. Dia melihatnya di suatu tempat saat terjadi kerusuhan massal yang memilukan.

Ketika itu, saksi mata berdiri tidak terlalu jauh dari lokasi peristiwa. Sedangkan sang korban dalam posisi berdiri. Dia dihentikan oleh pelaku yang langsung menebaskan pedangnya ke arah korban.

Menurut saksi mata tersebut, kepala korban putus seketika dari tubuhnya. Tetapi apakah dia langsung mati? Di sinilah persoalannya.

Dalam penglihatan saksi mata tersebut, tubuh korban masih berdiri. Tetapi anehnya, kaki dan telapak tangan korban seperti gemetaran. Bahkan mata sang korban pun masih berkedip-kedip. Padahal kepala korban sudah tergeletak di tanah. Tubuh korban yang masih berdiri itu akhirnya jatuh setelah didorong oleh pelaku tersebut.

Apakah itu menunjukkan korban telah mati saat kepala telah terputus? Lalu bagaimana menjelaskannya dengan tubuh yang masih gemetaran dan mata berkedip-kedip itu?

Tampaknya, gerakan seperti dalam kasus ditembak dan gemetaran saat dipancung merupakan gejala yang sama, yaitu sakaratul maut.

Kisah lain pernah penulis dengar dari seseorang yang menyaksikan hukuman pancung di Saudi Arabia. Pria yang kebetulan sedang mukim itu mengaku melihat eksekusi hukum pancung tidak jauh dari masjid usai shalat Jumat. Di lokasi itu, terdapat sebuah mobil petugas dan ambulans.

Usai shalat, jamaah berkumpul membentuk setengah lingkaran dan berjarak agak jauh dari titik prosesi eksekusi.

Dikisahkan, ketika itu korban dalam keadaan duduk di tanah dengan posisi kaki ditekuk dan kepala diberi penutup. Dibelakangnya berdiri seorang algojo dengan pedang di tangan dan juga kepala ditutup. Beberapa meter dari keduanya, seorang petugas (mungkin dari pengadilan) berdiri sambil membacakan berlembar-lembar kertas.

Menurut pengakuan saksi mata tersebut, apa yang dibacakan oleh petugas tersebut lebih bersifat nasehat dan pelajaran kepada para penonton yang menyaksikan eksekusi itu. Kira-kira seperti inilah kalimat yang diucapkan,

“Jangan kalian tiru apa yang dilakukan orang ini (terpidana). Sebab perbuatannya membunuh orang sangat dilarang agama…dan seterusnya.”

Sambil berkata begitu, petugas tersebut mengarahkan pandangannya ke arah penonton. Dan memang sebagian besar berisi nasehat kepada para penonton. Ulasan seputar kejahatan yang telah dilakukan terpidana tidak terlalu mendetail, kecuali terpidana itu bersalah dan dihukum mati.

Uniknya, pembacaan itu dilakukan cukup lama bahkan hingga beberapa jam. Mengapa begitu lama?

Ternyata hal itu disengaja agar terpidana yang duduk itu merasa lebih rileks, tenang dan bahkan tertidur.

Dalam amatan saksi mata tersebut, petugas yang membaca itu kerap melirik terpidana. Begitu pula dengan sang algojo yang berdiri di belakangnya selalu melihat calon korbannya,

Ketika dilihatnya terpidana itu tertidur, yaitu saat kepalanya tertunduk dan menempel pada bagian dengkul kakinya yang dilipat, maka saat itulah eksekusi dijalankan.

Sang algojo menusukkan ujung pedangnya ke arah tengkuk terpidana dengan sentuhan ringan. Seketika terpidana kaget dan mengangkat kepalanya. Detik berikutnya, sambaran pedang menebas putus kepala terpidana.

Usai eksekusi berlangsung, petugas medis yang disiapkan segera mendekati korban dan langsung memasukkan tubuh dan kepala ke dalam kantong mayat. Sementara darah yang membanjir ditutupi pasir.

Kejadian itu sangat cepat, hingga para penonton yang merasa bosan dengan pidato petugas pun seringkali tidak menyadarinya. Tiba-tiba saja eksekusi selesai. Itulah sebabnya, ada diantara penonton yang pingsan menyaksikan kejadian itu.

Dari uraian di atas, lantas manakah hukuman mati yang dianggap paling mematikan? Dengan kata lain, sang korban tidak merasakan sakit sama sekali? Agaknya sulit menjawabnya. Seperti ditulis sebelumnya, hanya korban yang dapat merasakannya. Tetapi tentu tidak mungkin ditanyakan saat nyawa tidak ada lagi.

Adapun permintaan terakhir Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudera sebenarnya permintaan sederhana. Kalau toh pada akhirnya berujung sebuah kematian, mengapa tidak dikabulkan? Setelah itu, bisa saja negeri ini membuat undang-undang seputar hukuman pancung, hukuman gantung, dll, Atau bahkan tidak ada hukuman mati sama sekali. Itu urusan petinggi negeri ini.

Tetapi penulis berpendapat, bahwa bagaimana kematian itu datang memang sulit ditebak. Tetapi saat sebelum kematian itu datang jauh lebih penting. Maksudnya, kematian yang indah dan membawa berkah adalah saat sebelum kematian itu sendiri.

Yaitu, ketika bibir selalu mengucapkan kalimat tauhid. Mengesakan Tuhan Semesta Alam. Kalimat-kalimat yang terucap menjelang ajal menjemput, seperti: La illaha illallah Muhammadarrasulullah. Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya. Kalimat tauhid itu sangat jauh bernilai daripada kematian itu sendiri.

BaNi MusTajaB

Selamat jalan saudaraku: Ustadz Amrozi, Ustadz Ali Ghufron dan Ustadz Imam Samudera dan semua yang telah menjalani hukuman mati. Semoga khusnul khatimah.

Tulisan terkait:
Eksekusi Amrozi Ali Ghufron Imam Samudera: dipancung atau ditembak?
Sekadar catatan: mengapa hukum tembak (dianggap) tidak mematikan?

  1. Agustus 7, 2008 pukul 5:19 pm | #1

    Wah…..membayangkan saja sudah bikin bulu berdiri.
    Jangankan dieksekusi dengan peluru, pasti sakitlah
    Ini dengan dipancung……kayak menyembelih binatang
    aja…….Tapi apa nanti ada teror lagi?

  2. rudi iskandar
    Agustus 8, 2008 pukul 4:22 pm | #2

    duh, ngeri juga ya dengar critanya! dilihat dari arti dan makna tulisan diatas sebagai sombol lambang jihad, padahal menurut saya sebagai kepala keluarga, yang dinamakan jihad itu “Seorang suami yang bisa memberi nafkah terhadap anak dan istrinya, tpi entahlah! masing-masing punya pendapat dan kepercayaan!

  3. Dajjal
    Agustus 15, 2008 pukul 5:02 pm | #3

    Alhamdulillah kalau pancung segera di jalankan kepada mereka, karena saya yakin Al-quran menerangkan bahwa barang siapa berbuat menghilangkan nyawa orang maka hukuman pancung, tentunya di balik ini semua ada hikmahnya, Allah hu Akbar.

  4. Aldi
    Agustus 15, 2008 pukul 5:45 pm | #4

    Hukuman mati yg ‘mungkin’ tidak menimbulkan sakit adalah suntik. Yang pertama orang tsb. di suntik bius total terlebih dahulu (sama kayak orang yg mau di operasi jantung), setelah itu baru di suntik mati.

  5. Nazar
    Agustus 15, 2008 pukul 6:39 pm | #5

    Wah Betuk Tuh Kata Aldi …

    Hukum Suntik Mati Aja …

    Saya Kira Indonesia Masih Punya Moral …

    Pancung Sangat Tidak Berperikemanusiaan …

    Tapi Terserah Setiap Orang Yang Menilai …

  6. Agustus 20, 2008 pukul 5:00 pm | #6

    apa apa boleh deh, tapi kalo mereka memilih dipancung kan ya nggak papa to? lha wong itu yang diyakini sesuai syariat Islam…

  7. Merine
    September 10, 2008 pukul 8:20 pm | #7

    Jngn dsuntik mati krn tdk bs dpublikasikan k publik.hkm tmbk saja d dpn umum,agr sluruh kluarga korban puas n pr teroris dpt sdikit dpermalukan dan mendapatkan syok trapi.
    Kl mnt hkman pancung y lbh bagus lg,sesuai syariat islam,mrka kan mwnx gt!!

  8. Oktober 12, 2008 pukul 7:59 am | #8

    Takut mati aja tuh amrozi cs… Sok2an milih cara dihukum Pancung dengan dalih Agama! Sudah tahu hukum di Indonesia gak ada hukum pancung?

    Ya namanya hukuman mana ada yg enak ? Begitupun Hukuman Mati..? Kalau gak pengan dihukum ya jangan bertindak semaunya gitu, karena Negara punya hukum yang sudah disepakati bersama! Kalau mau bertindak semaunya sendiri hidup aja di Hutan sono…

  9. komenku
    Oktober 19, 2008 pukul 5:15 pm | #9

    wah..wah…wah… sudah mau mati baru mikirin mana lebih menyiksa mati di pancung ato di tembak. justru jauh lebih enak bagi amrzy cs mati ditembak, ketimbang mereka yang dibom dengan merasakan sakit yang tidak terkira sebelum mati, dengan tubuh terbakar sebelum mati. hukuman mati itu sudah konsekwensi, jadi kalau takut dihukum kesakitan saat ditembak dengan hukuman mati jangan bunuh orang. apa orang yang dibunuh itu tidak merasakan sakit dan tersiksa saat di bunuh…

  10. kongone1
    Oktober 27, 2008 pukul 9:02 pm | #10

    ASSALAM. kamatian adalah takdir Allah… q berpesan ma yang jalanin dan yg berkomen qt semua hanya bisa berusaha,berkomentar tp Allah yang berkehendak… Allah Hu Akbar,,, majun atau mundurya eksekusi humuman mati Saudara Amrozi CS… bukan karena faktor segaja TAPI itu T A K D I R A L L A H, SWT. WASALAM.

  11. kongone1
    Oktober 27, 2008 pukul 9:04 pm | #11

    maju mundury kamatian seseorang adalah kehendak Allah bukan faktor manusia….

  12. aldien
    Oktober 31, 2008 pukul 1:02 pm | #12

    jangan dengar ocehan mereka, bikin pusing. mau dipancung, disetrum, atau dicambak jangan kasih pilihan. jangan ada negara dalam negara. yang pentingsegera bunuh teroris itu.

  13. Oktober 31, 2008 pukul 11:38 pm | #13

    Mereka belum mati, kita belum tahu siapa yang lebih baik kita atau mereka disisi Allah, bagaimana jika Allah mengampuni mereka dan mereka bisa mati dengan kalimat terakhir LAILAHAILLALLOH?, siapa yang tahu? Allah Maha pengampun, tidak tidak boleh melaknat-laknat siapun kecuali yang sudah jelas, seperti korun, fir’aun, haman, abu jahal, abu lahab, dll.

    Biasanya, dalam keadaan seperti mereka saat ini, menjelang-menjelang hukuman yang berat kedekatan mereka kepada Allah bisa sangat dekat sekali. dibanding dengan kita yang saat ini cuma ngoceh dan melaknat, bahkan kita, apakah tadi kita sudah sholat? bagaimana mutu sholat kita? barangkali masih lebih khusu’ lagi sholat mereka, kita bagaimana? mungkin malah ada pula diantara kita yang sudah berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun tidak sholat. Hanya Allah yang tahu. Walau apa pun mereka disebut, teroris kek, apa kek, mereka masih ummat Nabi, itu pun hanya Allah juga sih yang tahu, cuma ini sangka baik saya saja. saya hanya bisa do’a saja, buat mereka semua, termasuk korban mereka semoga mendapat tempat yang layak disisiNya, tentunya sesuai juga dengan amal mereka ketika di dunia.

    Sejahat-jahatnya mereka mungkin masih lebih jahat saya. siap yang tahu? “Orang yang paling buruk adalah orang yang merasa dirinya paling baik”, Wallohu a’lam bishoaf.

  14. SiDoel
    November 1, 2008 pukul 11:34 am | #14

    Setau saya di negara2 Arab ada yang namanya hukuman dgn cara di rajam. Jika memang Amrozi Cs minta cara hukuman mati gaya arab, saya rasa hukuman dgn cara di rajam ini paling tepat

  15. erwindijanto
    November 2, 2008 pukul 12:39 am | #15

    Kata mereka(3 terpidana mati) klo mereka di hukum mati,di tembak,di pancung atw apalah mereka yakin akan masuk surga, nah apakah kita semua yg masih hidup di dunia ini tau surga itu apa?
    Suruh mereka (3 trepidana mati tsb) setelah di tembak& mati mereka yakin masuk surga,,datanglah kembali ke dunia dan buat laporan: mereka masuk surga ap neraka.dan apabila itu terbukti,,,maka kita sebagai manusia yg masih hidup patut untuk mengikuti ajaran mereka.
    jelas terbukti Amrozi cs takut mati
    viva hukum indonesia….
    klo boleh usul,knapa tidk lakukan hukuman buat mreka dgan cara dipasang bom di tubuh mereka agar mereka bisa merasakan bagaimana terkena bom.

  16. erwindijanto
    November 2, 2008 pukul 12:44 am | #16

    jgan jenggot dipanjangkan,,,tapi otak yg dibesarkan agar kita lebih bisa menghargai kehidupan yg telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
    Viva indnesia…laksanakan tugasmu untuk memberantas terorisme

  17. erwindijanto
    November 2, 2008 pukul 12:49 am | #17

    saya rasa 90% rakyat indonesia tahu Jihad itu apa…
    dan saya yakin, mungkin hanya 5% rakyat indonesia yg berani berjihad
    so….berpikirlah 1000x untuk berjihad dengan cara spt amrozio..dan yg terpenting adalah jalani hidup dengan benar sesuai nornma agama yg berlaku..itu baru jihad.

  18. erwindijanto
    November 2, 2008 pukul 12:55 am | #18

    Bandar narkoba aja yg dgan kt lain membunuh orang secara perlahan dihukum tembak…kenapa tidak dgan amrozi cs yg membunuh orang secara bersamaan dgan jmlah yg besar harus menungguy waktu dan melewati banyak argumen…
    ayo segera laksanakan hukuman mati tsb

  19. usman bay
    November 2, 2008 pukul 11:07 pm | #19

    mujahid boleh mati. tapi semangat jihad akan tetap bergelora. ALLAHUAKBAR

  20. al
    November 3, 2008 pukul 1:16 am | #20

    Allahummas tajib da’wata Abdul Aziz al Bantani

  21. chuyu bontho hulonthalo
    November 3, 2008 pukul 9:30 am | #21

    ya ALLAH TUNJUKKAN KUASAMU. SELAMATKAN PARA MUJAHIDMU. MATI SATU TUMBUH SERIBU. ALLAHUAKBAR. BRAVO ZIHAD.BRAVO AMROZI,ALI GUFRON,IMAM SAMUDRA

  22. Muslimah Cinta Damai
    November 3, 2008 pukul 8:11 pm | #22

    Saya bingung, pembunuh masal dan PENGECUT seperti Amrozi Cs koq masih dibela? Kalaupun mereka ingin mati sahid, mereka lah yang jadi pembunuh diri, bukan dgn mencuci otak orang lain agar mau melakukan pembunuhan masal ini. Apakah para pembela Amrozi Cs ini sebaiknya membantu dan paling tidak mendoakan Muslim dan Muslimah yang ditinggalkan suami/istri mereka, sandaran hidup mereka, yang jadi korban dalam pemboman tsb? Mereka sekarang hidup menderita lahir bathin! Ya Allah…. Bukakan hati nurani mereka ini

  23. Tatu Gorontalo
    November 3, 2008 pukul 8:24 pm | #23

    Untuk para pembela Amrozi Cs: Melakukan pembunuhan masal untuk kemuliaan suatu agama? Jika mati satu pem-bom bunuh diri lantas tumbuh seribu, tumbuh sejuta, tumbuh semiliar, tumbuh setrilyun, kenapa anda tidak ledakkan saja planet bumi ini sekalian? Apa tujuan hidup anda? Seharus nya anda hidup untuk memuliakan Agama Allah, bukan untuk merusak kemuliaan Agama Allah. Tidak ada agama akan menjadi mulia dgn melakukan PEMBUNUHAN MASAL

  24. November 4, 2008 pukul 1:07 am | #24

    kalau untuk yang satu ini “no coment”B
    Buat saya jihad untuk diri aja dulu, baru itu jihad untuk…

  25. Laskar Damai
    November 6, 2008 pukul 10:03 am | #25

    Bagi saya pribadi..membunuh itu TIDAK DIBENARKAN! APALAGI MASSAL?!! BOM AJA SKALIAN PLANET INI BIAR KIAMAT SEMUA SEKALIAN.!!!!Dasar TERORIS GILA.!!! DIJAMIN 100% KALIAN MASUK NERAKA JAHANAM SANA.!! SURGA MUSTAHIL BWT KALIAN KRN SURGA ITU SUCI.!!!GILA.!! APA KALIAN PIKIR MEMBUNUH ITU MASUK SURGA.??!!! BEGO.!TOLOL.!!BODOH.!!IDIOT dan SEJENISNYA.!!

  26. pembenci islam
    November 8, 2008 pukul 6:40 pm | #26

    mati aja lho islam dengan jihad busuk lu.
    Begitu u dihukum pancung keq, dihukum tembak keq, dihukum rajam keq. Yang namanya membunuh udah pasti hukumnya MASUK NERAKA! Mampus lu, uda nyerobot HAK ALLAH yang MAHA KUASA

  27. November 8, 2008 pukul 10:08 pm | #27

    Apa benar Amrozi pelaku bom?trus bagaimana dgn bahan peledak C4 dan RDX yg ditemukan dilokasi kejadian,yg hanya dimiliki oleh negara maju yg tentunya bahan ini dikawal sgt ketat dan,dr mana mereka mendapatkanya?

  28. Prana
    November 9, 2008 pukul 4:54 pm | #28

    La..wong wis salah kok dibela?Didalam agama manapun dilarang membunuh!Kalau semua agama diluar Islam adalah kafir? Trus nabi2 sebelum Islam itu juga kafir? Memang politik orang Arab itu pintar.Sampai-sampai orang Indonesia banyak yang niru, berjenggot panjang, jubah panjang, jilbab dll, tapi otaknya kotor, malah kotor buanget.Munafik!!

  29. DAFINA
    November 9, 2008 pukul 6:25 pm | #29

    Bener juga, sudah tahu bener2 salah kok dielu-elukan. Kayak PAHLAWAN aja.
    Yang namanya JIHAD, semua orang pasti tahu kapan dan dimana.
    Kalau gengnya AMROZI, bukan jihad namanya, tapi pembunuhan.
    Rasulullah saja jika perang jihad, ikut dalam pertempuran.
    Lha ini (amrozi cs.) kok mau-maunya disuruh jihad sama komandannya, tapi komandannya sendiri enak-enakan nyantai.
    Saya yakin 100%, kalau mereka (amrozi cs.) ada yang meng-komandoi.
    Kesimpulannya, gengnya AMROZI adalah orang-orang bodoh yang keliru menafsirkan ajaran agama. Gitu kok dibilang orang muslim…….!
    Saya bener-bener terharu melihat berita yang tersiar dalam minggu2 ini. Saya bener2 kasihan pada para korban mereka, kok bisa2nya, orang2 mengelu2kan amrozi cs sebagai pahlawan jihad, sedangkan para korban menagis.
    Coba’ bayangkan, jika kejadian ini menimpa pada kita.
    Para pembunuh keluarga kita disebut pahlawan……
    APa gak sakit hati ini….!
    Saya berharap, kepada para korban beserta keluarganya untuk tetap bertawaqal, bersabar. Semua pasti ada balasan dari ALLAH. Amin ya robbal alamin……

  30. MUSLIMAH
    November 9, 2008 pukul 6:31 pm | #30

    BAGI PARA PEMBELA AMROZI CS…. :
    Jika melakukan suatu pembunuhan masal meskipun yang dibunuh non muslim, lantas pembunuh tersebut masuk surga….
    mungkin semua orang didunia akan meniru orang-orang bodoh seperti AMROZI CS.
    Lantas siapa yang dibom….
    GOBLOK LOE EMANG, GAK PUNYA OTAK.
    Sudah tahu salah kok di bela.
    NAUDZUBILLAH MIN DHALIQ

  31. seseorang
    November 9, 2008 pukul 6:41 pm | #31

    BUAT AMROZI CS BESRTA PARA PEMBLE2-NYA.
    mau mati aja kok repot, kebanyakan permintaan.
    taruh aja bom dibadannya, biar tahu rasanya dibom.
    kalau perlu bom yang daya ledaknya kecil.
    taruh satu2, di tangan taruh satu, kaki taruh satu, paha taruh satu, dan seterusnya. Terakhir taruh satu bom dikepala.
    Lalu ledakkan satu2, mulai dari kaki terus paha lalu tangan.
    terakhir kepala.
    Biar tahu rasanya dibom.
    MAMPUS LHOE

  32. cyprut
    November 10, 2008 pukul 10:14 am | #32

    duh ngeri bgt…..naudzu billa mindzalik…aq ngalaminya….ya Allah ampunilah dosaq dan dosa keduua orang tuaq……….terimalah dia di sisi-Mu ya Allah swt

  33. November 10, 2008 pukul 12:01 pm | #33

    assalamualaikum wr.wb
    salam sejahtera,menurut saya amrozi cs itu ada salahnya dan benar,soalnya sebelum bali di bom itu sudah di ingatkan sama mereka coz indonesia adalah mayoritas islam 80% sedangkan bali tempat orang kafir 85% jadi harus berantas dong orang kafir itu tapi dgn cara yang halus bkn cara kayak cara amrozi cs,saya tdk menyalakan siapa**tp kita sebagai umat muslim harus berantas orang kafir itu di negri kita tercinta ini karna mereka menyebarkan budaya barat jangan sampai budaya itu masuk di negri kita tercinta ini?
    sukron katsir semoga allah maafkan dosa kita semua.amin

  34. November 10, 2008 pukul 12:32 pm | #34

    tai semua yang menghina amrozi..
    apalagi yang bilang musuh islam..
    hidup pembela islam…

    • Juli 4, 2009 pukul 8:30 am | #35

      Loe yg tai bregsek!!!!!!!!

  35. November 10, 2008 pukul 2:22 pm | #36

    kalau ndak mau menghadapi hukuman mati, entah itu pancung, gantung, suntik, tembak, dll maka ndak usah berbuat jahat atau perbuatan yang membuat kita menghadapi hukuman tersebut,ngapain bunuh orang, pakai bom segala?,.mbok lebih baik kita doakan orang-orang yang kita anggap jahat itu

  36. marsya
    November 10, 2008 pukul 6:40 pm | #37

    okey
    pendapat orang berbeda2
    daripada ngurusin orang lain
    mending kita instropeksi diri
    apa yg sudah kita lakuin??
    cukupkah amal kita untuk kehidupan di akhirat nanti

    KITA TIDAK PUNYA PENGETAHUAN APAPUN
    hanya ALLAH Yang MAHA TAHU

    apa amrozy berbuat benar??ato berbuat salah???

    saya tidak membela..teteapi saya pun tidak menentang..

    sebagai seorang muallaf
    saya lebih suka memperbanyak amalan..agar mendapat khusnul khotimah
    amin

  37. November 11, 2008 pukul 9:58 pm | #38

    Buat Dimazahmad..yang anda sebut kafir itu kriterianya apa? kalu bilang mau memberantas kejahatan kenapa tidak BOM GANG DOLLY aja?mereka kan nyata2 pelacur..mungkin karena pelacurnya sama2 muslim dng Amrozi Cs jadi nggak usah di bom..Kuman diseberang lautan keliatan tapi gajah di pelupuk mata tidak keliatan..dasar munafik..

  38. erwindijanto
    November 12, 2008 pukul 2:30 am | #39

    thank’S 4 goverment
    yah sdkit 2 late lah
    ga sah takut dgan sgala surat wasiat dari Amrozy cz
    coz kta2 ini yg slalu di lantai dugem
    masdih brani booooooo
    nyawa milik kita tpi nasib kita ga tau/
    tul ga prend

  39. hajar umar
    November 12, 2008 pukul 11:54 am | #40

    allahumma fansur mujahidin…

  40. UTUH
    November 13, 2008 pukul 10:48 am | #41

    BARANG SIAPA MENABUR DIA YANG MENUAI
    BRAVO…..MA,MK

  41. KaSiH
    November 13, 2008 pukul 10:56 am | #42

    Kemarahan itu bagaikan BOM YANG MELEDAK, suatu bencana yg sangat mengerikan. Sebab itu kuasailah & kendalikan emosi kita dengan anugerah yg diberikan TUHAN YANG MAHA ESA itu, Gbu………

  42. hen
    November 15, 2008 pukul 4:34 pm | #43

    matilah kamu amrozi cs……..

  43. yoyo
    November 15, 2008 pukul 9:42 pm | #44

    Bagus terpidana mati baik amrozi dkk Pantas dihukum mati karena itu bukan jihad!!!!!!

    trus hukuman mati juga pantas buat “Keparat Koruptor”!!!!! maling duit negara!!!!!

    bayangkan jika uang yang dikorup dijadikan panti asuhan buat anak2 terlantar or untuk pembangunan pasti indonesia makmur…

    pantas tuh koruptor dihukum tembak mati atau pancung!!!!

  44. toto
    November 16, 2008 pukul 3:38 pm | #45

    mari berpedoman pada hukum ALLOH karna ALLOH tidak pernah mati, sedangkan hukum bikinan manusia ada kadaluarsanya bahkan yang bikin kadang seorang agresor yang jahat dan saat ini pun sudah dimakan cacing alias mati, dan trio pengebom bali adalah penganut hukum ALLOH pemilik semesta
    [hukum kita adalah bikinan manusia yang mana si pembuat hukum itu saat ini sudah mati, tapi hukum islam/syari,at islam adalah hukum bikinan ALLOH dan ALLOH tidak akan mati bahkan tidur sekalipun] jihad dalam syari,at islam adalah wajib dan berpahala sangat besar sekali seperti amrozi cs, maka dari itu insyaALLOH mereka mati sebagai suhada/sahid

  45. wyd
    November 16, 2008 pukul 5:39 pm | #46

    saya ga ngerti syariat hukuman mati tapi kalau saya dalam posisi berwenang, saya akan mengabulkan permintaan tsb.

  46. November 17, 2008 pukul 3:21 pm | #47

    BALI ITU TEMPATNYA MAKSIAT,MAKANYA JADI TARGET AMROZI, AMROZI ITU PEMAHAMAAN ISLAM NYA KUAT,MAKANYA SIAP UNTUK MATI GUNA MEMBERANTAS KEMAKSIATAN DAN KEMUNGKARAN.KALO YANG NGAJI NYA SETENGAH – SETENGAH,JGN COMENT CUMA MENGHINA AMROZI.CS,SIAPA TAU PEMAHAMAN NYA BENER,MANA ADA YG TAU DIA MASUK NERAKA ATAU SURGA,SIAPA TAU AMROZI.CS KE SURGA, DAN LOH ORANG YANG MENGHINA KE NERAKA NANTI NYA.MANA ADA YANG TAU KAN…! CUMA ALLAH YANG MAHA TAU.

    WASSALAM

  47. abdullah
    Januari 28, 2009 pukul 11:05 am | #48

    untuk para muslimin di dunia ini kalo mau jihad gak perlu jauh2 bunuh aja nabi2 palsu itu yang jelas2 Halal darahnya ditumpahkan di muka bumi ini bunuh lia eden.
    bunuh musadeq. bumi hanguskan para penyesat agama
    ALLAHUAKBAR

  48. atheis
    Januari 30, 2009 pukul 8:13 pm | #49

    yang pasti si amrozi cs sudah mati dan yang paling pasti lagi mereka masuk kubur dan dimakan sama belatung!!!

    seharusnya dihukum mati dengan cara dibom pakai petasan rawit, atau ditembak pakai senapan angin saja, biar matinya menderita!!!

    untuk yang teriak teriak bela amrozi,pergi sana pergi jihad ke palestina lawan israel ditanggung mati kalau masuk surga sih belum tentu yang pasti masuk kubur dan dimakan belatung.

    kalau tidak berani ke palestina berarti anda hanya bacot doang!!

  49. AB 84
    Februari 4, 2009 pukul 9:04 am | #50

    ketika agama sudah di injak injak,ketika perintah Allah SWT sudah tidak dihiraukan
    ketika maksiat sudah merajalela,ketika hukum di indonesia masih tebang pilih,dan ketika yang benar malah disingkirkan…..
    tidak ada kata lain selain bertindak tegas
    amrozi cs memang pemberani..salut utk kalian…

  50. Februari 20, 2009 pukul 11:21 am | #51

    Tolak fanatisme agama. Bubarkan ormas islam yang arogan, munafik. Jangan pakai agama sebagai alasan. Urus saja hidup anda sendiri. Surga, neraka adalah urusan Tuhan. Hati-hati, saat ini banyak perkumpulan islam di bogor yang banyak menebar fanatisme buta!

  51. April 21, 2009 pukul 7:17 am | #52

    klw nurut gue sich,apa yg diperbuat oleh amrozi cs,itu adalah perbuatan yg tercela!
    Bayangin aja!gara2 perbuatan mereka,agama ISLAM jadi buruk dimata DUNIA.
    jdi saran saya,klw mau berjihad,jihad aja sendiri.jgn sampe merugikan org lain.apalagi sampai mnghlngkan nyawa org.
    JNG DITIRU PRBUATAN SPRTI AMROZI cs.mereka tu,PANTAS MATI !!

  52. jhon
    Mei 6, 2009 pukul 1:26 pm | #53

    AMROZI CS you are real hero!!!…….
    cttan: Padi’s cafee & Sari Club tpt yg dibom Amrozi CS, adl tpt placuran trbebas, tari tlanjang prtama diInd. saat itu serdadu Australi 88 org yg sinting sdg mnikmati (brmksiat ria) upahnya bkrja sbg iblis tlh mbunuh anak2, ibu2, hancurkan tmpt ibadah, prkosa gadis2 di: Iraq, Afganistan. Ktika RI banci (diam ta tau mana utara-selatan)munculnya skelompok hero, “Amrozi CS” brtkd mmberi plajaran dg (BLAAR!!)Sbg balasan. (tdk ada anak2, tmpt ibadah, bkn fasilitas umum, tpt pendidikan) sbgmn prbuatan iblis Australi.
    catatan prestasimu :
    - kberanianmu mlebihi seluruh prajurit trbaik TNI yg ada…
    - pukulanmu thdp AS & sekutu jauh lbh eksis dbanding kberadaan RI & sgenap prajuritnya
    - pembelaanmu thd Islam sggh berarti..
    - skp gntelmu jmput hkuman mati (jauh dbanding Tibo CS yg bingung cari prlindungn ksana kmari, pdhl abis bunuh 191 anak2 tak berdosa sdg mengaji)
    bukti bhw kau adl “hero..real man..real muslim..lanang tenan!!!
    smoga Allah SWT ampuni dosa2mu…santai dulu dialam kubur brsama para bidadari….InsyaALlah kelak telah ada kavling surga buatmu!….Allahu akbar

    • Achmad
      Juni 12, 2009 pukul 12:15 pm | #54

      kenapa sampeyan nggak ikut amrozi…..masuk surga lho…berani nggak….
      @
      Ada banyak jalan menuju surga. Iya kan?

  53. ketut wardhana
    Mei 6, 2009 pukul 1:38 pm | #55

    bom amrozi sgt membantu perdaban budya bali :
    - bali dg budayanya yg menjaga ketimuran, telah dikotori oleh barat dg berjubelnya sjumlah hotel, klub, karaoke bersama efek negatinya
    - budaya bali kini hny dijadikan obyek (jadi bahan tontonan)
    - nilai2 tlah kabur brsama maksiat bdya barat: free sex, narkoba, hedonisme tmbuh subur ditanah leluhur,
    stlh kau pkul tmpt maksiat kami, devisa nyaris sepi..namun pnghargaan nila2 budaya lahir kembali. thx! Amrozi CS,
    namun hukuman mati trimalah sbg konsekuensi..Bravo : RI, AMROZI, BALI!!

  54. Juli 3, 2009 pukul 8:31 am | #56

    kLO soAl hUkUMaN MaTI ya wajar2 sj kan sesuai apa yg di perbuat oleh sang terpidana, tapi di negara indonesia mha g ada hukuman pancung, amrozi cZ tuh hax mau xari perhatian aja sok2 mau di hukuman pancung

  55. Donne
    Agustus 13, 2009 pukul 10:14 am | #57

    ” Kami telah memaafkan pelakunya dan kami berharap tidak ada lagi teror bom seperti ini lagi di Indonesia ” kata orang tua Evert Mokodompit korban hotel Bom JW Marriot

    Harapan kita semua juga kan…

    Amrozi CS adalah salah satu produk jadi/efek dari kegagalan masyarakat dunia untuk saling mengasihi antar sesamanya…

    Saling memaafkanlah, saling mengasihi, Tuhan yang memberi nyawa dan Tuhan juga yang berhak mengambilnya, jadi siapakah kita yang merasa diri lebih baik dari orang lain dan berhak membunuh orang demi idealismenya…?? jika Amrozi CS disuruh oleh Tuhan dari idealismenya, harus dikaji apakah benar itu Tuhan yang sejati..adakah Tuhan yang sejati yang menyuruh membunuh/membantai orang, padahal DIA yang berikan hidup pada mereka..?

  56. David
    Agustus 22, 2009 pukul 3:57 pm | #58

    Hukuman mati tu ada karna diiringi dg prosedurNa,jd semuaNa hrus brimbang dan sesuai dg prosedur yg berlaku.Tp kl kmudian hr da permint’an dr org yg mo di hukum mati,ya.mnrut sy ksih ja konsekunsi……kan yg ngejalani org tu!!

  1. November 18, 2008 pukul 7:28 pm | #1