Beranda > sains > MISTERI BENTUK JAGAT RAYA DAN MATERI MISTERIUS

MISTERI BENTUK JAGAT RAYA DAN MATERI MISTERIUS

AGUS SISWANTO

Seperti apakah bentuk jagat raya (kosmologi)?. Tampaknya belum ada kesepakatan final yang dihasilkan. Tulisan ini sekadar ingin menuturkan kajiannya.

Model jagat raya yang didasarkan teori Dentuman Besar (Big Bang) selalu disandarkan atas 2 teori penting yaitu: teori relativitas umum dan prinsip kosmologi. Dalam kedua teori tersebut diasumsikan materi di dalam jagat raya dianggap homogen dan isotropik.

Materi juga diyakini didistribusikan seraca seragam ke seluruh jagat raya dalam skala besar dan kecil. Dengan menggunakan teori tersebut juga dapat diketahui adanya pengaruh forsa (daya) gravitasi yang ditimbulkan gravitasi mempengaruhi kelengkungan ruang dan waktu. Inilah yang melahirkan ruang-waktu.

Model geometri

Sejauh ini, jagat raya diperkirakan memiliki bentuk-bentuk (secara geometris) sbb:

1. Bentuk kurva positif. Jagat raya dianggap memiliki bentuk seperti bola. Konsekwensinya. Jagat raya bersifat tertutup dan memiliki luas yang terbatas.

2. Bentuk kurva negatif. Jagat raya berbentuk seperti sadel (pelana kuda). Bentuk pelana ini menunjukan jagat raya tidak memiliki batas (ujung). Dengan demikian, luas jagat raya tidak dapat diketahui.

3. Bentuk datar. Jagat raya berbentuk datar, seperti sebilah papan. Bentuk semacam ini mengandaikan jagat raya tidak memiliki ujung dan tidak terbatas.

Lantas, mana sesungguhnya bentuk jagat raya yang kita huni?

Untuk membahas masalah ini, kita harus membatasi hal tersebut dengan asumsi bahwa geometri tersebut memiliki 2 bentuk dimensi bidang dan 3 bentuk dimensi ruang.

Dengan demikian, andaikan bentuk jagat raya seperti bola (jagat raya tertutup), maka apabila kita melakukan perjalanan dalam satu arah dari salah satu kutubnya, ada kemungkinan kita akan kembali ke titik awal perjalanan (dapat diibaratkan orang yang mengelilingi bumi).

Sedangkan dalam jagat raya terbuka, apabila kita melakukan perjalanan tentunya tidak akan pernah kembali ke tempat semula.

Sebelum membahas 3 bentuk jagat raya (secara geometri) yang mungkin kita diami ini, ada baiknya kita mengetahui pula beberapa hal, yaitu:

1. Sejauh ini jagat raya diyakini berusia 13,7 milyar tahun, angka tersebut menunjukkan bahwa jarak yang dapat ditempuh oleh manusia hanya sejauh 13,7 milyar tahun cahaya.

Daerah yang dapat terjangkau tersebut disebut horizon. Sedangkan daerah di luar horizon, dianggap belum terjangkau ilmu pengetahuan. Denga kata lain, pembahasannya melalui kaidah agama (jagat laduni).

2. Masih banyak kemungkinan lain bentuk jagat raya ini. Bisa saja jagat raya memiliki bentuk yang jauh lebih rumit daripada yang dapat diperkirakan manusia. Contohnya, sebagian ahli yang ada menduga jagat raya kita memiliki bentuk donat atau bentuk-bentuk lain. Namun pembahasan tersebut cenderung melebar, meskipun kajiannya sah-sah saja.

Densitas materi

Densitas materi sangat berperan dalam membahas bentuk jagat raya. Sebagaimana diketahui, densitas rata-rata materi sangat berpengaruh dalam membentuk pola seperti digambarkan dalam bentuk geometri jagat raya di atas, karena itu:

1. Apabila densitas materi bernilai kurang dari densitas kritis, maka jagat raya akan bersifat terbuka dan tak terbatas, seperti bentuk permukaan pelana.

2. Apabila densitas materi bernilai kurang dari densitas kritis, maka jagat raya akan bersifat tertutup dan terbatas, seperti bola.

3. Apabila densitas materi bernilai seimbang (sama) dengan densitas kritis, maka jagat raya akan bersifat datar dan tak terbatas, seperti sebilah papan.

Sejauh ini, nilai densitas kritis yang diketahui bernilai sangat kecil, yaitu sebanding 6 atom hidrogen permeter kubik.

Hasil sementara yang diperoleh berdasarkan teori inflasi (dicetuskan Alan Guth, dkk) dan satelit ruang angkasa WMAP menunjukan bahwa nilai densitas kritis. Itu berarti bentuk jagat raya seperti sebilah papan.

Forsa gravitasi

Bentuk jagat raya dapat juga diperkirakan dengan menggunakan hukum gravitasi. Para ilmuwan berasumsi bahwa seluruh jagat raya didistribusikan secara beragam ke seluruh jagat raya. Tahap selanjutnya, ruang-waktu mempengaruhi materi tersebut.

Dengan kata lain, jagat raya dipengaruhi densitas (kerapatan materi atau masa per unit volume dan tekanan materi (forsa atau daya yang digunakan per unit areal).

Sejauh ini ilmuwan beranggapan bahwa pada tahap awal jagat raya, volume materi bernilai sangat kecil (atau bahkan bernilai nol). Kemudian terjadilah dentuman besar yang bersamaan dengan itu terjadi pemuaian jagat raya.

Namun, pada tahap-tahap selanjutnya, pemuaian ini bukannya terus mengalami percepatan (acceleration) tetapi justru mengalami perlambatan (deceleration) sebagai akibat pengaruh forsa gravitasi yang terkandung dalam materi.

Konsekwensinya: perkiraan atau nasib akhir jagat raya.

Misalnya, apabila ternyata pemuaian jagat raya tidak cukup kuat untuk menahan forsa gravitasi materi yang ada, maka akan menyebabkan pemuaian berhenti. Kemudian terjadi penyusutan yang berakhir dengan runtuhnya jagat raya (big crunch).

Dalam pada itu, observasi menunjukkan bahwa dalam proses pemuaian jagat raya ini ada semacam dominasi pengaruh dari materi yang masih misterius (dark matter) dan energi misterius (dark energy) inilah yang membuat jagat raya tetap seimbang (fine tunning).

Dengan kata lain, proses pemuaian jagat raya selalu diimbangi forsa gravitasi yang membuat jagat raya tidak memuai dengan laju yang terlalu cepat dan juga tidak semakin lambat yang bisa berakibat runtuh.

Dari uraian diatas, beberapa perkiraan bentuk jagat raya adalah:

1. Jagat raya bersifat tertutup dan terbatas. Apabila jagat raya bersifat seperti itu, dengan awalnya bervolume nol. Kemudian terjadi dentuman besar dan memuai, maka tentunya pada awalnya ada sebuah titik tunggal (singularitas) sebagai awal ledakan dan pemuaian (semacam pusat). Di sinilah jagat raya memulai evolusinya.

2. Jagat raya berbentuk seperti bola, di mana batas-batas pemuaian dianggap sama radiusnya. Maka semua titik atau posisi dalam jagat raya dianggap sama. Dengan demikian, tidak ada pusat atau bagian tertentu dalam jagat raya yang bisa dianggap sebagai titik awal dentuman besar atau titik awal pemuaian.

3. Jagat raya bersifat tertutup, tetapi memiliki tepi awal atau pusat dentuman besar dan pusat pemuaian. Juga memiliki tepi akhir atau pusat penyusutan atau titik runtuhan jagat raya (kiamat).

4. Andaikatan peristiwa dentuman besar tidak terjadi pada sebuah titik tunggal (singularitas) dalam ruang-waktu. Maka kemungkinan yang muncul adalah terjadinya dentuman besar secara simultan di jagat raya (lebih dari satu dentuman secara bersamaan).

Dengan demikian, daerah dalam ruang-waktu (horizon) sekarang tentunya tidak selalu lebih besar dari horizon masa lalu.

Begitu pula andaikan sekarang ini semua ruang-waktu, baik yang ada di dalam dan di luar horizon bersifat tidak terbatas, maka pada awal terbentuknya jagat raya pasti bersifat terbatas. Jagat raya semacam ini belum bisa di gambarkan bentuknya.

Namun demikian, hasil sementara berdasarkan peristiwa supernova yang teramati menunjukan bahwa jagat raya terus memuai selamanya.

Hingga kini, ilmuwan masih menyelidiki berapa pasti nilai desitas materi di jagat raya dan pengaruh materi dan energi misterius. Semua itu agar diketahui bentuk sesungguhnya jagat raya. Selanjutnya dapat diketahui evolusi dan nasib jagat raya. Anda berminat membantu para ilmuwan tersebut?

BERAGAM TIPE MATERI

Bentuk dan evolusi jagat raya dipengaruhi beragam variasi tipe materi (partikel) yang ada.

Klasifikasi dasarnya sbb:

1.RADIASI. Partikel yang tidak memiliki massa atau partikel bermassa kecil yang bergerak dengan kecepatan cahaya. Contohnya, foton (cahaya) dan neutron. Partikel radiasi dianggap memiliki tekanan positif.

2.MATERI BARYONIC. Materi yang sudah dikenal manusia dan memiliki komposisi utama: proton, netron dan elektron. Materi ini dianggap tidak memiliki tekanan yang cukup berpengaruh.

3. DARK MATTER. Dikenal juga sebagai materi misterius atau non baryonic matter yang berinteraksi secara lemah dengan materi baryonic. Materi ini kemungkinan akan berhasil dideteksi melalui laboratorium raksasa supercollider. Eksistensi materi ini menjadi perbincangan hangat kalangan ilmuwan.

4. DARK ENERGY. Sejauh ini, diduga ada semacam energi yang masih misterius yang mengisi jagat raya. Boleh jadi, energi (atau partikel) misterius ini mengisi ruang hampa udara di jagat raya. Energi misterius diyakini berperan dalam mempengaruhi proses pemuaian jagat raya. Energi ini memiliki tekanan negatif. Dulu di sebut ether.

Gambar 1. Bentuk donat

Gambar 2. Model geometri

Gambar 3. Materi misterius

Gambar 4. Energi misterius

Gambar 5. Supernova

Gambar 6. Alan Guth

Gambar 7. Satelit WMAP

  1. Juli 4, 2008 pukul 11:19 am | #1

    sebenarnya kalo mikirin jagat raya.. kepalaku bisa langsung gegar otak.
    Kalo awalnya ukuran nya 0, kemudian pertanyaannya lagi.. benda berukuran 0 tadi berada di mana ?

  2. sufi
    Juli 4, 2008 pukul 2:00 pm | #2

    pusing…. yg jelas jagat raya ini bentuknya buka kotak ataupun persegi….

  3. Juli 4, 2008 pukul 2:26 pm | #3

    Ketika mikirin jagat raya, duduklah di teras rumah, di taman sejuk atau di bawah pohon rindang. Siapkan pula segelas teh manis atau secangkir kopi pahit. Tambahkan sekadar makanan camilan.Dijamin tidak membuat gegar otak.
    Bukankah mitos menyebutkan bahwa Newton menemukan hukum gravitasi saat berada di bawah pohon apel? Ketika kemudian sebuah apel jatuh dan menimpa kepalanya,lahirlah gagasan gravitasi.
    Memikirkan jagat raya sama indahnya dengan memikirkan kekasih yang berada jauh di seberang lautan..

  4. Juli 4, 2008 pukul 6:39 pm | #4

    benda ghaib yang bisa dilihat ya langit dan isinya

  5. thyna
    Juli 14, 2008 pukul 3:53 pm | #5

    x

  6. Dede
    Juli 16, 2008 pukul 12:33 am | #6

    Boro2 mikirin bentuk jagad, mikirin BBM & sembako aja sudah puyeng…

  7. Agustus 19, 2008 pukul 5:50 pm | #7

    berat euy postingannya … :) , thx for sharing, agak2 nyambung nih sama postingan gw :

    http://www.supermance.com/mau-tau-seberapa-luas-alam-semesta/

  8. David Yanto D.Mahulae
    Agustus 19, 2008 pukul 6:30 pm | #8

    Tuhan maha pencipta, Dia telah menciptakan bumi beserta isinya dengan sebuah dentuman yang mirip dengan bunga mawar,donat dll, hanya kepadanya sajalah kita sujud dan memohon pengasihan pengampunan.

  9. unknown
    Agustus 30, 2008 pukul 10:16 am | #9

    Tolong kalau bisa tambahkan tentang teori-teori jagad rayanya ya

  10. September 7, 2008 pukul 8:20 pm | #10

    yang saya tau, bentuk jagat raya ini tidak ada batasnya, dan berpusat pada sebuah benda yang sangat besar yang memiliki daya gravitasi yang amat besar yang dapat menendalikan seluruh galaksi yang ada di jagat raya ini. dan saya rasa polemik ini tidak akan ada akhirnya karena kemampuan teknologi yang kita punya saat ini sangat terbatas.
    dan jika anda ingin mencari kebenarannya, carilah pada Al-Quran, karena saya yakin semua misteri yang ada di dunia ini ada jawabannya di Al-Qur’an.

  11. September 13, 2008 pukul 12:35 pm | #11

    Yach Al’Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW yang akan menjawabnya kelak di alam akhirat.

    • yorie
      Oktober 2, 2009 pukul 10:12 am | #12

      yup setuju….dalam alquan disebutkan allah yg meluaskan (artinya jagad raya memiliki dimensi panjangxlebar=luas) dan terus mengembang. Allah yang memisahkan jagad raya yg awalnya satu kesatuan (teory bigbang relefan dg penjelasan alquran disini), dan tiba saatnya nanti allah akan “menggulung”kembali jagad raya / menyatukan spt semula=tdk ada dimensi ruang&waktu dgng kata lain setelah hari akhir/kiamat seluruh jagad raya akan musnah…..

  12. Jasni
    September 18, 2008 pukul 1:51 pm | #13

    Percayakah anda para pembaca kalo Awal dr terbentuknya jagad raya adalah hanya sebentuk titik

  13. Jasni
    September 18, 2008 pukul 1:54 pm | #14

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabasakatuh Percayakah anda para pembaca kalo Awal dr terbentuknya jagad raya adalah hanya sebentuk titik
    Wassalam

  14. icha………
    September 22, 2008 pukul 8:51 am | #15

    trim’s y ats situs_a yg okey bgt……………………..uuuuuuuuuuuuuuuu

  15. September 28, 2008 pukul 2:12 pm | #16

    Inspiratif banget…

  16. Oktober 2, 2008 pukul 10:15 am | #17

    saya rasa jaga raya masih menyimpan banyak sekali rahasia… dan saya sangat ingin mengetahuinya dengan jelas……..

  17. huntingmaster
    Oktober 19, 2008 pukul 3:24 pm | #18

    gw rasa jagat raya terbentuk karena sesuatu dari ketiadaan atau sama dengn 0 kemudian meledak menjadi tak terhingga

    sesuai teori

    0 : 1 = ~

  18. ryval
    Oktober 28, 2008 pukul 12:53 pm | #19

    jagad raya itu terbentuk atas kehendak Allah s.w.t….dan semua itu bisa terjadi karena sabda Allah….”kun payakun”,artinya “jadi maka jadilah”

  19. aulia
    November 4, 2008 pukul 8:14 am | #20

    menrut saya jika kita memelajari teori jagat raya ini bngung karena saat ini mana yang dipakai dari para ahli.tapi saya setuju dgn teori big bank

  20. wahyu sulaiman
    November 8, 2008 pukul 9:30 pm | #21

    klo bisa,dlm memberikan proposal tentang jagat raya yang lengkap donk?

  21. November 10, 2008 pukul 5:24 am | #22

    Apakah jagad raya itu diam atau mengembang seperti balon, bukankah ada Asma-Nya Al Wasi’u (Maha Luas), bingung deh saya jadinya?

  22. Linda
    November 10, 2008 pukul 7:43 pm | #23

    gk ngarti

  23. asep
    November 18, 2008 pukul 9:35 am | #24

    ra njowo aku

  24. TUKIYO
    November 18, 2008 pukul 9:38 am | #25

    KULO KINTEN JAGAD RAYA NIKU SING DAMEL MBAH GUSTI ALLAH

  25. Roy Sidick
    November 20, 2008 pukul 1:52 pm | #26

    Asal muasal Jagat raya ini tidak ada yang tahu…karena pengetahuan Manusia belum sampai kesana dan tertutup tabir yang tidak bisa bisa ditembus oleh manusia.Menurut buku yang saya baca…Awal penciptaan alam semesta kembali kepasa Allah SWT yang dulunya masih sendirian…lalu diciptakankanlah Arsy sebagai singgasananya, lalu diciptakan laumahfud, yaitu lembaran yang terbuat dari Batu mulia, lalu diciptakan Qalam (pena) yang menuliskan semua awal penciptaan, sampai hari kiamat kelak.bagaimana menurut Anda….?

  26. anonim
    November 20, 2008 pukul 1:57 pm | #27

    tulisan di atas perlu lebih diperjelas. agar yang baca dapat lebih memahami. trims

  27. t0m8l0k
    November 26, 2008 pukul 3:14 pm | #28

    jagad raya itu sangat luas tidak ada batasannya.jagad raya itu terbentuk oleh serpihan2!!!!!!!!!

  28. EKO BUDHI PURWONO
    Desember 21, 2008 pukul 3:35 am | #29

    Sedikit menjelaskan pendapat. Akan dijawab bentuk pertanyaan. Dgn perspektif ilmiah ISLAM
    Berapa kecepatan cahaya ? Diatas cahaya ada cahaya Nur Illahi..
    artinya… Kalau kita (manusia biasa) mau mengukur batas, jawabannya cuman satu !!! Tidak akan sanggup !titik.. Walau dgn teori apapun.
    Jawaban lain,mengapa ? Karena Rasul Muhammad saja, saat akan diajak ke langit ketujuh harus di bersihkan dulu lahir batinnya sama malaikat jibril, sementara itu padahal perintah Allah… Kita manusia biasa !!!
    Artinya :
    Bila dinyatakan dgn teori manusia : itu jelas tak akan sanggup dipecahkan, yang bisa memecahkan cuman IMAN !
    Tak terhingga, tdk ada anggka digital yang bisa menulisnya..
    Bukti lain yang nyata… Jangakan mengukur luas jagat raya.. Coba hitung berapa energy yang dihasilkan oleh matahari yang berumur jutaan tahun kok gak abis2..!!!
    Bila ingin jawaban lainnya, saya akan coba berikan tips :
    1. Bersihkan diri anda sebersih2 nya lahir batin.
    2. Meminta petunjuk Allah.
    3. Iman setebal tak terbatas, maka akan dapat jawaban yang tak terbatas pula.. !!! Kalau cuman setengah, ya setengah2 jugalah, alias nggantung..
    4. Percaya atau tidak, utk tahu jawaban sesuatu yang besar cukup lihat sesuatu yang terkecil dahulu saya ulang, cari yang terkecil dahulu!!!
    5. Setelah dapat jawaban no 5, langsung Tobat saja.
    Penjelasan terakhir : (bentuk kisah ttg malaikat)
    Satu Malaikat konon pernah diberi sedikit nafsu, sehingga punya keinginan untuk meminta ijin kepada Sang Penciptanya mengukur luas alasnya Arsy (tempatnya Allah). Setelah diberi ijin, dia mulai terbang/memulai perjalannannya sehingga memakan waktu yang tak terhingga (bayangkan kecepatan diatas cahaya). Krn sudah merasa tdk sanggup, dia kembali ketempat asalnya dan melapor, bahwa dia tdk sanggup mengukurnya. Lalu bertobat
    Artinya = jangankan manusia yang lari dengan kecepatan 50 Km/jam atau bahkan pakai roket sekalipun.. sementara malaikat saja dgn kecepatan diatas cahaya saja tdk sanggup kok…….. Wallahu A’lam bisawab.

  29. NASRULLAH
    Januari 18, 2009 pukul 3:58 am | #30

    HUH JAGAD RAYA EMANG DEH

  30. Ical
    Februari 13, 2009 pukul 11:36 pm | #31

    Kita ngk pernah tau kenyataan yg sebenarnya hanya teori2 yg mungkin mendekati saja karna itu relativitas muncul semua materi dan energi di jagat raya ini relativ keberadaanya ruang dan waktu itu ngk terbatas jaraknya akan terus memuai mendekati zero
    @
    Akan terus memuai mendekati zero? itu pun hanya teori saja.

  31. ahmadmisbah
    Februari 14, 2009 pukul 7:57 am | #32

    Aku lagi menerjemahkan artikrl berbahasa Arab tentang tema yang sama…Artikel ini sangat membantu untuk referensi saya.. Kalau selesai hasilnya bisa dilihat di http://maqamatcinta.wordpress.com/ salam kenal aja…

  32. ahmadmisbah
    Februari 14, 2009 pukul 8:03 am | #33

    Mau nambah, judul artikelnya “HARI KAMI MELIHAT LANGIT SEPERTI GULUNGAN KERTAS”
    @
    Saya tunggu tulisannya Mas. Terima kasih

  33. April 12, 2009 pukul 12:11 am | #34

    Bentuk jagat raya itu bulat seperti bola, kita berada di dalamnya. Bumì berada di tengah2, jagat raya ini dibatasi oleh lapisan batu yg sangat tebal dan keras. Arasy, surga, lauhilmahfudz, hadrol muqodas berada di dalam bagian atas jagat raya.

  34. ihsan
    April 12, 2009 pukul 12:29 am | #35

    Di luar jagat raya (alam semesta) ada wilayah kosong, tak ada benda atau mahluk apapun. Di tmp ini Alloh bisa membuat alam semesta seperti yg sdh ada ataupun yg berbeda. Setelah wilayah kosong banyak kehidupan yg lain di luar sana.

  35. supatno
    April 24, 2009 pukul 4:40 pm | #36

    Tentulah manusia takkan sanggup mengukur atau mengetahui bentuk alam semesta.
    Mengapa ?? Karena manusia hanya memiliki kemampuan yang terbatas. Misalnya ?? Telinga anda dekat sekali dengan mata anda. Cobalah lihat telinga anda dengan mata anda. Apalagi alam semesta, yang hanya Allah saja yang maha tau.

  36. herpinsi
    April 26, 2009 pukul 12:36 pm | #37

    jagad raya, adalah jagad raya itu sediri,karena jagad raya bergerak berarti ia hidup, artinya jagad raya itu adalah makhluk. sperti halnya manusia, merupakan tempat makluk2 mikroba hidup dan berkembang biak, tetapi anehnya makluk2 itu berguna bagi manusia.

  37. Einstein
    Juli 16, 2009 pukul 3:08 pm | #38

    Sesungguhx,batas jagad raya ada d dalam otak qt sndiri.sampai mana qt bz brpikir tentang luasx jagat raya,d situlah batas jagad raya.
    Tul ga???

  38. zia hidayat
    Agustus 6, 2009 pukul 10:21 am | #39

    Saya pikir bentuk jagat raya. manusia bakalan tidak tahu karena jagat raya itu luas banget. jadi hanya allah yang tahu

  39. sahara
    Agustus 19, 2009 pukul 4:49 pm | #40

    weleeh…wwweeelleeeeehhhhh………

  40. Anton berjaya
    September 30, 2009 pukul 8:42 pm | #41

    mempelajari jagat raya dan seluruh isi adalah sebuah PROPESI yang MULIA tp dengan catatan harus didasari dengan NIAT yg suci,yaitu utk menambah KEIMANAN kita betapa MAHA BESARNYA,MAHA AGUNGNYA,MAHA SEMPURNANYA sang PENCIPTA kita.bumi yg kita huni sekarang ini,yg dihuni oleh sekian milyar makhluk hidup didalamnya,CUMA salah satu planet dari sekian milyar planet ciptaanNYA dijagat raya.dari itu SHOLAT lah kerana sholat adalah perintah yang dari SANG PENCIPTA jagat raya ini.thanks.

  41. adam faizal
    Oktober 29, 2009 pukul 3:38 pm | #42

    menurut saya jagat raya bermula dari sebuah batu yang hancur dengan sangat-sangat dahsyat……….kemudian membentuk partikel-partikel yang kita sebut sebagai bimtang,sebetulnya di dalam satu galaksi saja(bima sakti)terdapat milyaran bintang

  1. Belum ada trackback.