NOVEL HOROR TERBARU: PENGANTIN LEMBAH KEMATIAN

Maret 11, 2014 6 komentar

  Cover Pengantin Lembah Kematian

PENGANTIN LEMBAH KEMATIAN

 SINOPSIS

Bagi perempuan di Kampung Lembah Kematian, menjaga agar dirinya tetap perawan, menjadi persoalan wajib yang tidak bisa ditawar-tawar. Mungkin saja suaminya kelak tidak akan mempermasalahkan ketidakperawanan istrinya. Namun tidak demikian bagi Mbah Bahuga. Tepat di malam pengantin, makhluk gaib pelindung kampung itu akan meniduri pengantin perempuan sebelum suaminya. Jika ternyata pengantin perempuannya sudah tidak perawan, dia akan dibunuh. Jika tidak, dipastikan kampung itu akan dilanda malapetaka.

Kenyataan itulah yang membuat Marni begitu tertekan menjelang hari  perkawinannya. Bukan karena Mas Turip tidak mau menerima keadaannya, tapi kenyataan bahwa ia akan menemui ajal di malam pengantin, membuatnya begitu gundah. Ya, dirinya sudah tidak perawan. Tentu Mbah Bahuga akan marah dan membunuhnya. Bagaimana Marni bisa keluar dari situasi yang rumit itu? Siapakah sebenarnya Mbah Bahuga?

PENGANTIN LEMBAH KEMATIAN

Penulis: Yon Bayu Wahyono 
ISBN: 979-1305-88-4

Tahun terbit: Februari 2014.

Jumlah Hal: iv + 202 hal

Ukuran: 13 cm x 20 cm

(Soft Cover).

Penerbit: Nusa Media Yogyakarta

Harga: Rp. 40.000,-

Silahkan pesan sekarang juga

Kirim sms ke no 08176645205 dengan format :

NAMA#ALAMAT#JUMLAH PEMESANAN

Tuliskan Nama Lengkap, Alamat pengiriman, Jumlah buku yang dipesan,

Kami akan mengirim nomor rekening beserta jumlah uang yang harus di transfer setelah ditambah ongkos kirim.

YON BAYU WAHYONO

Selama ini dikenal sebagai wartawan dan penulis novel politik serta buku biografi sejumlah tokoh. Karya-karyanya pernah dimuat di HU Suara Merdeka (Semarang), SKH Kedaulatan Rakyat (Jogya), The Jakarta Post (Jakarta), Borneo Weekly (Brunei Darussalam), HU Pikiran Rakyat  (Bandung),  Tabloid NOVA (Jakarta) dll.

Sejak beberapa tahun terakhir, tepatnya setelah  bergabung dengan Majalah Misteri, mulai menggarap novel-novel horor. Dendam Darah Perawan adalah novel horor pertamanya yang pernah dimuat sebagai cerita  bersambung di Majalah Misteri.  Kini sejumlah novel lainnya tengah dalam proses terbit, al: Putri Kinanti, Arisan Maut, Pengantin Lembah Kematian, dll.

Beberapa buku yang sudah terbit  :

Surat Buat Bunda (antologi cerita pendek)

Calon Gubernur (novel)

Kiay Oedin (Biografi Gubernur Lampung Komjend Pol Pur Sjachroedin ZP)

Dari Kuli Karung Ke Kursi Walikota (Biografi Wali Kota Bandar Lampung Drs Eddy Sutrisno, MPd)

Dendam Darah Perawan (novel horor)

Pengantin Lembah Kematiaan (novel horor)

(Agus Siswanto)

Bekam Sembuhkan Diabetes Mellitus

Maret 6, 2014 5 komentar
Terapi Oksidan

Pengobatan Diabates Mellitus dengan Oxidant Releasing Therapy

Diabetes mellitus (DM) dari kata bahasa Yunani diabaínein. Artinya tembus atau pancuran air.

Dan dalam bahasa Latin, mellitus, rasa manis yang umum dikenal orang sebagai kencing manis.

Ini adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan.

Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal.

Akibatnya berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop electron. Selanjutnya bisa Anda baca di sini.

Kategori:kesehatan

Air Terjun Bantimurung, Keindahan Bernuansa Mistis (Video)

Januari 25, 2014 17 komentar

Dalam rangkaian jelajah di Makassar, Sulawesi Selatan, penulis mengunjungi lokasi wisata Air Terjun Bantimurung Bulusaraung.

Setelah perjalanan sekira satu jam dari Makassar, penulis memasuki obyek wisata. Sebuah gapura besar dengan lambang kupu-kupu raksasa di atasnya, diikuti patung kera tanpa ekor yang juga berukuran raksasa.

“Di sini banyak kisah misteri, Mas,” kata Pak Sahrir setelah penulis menyebut nama Majalah Misteri. Ditanya seputar legenda Bantimurung, Pak Sahrir menuturkan bahwa ada beberapa versi terkait asal usul kata Bantimurung.

“Bantimurung itu berasal dari bahasa Makassar. Artinya air yang terbanting (atau jatuh) bergemuruh,” kata Pak Sahrir.

Dikisahkan, suatu ketika Raja Gowa ingin mengadakan pertemuan dengan Raja Bone. Mereka sepakat untuk bertemu di daerah Maros ini. Suatu ketika, beberapa pasukan berkuda kerajaan berjalan-jalan di sekitar kawasan hutan ini. Tiba-tiba mereka mendengar suara bergemuruh (air terjun). Peristiwa ini mereka laporkan kepada Raja.

“Nia a je’ne amaru ta banting (ada air jatuh gemuruh),” kata pasukan berkuda.
Seketika itu juga Raja Gowa menjawab,” bantimurung (airnya terbanting gemuruh).”
Sejak itulah air terjun ini dikenal dengan nama Bantimurung.

Menurut Pak Sahrir, dahulu lokasi ini juga menjadi tempat orang-orang alim melakukan uzlah atau menyepi, khususnya di goa. Bahkan di tempat itu pula orang-orang alim atau para wali berkumpul untuk membahas dakwah.
Usai berbincang dengan Pak Sahrir, penulis melangkahkan menuju goa.

Goa

Di sini penulis ditemani Daeng Cipuk, pria tua yang masih kuat dan energik.
“Di dalam goa ini ada tempat sholat Raja Bantimurung dan beberapa wali di sini,” kata Daeng Cipuk (65 tahun) kepada penulis. “Ada juga tempat yang diyakini pernah menjadi tempat bertapa.”

Daeng Cipuk mengungkapkan bahwa tidak jauh dari lokasi pesholatan itu terdapat air jernih yang digunakan untuk berwudhu. Tentunya, orang-orang zaman dahulu yang memilih tempat ini sebagai tempat uzlah atau menyepi agar lebih khusyuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tidak perlu ke luar goa untuk mengambil wudhu.

Menyinggung kisah mistis yang ada di goa ini, Daeng Cipuk tampak tersenyum mendengarnya. Pria yang sudah 40 tahun bekerja memandu wisata di kawasan ini mengungkapkan bahwa dirinya sering diminta untuk menemani tamu dari berbagai daerah untuk tirakat di goa ini.

“Mereka tirakat di dalam, sedangkan saya hanya menunggu di pintu goa. Tidak ada seorang pun yang masuk goa ini. Tetapi anehnya, hanya dalam hitungan sejam atau dua jam saja, mereka yang tirakat itu berlari ke luar. Mereka mengaku mendengar suara berisik di dalam goa,” kata Daeng Cipuk menuturkan ceritanya seraya tertawa kecil.

Meskipun Daeng Cipuk berbicara dengan nada humor, tetapi penulis malahan merinding mendengarnya.
“Umumnya mereka mengaku mendengar keramaian. Seolah-olah ada pengunjung yang masuk ke goa. Tetapi setelah diperhatikan tidak ada seorang pun yang terlihat, mereka langsung lari ke luar. Padahal itu terjadi siang hari,” lanjutnya.

Secara pribadi pria tua ini tidak pernah melihat penampakan apapun (atau mungkin dia sengaja menyembunyikannya). Tetapi beberapa orang yang masuk goa sering bercerita kepadanya telah melihat sosok pria berpakaian layaknya seorang haji.

Sesuatu yang membuat Daeng tidak mengerti adalah saat ada pengunjung yang kesurupan. “Mereka yang kesurupan sering berbicara dengan nada anak-anak. Padahal saya tidak pernah mendengar ada penampakan makhluk gaib yang berwujud anak-anak,” ujarnya.

Kepada penulis, Daeng mengingatkan bahwa pengunjung hanya diperbolehkan berada di goa hingga pukul 5 sore. Mereka juga dilarang untuk melakukan tirakat atau ritual apapun di dalam. Terlebih lagi di malam hari. Hal ini lebih disebabkan faktor keselamatan pengunjung itu sendiri.

(Agus Siswanto aka BaNi MusTajaB)

Review Blog BaNi MusTajaB 2013

Januari 4, 2014 4 komentar

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 530,000 times in 2013. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 23 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

PENCURI KAFAN DAN DOKTRIN SANG GURU

Desember 18, 2013 12 komentar

Seorang pria menggali kubur dan mengeluarkan jasad di dalamnya, lalu mengambil kain kafannya untuk di bawa ke Gunung Srandil. Semua itu dia lakukan untuk menyempurnakan keilmuan yang sedang ditekuninya: keilmuan terbang dan keilmuan menghilang. Begitulah sekelumit petikan berita heboh di negeri ini. Dalam khazanah modern, iIlmu terbang bisa juga disebut Ilmu Superman dan Ilmu Menghilang disebut Ilmu Hollowman.

Apa yang dilakukan pria itu bukan hal baru dan bukan yang pertama terjadi di negeri ini. Bahkan bukan yang paling sulit. Jauh sebelumnya ada pula yang pernah memakan mayat. Meski mayat di masak lebih dulu lalu diberi kecap dan sambal agar terasa gurih dan lezat.

Pria pencuri kain kafan itu bukan orang bodoh atau gila. Dia normal dan sehat wal afiat. Dia melakukan itu sebagai bagian dari perintah gurunya untuk mendapatkan ijazah keilmuan yang dipelajarinya.

Sejauh ini belum jelas siapa guru dari si Pencuri kain kafan itu. Bisa saja, sang guru tersebut berprofesi sebagai dukun, paranormal, ustadz, kyai, pendeta, biksu, pedagang, politisi atau profesi apa saja. Tetapi apapun profesi sang guru, tentu sang guru tersebut berhasil memberi doktrin yang kuat hingga melekat tajam di otak sang murid. Sehingga apapun perintah sang guru, maka pasti dilakukan sepenuhnya oleh sang murid.

Inilah esensi dari peristiwa menghebohkan pencurian kain kafan. Pencuri kafan melakukan apapun perintah gurunya, bahkan perintah yang tidak masuk akal sekalipun. Guru yang memiliki kemampuan mendoktrin semacam inilah yang sangat berbahaya.

Ketakjiman murid terhadap gurunya terkadang melebihi batas kewarasan akal. Itulah sebabnya, guru yang menyimpang dari syariat agama pun sering pula diikuti dan dituruti muridnya.

Secerdas dan sepintar apapun sang murid, sering tidak mampu menolak perkataan dan perintah gurunya yang memang telah dipuja dan didewakannya.

Ketika sang guru mengatakan dirinya adalah waliyullah, maka sang murid percaya. Ketika sang guru mengatakan dirinya memiliki kunci surga, maka sang murid menjadi lebih percaya lagi. Ada pula yang percaya air ludah sang guru memiliki kadar kekeramatan.

Bahkan ketika sang guru memerintahkan murid-muridnya melakukan bunuh diri, maka murid-muridnya pun mengikuti dengan senang hati. Itulah yang terjadi saat Jim Jones di Afrika memerintahkan jemaatnya melakukan bunuh diri massal di Afrika. Begitu pula si sinting David Koresh di Texas, Amerika yang membakar diri bersama murid-muridnya.

Pencuri kafan yang berharap ilmu terbang itu jelas salah dalam memilih guru. Dan guru yang menyesatkan semacam ini ibarat pepatah: siapa menabur kencing, dia akan menuai pesing.

Majelis Rasulullah SAW: Al Habib Umar bin Hafidh (25-11-2013)

Desember 12, 2013 4 komentar

Zikir dan Tabligh Akbar Majelis Rasulullah SAW
Bersama Guru Mulia Al Musnid Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidh
Senin 25 November 2013
di Monas Jakarta

Ketika Kita Harus Memilih Gita Wirjawan

November 16, 2013 9 komentar

Pada dasarnya, kehidupan manusia ini dihadapkan pada banyak pilihan. Karena manusia memang memiliki kebebasan untuk memilih apapun yang disukainya. Umumnya, pilihan ini terkait dengan persepsi orang tersebut terhadap kenyataan, meskipun bukan pada kenyataan itu sendiri.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa persepsi adalah proses pada diri seseorang dalam menerima dan menafsirkan kesan yang diterima. Persepsi ini akan berproses di dalam diri seseorang seiring dengan perjalanan waktu. Di sini, pikiran, perasaan dan pengalaman setiap orang berperan aktif dalam membentuk persepsi. Itulah sebabnya, seringkali kita menyaksikan sebuah realitas, kenyataan atau obyek yang sama tetapi dipersepsikan dengan cara berbeda.

Dalam hal persepsi ini, saya punya pengalaman pribadi. Beberapa tahun lalu, saya pernah bekerja di perusahaan tambang batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur. Pada awalnya, situasi pekerjaan membuat saya tersiksa. Terutama menyangkut aspek fisik yang melelahkan serta rekan kerja dan atasan cenderung bersikap keras dan kasar. Saat itu saya memiliki persepsi buruk tentang pekerjaan, rekan kerja dan atasan.

Tetapi saya menyadari bahwa kenyataan itu hanya ada dalam persepsi. Oleh karenanya, saya segera mengubah persepsi. Seiring perjalanan waktu, saya merasakan kenyamanan. Rekan kerja dan atasan menjadi akrab dan pekerjaan yang menguras fisik tidak terasa melelahkan.

Mengubah persepsi, tentu saja, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Melainkan butuh proses yang tidak sebentar. Tetapi saya mengawalinya dengan selalu berprasangka baik (husnudzhon). Khususnya berprasangka baik kepada Tuhan. Sikap ini sangat membantu dalam mengubah persepsi terhadap sesuatu. Prasangka baik ini juga dapat melahirkan pikiran positif dalam diri.

Diantara pilihan-pilihan

Persepsi terhadap sesuatu hal sangat terasa ketika berhadapan dengan banyak pilihan. Lebih terasa lagi jika pilihan-pilihan yang ada semuanya baik dan layak. Sedangkan kita dituntut untuk memilih satu saja diantara pilihan yang ada.

Seandainya pilihan tersebut terhadap suatu obyek berupa benda, tentu tidak terlalu merisaukan jika kemudian pilihan itu tidak sesuai dengan harapan. Tetapi persoalan menjadi berbeda ketika pilihan itu terhadap obyek yang bernama manusia.

Karena itulah, dalam ajaran Islam dikenal suatu cara dalam memilih, yaitu melalui shalat istikharah. Cara ini dilakukan untuk memilih pilihan yang terbaik diantara pilihan lain yang tergolong baik. Shalat istikharah dilakukan untuk memilih jodoh, pekerjaan atau bisnis yang cocok dan lain-lain.

Dalam hal pilihan inilah, persepsi kita terhadap obyek yang akan dipilih menjadi sangat penting. Apalagi jika obyek yang dimaksud adalah seseorang yang memiliki tekad kuat untuk memimpin negeri berpenduduk sekira 250 juta ini.

Gita Wirjawan

Seseorang yang saya maksud adalah Gita Wirjawan. Pria berusia 48 tahun yang namanya mulai dikenal luas setelah masuk bursa konvensi calon presiden dari Partai Demokrat. Meskipun saat ini masih menjabat Menteri Perdagangan dalam Kabinet SBY jilid 2, tetapi tampaknya Gita merasakan atau melihat sesuatu yang dapat dilakukan lebih dari sekadar menjadi menteri. Setidaknya itu yang dapat saya amati saat membuka situs pribadinya di gitawirjawan.com.

Tentu saja untuk saat ini ada banyak orang yang memandangnya sebelah mata. Tetapi, sebagaimana saya tulis di awal, semua ini terkait dengan persepsi kita terhadap sesuatu hal.

Persepsi yang beragam dalam memandang Gita, terutama menyangkut jejak rekamnya dalam membangun bangsa ini, merupakan sesuatu yang wajar saja. Setiap individu memiliki persepsi yang berbeda terhadap sosok suami dari Yasmin Stamboel Wirjawan ini.

Meskipun proses pemilihan itu belum tiba, tetapi kita sudah dikejutkan ketika pria ini tiba-tiba saja mengajukan diri dalam sebuah konvensi partai untuk dipilih dalam bursa calon presiden pada pemilu mendatang.

Di sinilah persepsi kita terhadap Gita dimulai. Dengan kata lain, kita tidak lagi memandang sosoknya yang hanya mengepalai sebuah kementerian, melainkan juga merasakan tekadnya untuk memimpin negeri ini. Sebab, seperti kata Gita, “”You’re bigger than what you think you are”. Kamu lebih besar dari apa yang kamu pikirkan dan Berani Lebih Baik.

Persepsi terhadap Gita menjadi sangat penting ketika kita berada pada tahap harus memilih. Seandainya Gita terpilih dalam konvensi partainya nanti, tentu kita harus menerimanya sebagai seorang calon pemimpin negeri diantara pilihan-pilihan yang ada.

Agus Siswanto

mengintip-cara-yasmin-gita-wirjawan-ngasuh-anak-di-era-gadget
Gita Wirjawan bersama isteri, Yasmin Stamboel Wirjawan