MY NAME IS KHAN…..ANTARA NAMA DAN PARANOIA AMERIKA

What is in the Name?

Apalah arti sebuah nama?… demikian Shakeaspere dalam Hamlet.

Tetapi di era modern ini, nama dapat menjadi sebuah persoalan. Bahkan petaka.

Beberapa waktu setelah tragedi WTC 2001, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, melakukan pemeriksaan ketat terhadap siapapun yang hendak melancong ke negeri Paman Sam.

Seorang teman yang sedang mengurus VISA mengungkapkan bahwa pemeriksaan berfokus pada nama dan ciri wajah. Jika Anda memiliki nama berbau Islam, seperti Ahmad, Muslimin, dan lain-lain, maka dapat dipastikan VISA ditolak dan Anda dilarang pergi ke Amerika.

Begitu pula jika wajah Anda dihiasi untaian jenggot. Meskipun hanya sepanjang 1 senti, Anda akan ditolak, bahkan sebelum Anda menunjukkan dokumen-dokumen di depan petugas.

Paranoia Amerika terhadap Islam memang keterlaluan. Atas nama keamanan negara, Amerika melanggar hak azasi manusia yang selalu dijunjung tinggi. Konstitusi Amerika – Amandemen ke-14 yang mensyaratkan bahwa semua warga negara Amerika Serikat diperlakukan sama di bawah hukum – terabaikan.

Diskriminasi tidak hanya terhadap warga asing, tetapi juga terhadap warganya sendiri yang kebetulan beragama Islam. Media massa di seluruh dunia senantiasa melaporkan diskriminasi yang ganjil ini.

Sembilan tahun setelah tragedi WTC, paranoia ini digambarkan secara apik melalui sebuah layar film. Bukan produksi Hollywod, tetapi Bollywood.

My Name is Khan, sebuah film garapan Johan Karan, berhasil menghadirkan paranoia Amerika terhadap Islam. Lebih tepatnya, paranoia terhadap sebuah nama yang berbau Islam: Khan.

Dikisahkan, Rizwan Khan, pria penderita autis asal Mumbai India, mendapat didikan ibunya tentang karakter dasar manusia dan bagaimana membina relasi  antar sesama manusia.

Sang ibu mengatakan bahwa di dunia ini hanya ada 2 tipe manusia, yaitu manusia yang baik dan manusia yang jahat. Kebaikan dan kejahatan manusia itu tidak ada kaitannya dengan suku, agama dan ras.

Sang ibu menekankan bahwa tidak ada orang Islam baik dan orang Islam jahat, tidak ada orang Kristen baik dan orang Kristen jahat, tidak ada orang Hindu baik dan orang Hindu jahat.

Kebaikan dan kejahatan ada pada manusia, tetapi itu tidak berkaitan dengan agama dan keyakinan yang dianut manusia tersebut.

Didikan sang ibu tertanam erat dalam benak Khan. Dan Khan merasa didikan ibunya benar. Tetapi realitas yang dihadapi sangat jauh berbeda.

Saat dewasa, Khan bermigrasi ke Amerika dan menetap di rumah kakak dan iparnya. Pria penderita autis ini jatuh cinta dengan gadis sebangsanya bernama Mandira. Mereka lalu menikah dan memulai bisnisnya. Segalanya berjalan lancar dan kebahagiaan perkawinan dilalui tanpa kendala berarti.

Dan tragedi WTC pun terjadi.

Segalanya berubah, keduanya terpisah dan cerita pun bergulir mengharu biru.

Shah Rukh Khan (SRK), pemeran Khan, mengungkapkan bahwa My Name is Khan bukan film tentang terorisme atau tragedi WTC. Film ini bercerita tentang hubungan antara 2 orang, antara seorang individu dan negara. Ada 3 komponen penting dalam film ini, yaitu kisah cinta, Islam dan autis.

SRK juga mengatakan, film ini berfokus pada tema tentang hubungan antara dunia Barat  dan Islam dan bagaimana hubungan itu banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir.

“My Name is Khan berbicara tentang Islam dan cara pandang dunia terhadap Islam. Kami hanya berusaha untuk mengatakan bahwa hanya ada orang-orang baik dan orang-orang yang jahat. Tidak ada orang Hindu yang baik dan orang Hindu yang jahat. Tidak ada orang Kristen yang jahat dan orang Kristen yang baik. Agama bukanlah kriteria untuk menentukan orang itu baik atau jahat,” kata SRK dalam sebuah wawancara.

Pengalaman pribadi Shah Rukh Khan

Shah Rukh Khan tentu tidak menduga, paranoia Amerika terhadap nama yang berbau Islam benar-benar menimpa dirinya.

Peristiwa itu terjadi pada 14 Agustu 2009, saat dirinya berkunjung ke Amerika untuk sebuah pertemuan dengan warga India di sana.

Tiba di bandara Newark, New Jersey, tiba-tiba SRK ditahan pihak bandara dan diharuskan menjalani pemeriksaan. Petugas memberitahu dirinya bahwa namanya muncul dalam komputer sebagai nama yang patut dicurigai.

SRK dibawa ke sebuah ruangan khusus yang berisi orang-orang berwajah Asia yang juga sedang diperiksa. SRK mengaku banyak orang yang mengenal wajahnya di bandara. Bahkan ada diantara mereka yang meminta tanda tangannya. Tetapi petugas tetap saja melakukan prosedur pemeriksaan. SRK diperiksa sekitar 2 jam sebelum dibebaskan. SRK dilepas setelah konsulat India bersama pejabat Amerika turun tangan langsung.

Khan mengungkapkan bahwa dirinya sedih dan merasa sangat bersalah saat berada di ruang pemeriksaan. Tetapi itu bukan kesedihan untuk diri pribadinya, melainkan saat melihat orang-orang yang sedang diperiksa di ruangan itu.

“Orang mungkin akan mengenali saya dan melepaskan saya. Tetapi bagaimana dengan orang-orang yang di ruangan itu? Mereka pasti mendapat masalah,” kata pria yang masuk 50 tokoh berpengaruh dunia versi Majalah Newsweek tahun 2008 ini.

Insiden yang sempat menjadi headline di berbagai media internasional ini  memicu aksi demonstrasi di India.  Mereka marah dan tersinggung tokoh pujaannya menerima pelecehan sejahat itu. Insiden tersebut  juga memicu perdebatan diantara para politisi India dan para sineas film.

Sementara itu, ada juga fihak yang curiga insiden di bandara Newark  sebagai bagian dari promosi film My Name is Khan. Tetapi hal ini dibantah SRK dan Karan Johar, sang produser.

Peristiwa baru mereda setelah Gubernur California, Arnold Schwarzenegger mengundang SRK makan malam bersama di kediamannya. Sebuah upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.

Jadi memang benar apa yang dikatakan Shah Rukh Khan.

“Jika Anda memiliki nama berbau Islam, Anda mungkin dianggap sebagai teroris.”

“My Name is Khan..and I am not a terrorist.”

Lalu apa nama Anda?

BaNi MusTajaB

My Name is Khan…Trailer + 3 songs (Tere Neina, Noor E Khuda, Sajdaa)

JAKARTA 2050

JAKARTA 2050

JAKARTA 2050

Adakah gubernur cerdas yang mampu membangun Jakarta seperti imaji di atas?

Bebas banjir, bebas sampah…(meski tidak) bebas korupsi.

BaNi MusTajaB

sumber: imgur.com

HIASAN BATU PERMATA PADA GIGI SUKU MAYA

hiasan batu permata pada gigi Suku Aztek dan suku MayaSebuah temuan tengkorak memerlihatkan keunikan pada bagian giginya. Tengkorak yang diduga berusia sekitar 2500 tahun lalu ini ditemukan di Chiapas, Meksiko.

Sebagaimana tampak dalam gambar, pada bagian gigi terdapat beberapa batu permata berwarna-warni. Batu permata itu sengaja ditanam di setiap gigi yang ada. Terutama pada bagian depannya. Batu permata yang masih tersisa di tengkorak tersebut diantaranya jenis zamrud dan pyrus.

Temuan itu menunjukkan, tradisi merawat gigi di kalangan suku Aztek dan suku Maya sudah dikenal. Meskipun tidak diketahui secara persis bentuk operasinya dan untuk tujuan apa perawatan dan dekorasi gigi tersebut.

“Bukti sementara menunjukkan hiasan batu di gigi tidak menunjukkan kelas sosial tertentu,” kata José Concepcion Jiménez, antropolog yang mengumumkan hasil temuannya ini.

Menurutnya, orang-orang bangsa Aztek dan Maya sengaja menghiasi giginya dengan batu permata tersebut tidak berasal dari kalangan bangsawan atau orang-orang kaya pada masanya. Masyarakat biasa pun ada yang menghiasi giginya dengan permata.

Jimenez menduga, hiasan gigi itu merupakan bagian dari ritual agama yang mereka percaya. Meski untuk hal ini belum ada bukti mendukung.

Sejumlah ilmuwan lain mengatakan bahwa proses melubangi gigi tersebut tergolong canggih. Bahan-bahan antiseptik dari tumbuhan digunakan saat pekerjaan itu dilakukan. Itulah sebabnya tidak terjadi infeksi saat gigi dibor. Digunakan pula getah pohon untuk merekatkan batu permata di gigi.

“Ada kemungkinan digunakan bahan dari tumbuhan untuk mengurangi rasa sakit saat operasi melubangi gigi,” kilah Jimenez, sang antropolog.

Anda berminat ?

BaNi MusTajaB

Sumber: National Geographic
Photograph courtesy José C. Jiménez López

MENGUKUR KEKUATAN BOEDIONO DAN SRI MULYANI

Boediono

Boediono tampak tenang menghadapi cecaran pertanyaan anggota pansus century. Jawabannya menggambarkan sosoknya yang low profile. Bahkan matanya terkesan mengantuk. Sikapnya tentu tidak menarik bagi sebagian anggota pansus.

Pertanyaan tajam dan menusuk hanya ditanggapi Boediono dengan jawaban mengambang, bias dan tidak jelas. Sehingga pertanyaan tajam itu berubah  menjadi tumpul dan tidak berbobot.

Boediono seolah hendak menunjukkan kepada pansus bahwa dirinya tahu benar apa yang telah dilakukannya terkait dengan bail out century.

Boediono juga hendak menunjukkan kepada pansus dan publik bahwa dirinya kini adalah sosok wakil presiden. RI 2 yang mengemban amanat dari sebagian besar rakyat negeri ini dan tidak ingin diganggu dengan urusan 6,7 trilyun rupiah.

Itu kesan saya saat melihat tayangan televisi.

Sri Mulyani

Sri Mulyani tampak agak gugup menghadapi cecaran pertanyaan anggota pansus century. Jawabannya terkesan menjengkelkan bagi yang mendengarkan.

Pertanyaan tajam dan menusuk malah ditanggapi Sri Mulyani dengan nada ketus dan sorot mata yang tidak diarahkan kepada sang penanya. Sehingga pertanyaan tajam itu menjadi semakin tajam dan menusuk.

Sri Mulyani mencoba memberi bobot jawabannya dengan tasbih di tangannya. Tekanan jawabannya diberi tambahan energi melalui zikir qolbi.

Pada mulanya tasbih itu ditutupinya dengan selembar sapu tangan hitam. Tetapi mungkin sapu tangan itu terjatuh hingga tasbih yang diurai di tangan menjadi fokus perhatian kamera televisi.

Tasbih itu menjadi petunjuk bahwa sosok bernama Sri Mulyani adalah manusia biasa yang lemah dan tidak berdaya. Tetapi melalui tasbih itu Sri Mulyani mencoba bersandar kepada Yang Maha Kuat.

Itu kesan saya saat melihat tayangan televisi.

StrongHand

Boediono dan Sri Mulyani merupakan dua figur yang saat ini paling dinistakan. Setidaknya melalui poster-poster yang diusung demonstran. Wajah keduanya diberi taring, warna merah darah dan aneka corat-corat yang menyakitkan bagi para pendukungnya. Keduanya dianggap pula sebagai antek neoliberal.

Entah apa makna neo liberal. Saya pun tidak faham. Tetapi terkadang muncul juga pertanyaan dalam benak saya, mungkinkah dalam era saat ini kita menolak arus utama ekonomi liberal? Sedemikian bejatkah ekonomi liberal hingga harus dijauhkan dari negeri ini? Ekonomi liberal mungkin bukan yang terbaik. Tetapi adakah yang lebih baik?

Ideologi neoliberal dianut banyak orang di negeri ini. Termasuk mereka yang saat ini berseberangan dengan kedua tokoh yang sedang dinistakan itu.

Saya tidak pandai berandai-andai, tetapi kalau toh saya berandai-andai adalah,  apakah yang terjadi jika salah satu atau keduanya dicopot dari jabatannya?

Jika memang benar keduanya adalah antek neolib. Tentulah ada StrongHand yang melindungi keduanya. StrongHand ini tidak akan tinggal diam manakala anteknya disisihkan dari percaturan politik dan ekonomi negeri ini.

Lalu apa yang akan dilakukan StrongHand?

saya ingin menulis tentang petinju legendaris Muhammad Ali

""STRONGHAND.. Sang petinju legendaris Muhammad Ali""

Terkadang muncul pikiran dalam benak saya bahwa StrongHand akan melakukan pembalasan untuk memukul balik siapapun yang bertanggung jawab terhadap dicopotnya Boediono dan Sri Mulyani.

Pembalasan itu dapat saja dilakukan dalam berbagai macam cara. Mungkin saja dalam bentuk membuka file-file yang berisi orang-orang yang gemar memanipulasi pajak, korupsi atau yang sejenisnya.

Orang-orang itu dapat saja berasal dari kelompok, politisi  atau partai politik yang dengan sengaja terlibat dalam pencopotan Boediono dan Sri Mulyani. Dan bukankah orang-orang semacam itu ada banyak di negeri ini? Mereka yang saat ini masih berleha-leha dan merasa aman dari jeratan hukum.

Tetapi StrongHand dapat saja bertindak lebih jauh dengan mengacaukan negeri ini. Setidaknya mengacaukan perekonomian yang enggan dengan arus neoliberal.

Saya memang tidak dapat menduga siapakah StrongHand itu. Sebab dapat saja StrongHand itu berasal dari negeri ini, tetapi juga tidak tertutup kemungkinan dari negeri lain. Tetapi pasti ada.

Bank Indonesia pernah disinyalir sebagai sarang penyamun. Tetapi penyamun tidak selalu berada di BI. Penyamun uang rakyat ada di sekitar kita. Boleh jadi, ayah kita, paman kita, kakek kita, ibu kita, bibi kita,….. atau mungkin diri kita sendiri merupakan  bagian dari para penyamun yang gemar mencuri uang rakyat.

Dan kedua tokoh yang dinistakan itu tentu tahu para penyamun di negeri ini.

Oleh karena itulah saya beranggapan bahwa seandainya Boediono dan Sri Mulyani dilepas dari jabatannya, maka yang terjadi mungkin jauh lebih buruk terhadap kondisi negeri ini.

Dan seandainya Boediono tidak dimakzulkan, kelak dia akan menunjukkan karakternya yang tegas, kuat, berwibawa dan disegani. Dia berpeluang menjadi RI 1 di 2014.

Dan seandainya Sri Mulyani tidak dimakzulkan, kelak dia akan menunjukkan prestasinya yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Demikianlah saya mengukur kekuatan Boediono dan Sri Mulyani.

Keduanya merupakan sosok The Untouchables.

.

BaNi MusTajaB

mari nikmati sajian tembang India: Prety Zinta: dil laga liya.


atau lagu Arjan Bras


atau lagu Barbara Streisand


PENUTURAN ISTERI ASY SYAHID HUMAM KHALIL ABU MULAL AL BALAWI: PEMBOM MARKAS CIA DI AFGHANISTAN

Pada Sabtu 9 Januari 2010, TV Al Jazeera merilis sebuah tayangan video yang menunjukkan pengakuan pelaku bom syahid terhadap sejumlah agen CIA di Afghanistan.

Dalam video itu sang pelaku yang diidentifikasi bernama Dr. Humam Khalil Abu Mulal al Balawi mengungkapkan tindakannya antara lain untuk membalas dendam kematian pimpinan Taliban di Pakistan, Baitullah Mehsud.

Serangan bom syahid terjadi pada 30 Desember 2009 dan merupakan serangan paling mematikan terhadap CIA sejak pemboman Kedutaan Amerika di Beirut pada 1983.
Triple Agen Intelijen

Setelah terjadinya serangan di basis CIA (Chapman Camp) di dekat kota Khost Afghanistan, sejumlah pengamat mulai menganalisis latar belakang kehidupannya.
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa sebelumnya Humam Khalil dikenal sangat bersimpati terhadap  salah seorang pimpinan nomor 2 Al Qaeda, Ayman al Zawahiri. Dukungannya kepada tokoh al Qaeda itu dilakukannya melalui tulisan-tulisannya di forum dunia maya.

Akibat perbuatannya itu, Humam Khalil sempat mendekam di penjara Yordania. Kemudia dia direkrut sejumlah agen intelijen Yordania (Jordan’s General Intelligence Directorate-GID). Selanjutnya Humam di kirim ke Afghanistan untuk membantu CIA yang merupakan sekutu dekat intelijen GID.

Sebelum terjadinya serangan di Khost, Humam Khalil mengungkapkan kepada sejumlah agen CIA agar dirinya diikut sertakan dalam sebuah pertemuan di Chapman Camp. Dia mengatakan memiliki sejumlah informasi penting seputar Ayman al Zawahiri. Berkat sikapnya yang selama ini dapat dipercaya, dia dapat masuk tanpa pemeriksaan.

Pada 30 Desember 2009, bom syahid meledak menewaskan Humam dan 7 agen CIA. Inilah yang memunculkan dugaan dia seorang triple agen yang mempunyai link dengan al-Qaida, CIA dan GID (intelijen Yordania).

Dan yang pasti, Humam Khalil mencatat sejarah baru betapa organisasi intelijen sekelas CIA dapat ditembus. Di sisi lain, 1 orang agen CIA boleh jadi bernilai sama dengan 100-500 tentara reguler.

Penuturan Sang Isteri
Kasus Humam Khalil cukup menarik dikaji mengingat sosoknya dikenal sebagai seorang yang cerdas dan secara ekonomi kehidupannya mapan. Dia juga dikenal sangat santun, tekun beribadah dan berdisiplin tinggi.

Orang seperti itu mungkin tidak cocok dengan stereotip masyarakat tentang teroris. Bahkan sosok seperti Humam Khalil malahan dianggap menolak segala bentuk terorisme atau kontraterorisme.

Stereotip teroris versi yang kita kenal adalah orang pemarah, frustasi, miskin, bodoh, pengetahuan agama dangkal, pergaulan  sempit, dan lain-lain.

Dr. Humam Khalil lahir di Kuwait pada 25 Desember 1977. Dia dibesarkan dalam sebuah keluarga kelas menengah di Kuwait sampai terjadinya invasi Irak pada 1990. Lalu keluarganya pindah ke Yordania.

Humam Khalil menyelesaikan pendidikan dokter selama 6 tahun di Universitas Istambul Turki pada 2002. Humam menikah dengan gadis Turki, Dafinah Bayrak (Defne Bayrak, 31 tahun) dan memilik 2 anak yang masih berusia 7 dan 5 tahun.

Kisah Humam dan Defne Bayrak juga melintasi batas-batas bahasa dan budaya. Defne Bayrak adalah perempuan Turki yang bekerja sebagai wartawan dan penulis buku berjudul Bin Laden: Che Guevara dari Timur (Osama bin Laden: Eastern Che Guevara). Dia cerdas, berjilbab, moderat dan muslimah yang taat.

Mereka berkenalan melalui chatting di internet. Mereka menikah tahun 2001 saat Humam sedang menyelesaikan studi kedokterannya. Kemudian mereka pindah ke Yordania, di mana kedua anak mereka lahir. Humam bekerja di sebuah klinik pengungsi Palestina dan di University of Jordan Hospital Amman, Yordania. Mereka hidup bahagia dan berkecukupan.

Defne Bayrak mengisahkan bahwa suaminya mulai berubah setelah invasi Amerika ke Irak pada 2003. Sejak itu, Humam sering berbicara tentang perlunya jihad melawan agresor yang menduduki negara Islam. Tetapi dia tidak pernah bergabung dengan organisasi atau kelompok apapun. Sikapnya cenderung konservatif dan tidak ekstrim.
“Dia mengikuti semua perkembangan dari kejauhan, melalui forum online dunia maya. Tulisan dan komentarnya memang tajam. Biasanya dia mengutip ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist Nabi yang berbicara tentang perlunya jihad,” kata Defne.

Tanpa sepengetahuan Humam, rupanya forum online itu diamati dan dicermati oleh agen-agen intelijen Yordania (GID) yang dipimpin Ali bin Zaid, sepupu Raja Abdullah.
Suatu ketika Humam mengatakan kepada isterinya bahwa dirinya mencoba menjalin kontak dengan kelompok Ikhwanul Muslimin di Yordania. Terutama yang bergerak di bidang politik tanpa kekerasan. Tetapi hasilnya mengecewakan.

Tentu saja isterinya heran dan bertanya untuk apa repot-repot mendatangi mereka. Saat itu Humam hanya menjawab dirinya hanya datang untuk makan-makan, tetapi tidak untuk bergabung dengan mereka.

Kemudian terjadilah perang Gaza awal tahun lalu. Israel melancarkan serangan dan membunuh ribuan orang di Gaza. Sebagai seorang dokter, Humam aktif sebagai relawan membantu para korban di sana. Namun, dia ditangkap intelijen Yordania (GID).

Humam sempat mendekam di penjara. Diduga, inilah awal Humam direkrut menjadi agen intelijen Yordania sekaligus membantu agen-agen CIA. Humam direkrut untuk bekerjasama dalam penangkapan Ayman Al Zawahiri.
Kemudian dia dikirim ke Afghanistan untuk memberi informasi kepada agen CIA tentang kelompok al Qaeda.

Keluarga Bahagia
Defne Bayrak mengungkapkan bahwa suaminya sangat baik terhadap keluarganya.
“Dia mencintai keluarganya dan perhatian terhadap anak-anaknya. Dia selalu punya banyak waktu untuk kami. Saya sangat bahagia dengan pernikahan kami,” kata Defne.

Menurutnya, Humam jarang keluar rumah. Dia lebih senang menghabiskan waktunya bersama keluarga di rumah. Tetapi sikapnya memang jelas. Humam, seperti juga kebanyakan warga Arab dan Palestina, sangat membenci Amerika.

Pada Maret 2009, Humam pamit pergi ke Pakistan untuk studi spesialisasi pembedahan di sebuah universitas kedokteran. Sambil menunggu kepulangan suaminya, Defne bersama anaknya kembali ke Turki pada bulan Oktober.
Defne sama sekali tidak tahu suaminya dikirim ke Afghanistan oleh GID dan CIA. Meski mereka saling berkomunikasi lewat telpon dan email, dirinya tidak menduga suaminya ada di Afghanistan.

“Saya berbicara dengan suami saya sekitar 6 minggu sebelum syahid, dan dia menulis email kepada saya 10 hari sebelum pemboman itu. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia berencana kembali ke Istambul dan ingin memiliki kewarganegaraan Turki,” ujar Defne.
Pada 30 Desember, Defne mendengar adanya ledakan markas CIA di Afghanistan melalui media. Dia juga mendengar adanya korban warga Yordania. Tetapi dia tidak mendapat firasat apapun.

Dua hari setelah pemboman, Defne mendapat telepon gelap dari seseorang di Pakistan. Sang penelepon mengatakan suaminya telah meninggalkan wasiat terakhir dan akan diserahkan kepada dirinya. Dia juga akan  ‘melihat’ ayah anak-anaknya sekali lagi.

“Suami Anda melakukan ini untuk Allah. Kami akan menyiarkan video dari kesyahidan beliau dan akan disambut gembira (dirayakan) di seluruh dunia dan Anda akan menyaksikannya,” kata suara di telepon.

Dafne mengisahkan, dia terkejut oleh berita-berita  yang mengatakan suaminya adalah seorang agen CIA atau agen intelijen Yordania.

“Saya pikir sangat tidak mungkin baginya menjadi agen AS. Dia punya pandangan sangat buruk tentang Amerika. Apalagi bekerja untuk mereka,” kata Defne dengan raut wajah sedih, namun tetap berusaha tegar.
“Andaikata dia benar dimanfaatkan oleh Amerika dan Yordania, pasti dia punya alasan khusus untuk mencapai tujuannya. Tidak mungkin dia melakukan itu tanpa tujuan. Tidak ada yang bisa membuatnya melakukan seperti itu,” lanjutnya.

Ketika ditanyakan kebenaran cerita bahwa suaminya dibayar 500.000 dollar oleh CIA dan 100.000 dollar oleh Yordania untuk melacak pemimpin Al Qaeda, maka Defne hanya menjawab, “suami saya tidak dibayar oleh agen CIA untuk menangkap siapa pun.”

Pada hari Kamis (7-1-2010) lalu, Unit antiteroris Turki mengunjunginya. Sejumlah agen CIA juga hadir. Mereka ingin mengetahui seputar hubungan antara agen Yordania dan Al-Qaeda.

Pada awalnya mereka ragu Defne buka mulut. Tetapi dia malah berkata,”Saya mengundang semua pasukan keamanan datang ke sini untuk berbicara dengan saya. Biarkan mereka datang. Saya tidak akan menyembunyikan sesuatu apapun,” kata Defne.

Ketika wartawan menanyakan perasaannya seputar suaminya yang dijuluki syuhada atau martir, Defne menjawab,
“Saya bukan orang yang tepat untuk mengetahui apakah Jalil (panggilan untuk suaminya) adalah seorang syuhada atau tidak. Tapi aku bangga padanya. Bagaimanapun kesyahidan berada di atas kehormatan keluarga,” katanya meyakinkan. Dia mengaku anak-anaknya belum mengetahui kepergian ayahnya menghadap Sang Pencipta.

“Saya sangat bangga dengan suami saya. Dia telah melakukan tugas besar dalam perang ini. Ya, mudah-mudahan saja Allah SWT menerima pengorbanannya dan menggolongkannya sebagai seorang syuhada,” katanya kepada sebuah Televisi Turki.

Cuplikan Video

Asy Syahid Baitullah Mehsud

Berbicara dalam video yang ditampilkan jaringan Al Jazeera, Humam mengatakan Taliban Pakistan telah memberikan perlindungan untuk para Muhajirin (pejuang Muslim dari luar Afghanistan-Pakistan).

Baitullah Mehsud, pimpinan Taliban Pakistan, tewas pada Agustus oleh rudal yang dilontarkan pesawat tak berawak milik CIA.
“Kita tidak akan pernah melupakan darah pimpinan kami Baitullah Mehsud,”kata Humam, yang memakai topi dan jaket pada klip video berdurasi 1 ½ menit.

“Kami akan selalu menuntut balas dendam untuknya di dalam dan di luar Amerika. Ini adalah kewajiban dari muhajirin yang didukung pimpinan.”
Dalam tayangan tampak Humam agak terbata-bata membaca selembar kertas dalam bahasa Inggris.

Dia juga mengejek pernyataan bahwa AS atau intelijen Yordania telah mempekerjakannya.

“Demi Allah,  para mujahidin tidak akan meletakkan agama pada meja perundingan dan tidak akan menjual agamanya, bahkan jika mereka meletakkan matahari di tangan kanan dan bulan di sebelah kiri,” katanya sambil merujuk pada sebuah hadits.

Humam mengakhiri pernyataan dengan mengatakan Taliban Pakistan di bawah kepemimpinan yang baru, Hakimullah Mehsud, akan berjuang hingga diperoleh kemenangan.

Ayah Humam yang berada di Yordania, mengonfirmasi bahwa pria dalam video itu memang anaknya.
“Dia sangat sedih dengan apa yang terjadi di Irak, pendudukan Palestina dan pembunuhan umat Islam di Afghanistan. Kami tahu dia sangat bersemangat berjuang untuk Allah dan agamanya,” ujar Abu Khalil.

Umat Islam ibarat satu tubuh. Ketika ada bagian yang sakit, maka bagian yang lain juga terasa sakit.

Humam Khalil merasakan sakit itu dan dia memutuskan membantu saudara-saudara Muslimnya di Afghanistan.

Kebahagiaan keluarganya ditinggalkan demi meraih kebahagiaan yang lebih tinggi. Semoga khusnul khotimah.

Illa arwahi Asy Syahid Humam Khalil Abu Mulal al Balawi..al fatihah…

Alloohummaghfir lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Wa’fu ‘ahu, Wa Akrim Nuzulahu, Wa Wassi’ Madkholahu, Waghsilhu Bil Maa’i WatsTsalji Wal Barodi, Wa Naqqihi Minal Khothooyaa Kamaa Naqqaitats Tsaubal Abyadho Minad Danasi, Wa Abdilhu Daaron Khoiron Min Daarihi, Wa Ahlan Khoiron Min Ahlihi, Wa Zaujan Khoiron Min Zaijihi, Wa Adkhilhul Jannata, Wa A’idhu Min ‘Adzaabil Qabri……..

Ya Allah, Ampunilah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia),……
Amin ya Robbal Alamin

BaNi MusTajaB

Klinik Pengungsi Palestina Di Yordania. di sini Humam bekerja

Lokasi pemboman-aksi syahid Humam



Saya menggabungkan video Humam Khalil dan penuturan Defne.

PARADOKS PARADIGMA GUS DUR

KH. Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur meninggal dunia pada 30 Desember 2009, pukul 18.45 di RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Beliau dimakamkan keesokan harinya di Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Mantan Presiden RI ke 4 ini meninggalkan seorang istri dan 4 putri.

Kita tentu merasa kehilangan sosok yang layak dijuluki Guru Bangsa ini. Di tengah keterbatasan fisiknya, beliau tidak kenal lelah memerjuangkan prinsip-prinsipnya. Hal ini merupakan cermin terpuji bagi siapapun yang secara fisik memiliki kekurangan agar selalu percaya diri menghadapi masa depan.

Di sisi lain, Gus Dur dikenal sosok kontroversial. Ucapan dan pemikirannya dianggap paling sering disalahpahami. Paradigma atau kerangka berpikirnya sering paradoks atau bertentangan dengan pendapat umum di masyarakat. Tentu saja hal ini memancing hujatan bertubi-tubi.

Namun demikian, andaikan kita mau sedikit mengkaji pandangannya yang tampak kontroversi, sebenarnya tersirat pesan penting dibaliknya. Beliau memikirkan apa yang mungkin belum terpikirkan orang lain. Bagi kalangan supranatural, istilah yang pas untuk ini disebut: weruh sak durunge pinarak/winarah (mengetahui sesuatu sebelum peristiwa itu terjadi).

Kisah-kisah supranatural bukan hal aneh di kalangan para kyai NU, termasuk Gus Dur. Salah satu faktornya karena sebagian kyai nahdliyin menjalankan tradisi sufistik. Di lingkungan NU, para kyai yang tergabung dalam tarekat memiliki pengaruh kuat terhadap masyarakat luas di pesantren ataupun di luar wilayahnya. Pengaruh yang mereka dapatkan datang dari kepercayaan masyarakat terhadap bakat supranatural yang dimiliki kyai. Dalam istilah eskatologi pesantren, kemampuan supranatural ini disebut khariqul ‘adah. Sementara masyarakat awam memandang kemampuan semacam itu sebagai suatu keanehan, ganjil, paradoks atau kontroversial.

Meski begitu, saya pernah sekadar diskusi dengan beberapa teman yang membahas sikap atau pernyataan Gus Dur yang dinilai kontroversial. Misalkan, saat beliau menerima dana SDSB, mendukung Arswendo Atmowiloto (Tabloid Monitor), menyebut LB Moerdani sebagai calon pemimpin masa depan, ucapan Assalamualaikum dapat diganti Selamat Pagi, menginginkan Indonesia membuka hubungan dengan Israel, dan lain-lain.

Saya ingin menulis sedikit seputar diskusi yang berlangsung lebih dari 10 tahun lalu itu.

SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah)

Sesungguhnya Gus Dur berperan penting ditutupnya judi berkedok sumbangan SDSB. Siapapun tentu tidak akan pernah menduganya. Inilah kisahnya.

Pada Desember 1985, kupon berhadiah Porkas resmi dijual. Setahun kemudian (Oktober 1986), dana terkumpul mencapai Rp 11 miliar. Akhir 1987, Porkas berubah nama menjadi Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah (KSOB). Dalam kurun 1987, KSOB menyedot dana masyarakat Rp 221,2 miliar.

Pada Juli 1988, Mensos menegaskan KSOB (dan TSSB) diperkirakan menyedot dana masyarakat Rp 962,4 miliar atau meningkat 4 kali dibandingkan tahun 1987.

Pada saat itu pula, sejumlah politisi DPR mulai menyatakan, KSOB dan TSSB (Tanda Sumbangan Sosial Berhadiah) menimbulkan ekses negatif, yakni tersedotnya dana masyarakat desa ke Jakarta dan dengan sendirinya memengaruhi kehidupan perekonomian daerah.

Awal Januari 1989, KSOB dan TSSB bermetamorfosis menjadi Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB). Akhir 1990, Pemerintah menambah frekuensi penarikan SDSB menjadi 9 kali.

Gelombang protes pun berdatangan. Protes datang dari para Gubernur Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, Timtim, Kalimantan Selatan, dan Bengkulu. Bahkan Pemda Aceh dan Timtim menolak total peredaran SDSB.

Gelombang protes tidak hanya dari gubernur, tapi juga para ulama dan kalangan mahasiswa di berbagai daerah menuntut agar SDSB dihapuskan. Kalangan agamawan menilai SDSB adalah judi yang diharamkan. Sementara yang lain menilai SDSB memberi harapan hampa atau angan-angan kosong. SDSB dinilai meresahkan masyarakat karena banyak yang keranjingan judi dan jatuh miskin. Di samping itu bermunculan  dukun palsu yang mengaku dapat menebak nomor. Pada intinya, tema yang mengemuka dalam demonstrasi menentang SDSB lebih kepada faktor ekonomi dan psikologi semata.

Meskipun tokoh-tokoh agama berulangkali menghimbau agar SDSB ditutup, tetapi tidak digubris Pemerintah. SDSB tetap berjalan tanpa halangan. Maklumlah, salah seorang pengelola SDSB adalah putra presiden. Konon pula,  dibekingi Sudomo ( muncul plesetan: Sudomo Datang Semua Beres).

Lalu dimana peran Gus Dur dalam menghentikan judi SDSB ?

Di sinilah keanehannya. Gus Dur menggunakan strategi yang tergolong berani dan kontroversial. Sebagaimana diketahui, ketika itu Gus Dur menjabat Ketua Umum Dewan Tanfidziyah PBNU. Rupanya, tanpa sepengetahuan pengurus PBNU lainnya, termasuk dari  Dewan Syuriah NU, Gus Dur meminta sejumlah uang kepada Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS), penghimpun dana SDSB. Tentu saja tindakan ini tergolong berani, mengingat organisasinya mengharamkan SDSB.

Tindakan Gus Dur ini bocor setelah seorang pengurus YDBKS buka suara. Akibatnya sangat menggemparkan. Terjadi hiruk pikuk di tubuh ulama NU dan umat Islam. Bahkan Gus Dur seolah membela diri dengan mengatakan SDSB halal.

Akibat Gus Dur menerima uang judi tersebut, Kyai Ali Yafie yang duduk sebagai Rais Aam PB NU menyatakan mundur dari kepengurusan PBNU.

Inilah titik awal munculnya gelombang demonstrasi besar-besaran menentang SDSB. Ketika itu para demonstran menganggap SDSB telah memecah belah umat. SDSB dinilai berpotensi merusak kerukunan bangsa. Dengan kata lain, arus utama demonstrasi tidak lagi sebatas tema masalah ekonomi dan psikologi, melainkan perpecahan di masyarakat.

Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan Pemerintah. Perpecahan di masyarakat berpotensi menimbulkan huru hara atau kerusuhan yang lebih luas. Pada akhirnya, Pemerintah secara resmi mencabut dan membatalkan pemberian izin SDSB pada 25 November 1993.

Inilah paradoks paradigma Gus Dur. Kita baru menyadari sikap kontroversial Gus Dur ini setelah SDSB dibubarkan.

Tabloid Monitor

Tabloid MonitorPada 1990, Tabloid Monitor merupakan tabloid hiburan terbesar di negeri ini.  Tabloid fenomenal ini laris karena menjual segala hal berbau ‘syur’. Mulai dari gosip artis sampai masalah seks. Sekwilda (sekitar wilayah dada), bupati (buka paha tinggi-tinggi) dan kode buntut (Mbah Bejo) menjadi sajian utama. Tirasnya mencapai 600.000 eksemplar per minggu. Pemimpin Redaksi Monitor, Arswendo Atmowiloto, dinilai berhasil melahirkan jurnalisme Lheer (terbuka).

Di tengah kejayaannya, (konon katanya, ketika itu Arswendo bergaji 50 juta perbulan), dia terpeleset saat membuat polling.  Tabloid Monitor memuat hasil jajak pendapat tentang siapa yang menjadi tokoh pembaca. Hasil angket menunjukkan Nabi Muhammad SAW menempati urutan kesebelas sebagai tokoh paling dikagumi, satu tingkat dibawah Arswendo yang menempati peringkat kesepuluh. Sedangkan KH. Zainuddin MZ dan Iwan Fals berada di atas Arswendo. Nomor 1 dan 2 dipegang Suharto dan Habibie.

Publikasi itu menimbulkan kegemparan di kalangan umat Islam. Tabloid Monitor dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW dan membangkitkan kembali sentimen SARA. Protes pun gencar dilancarkan. Mulai dari MUI  hingga organisaasi yang mengatas namakan Islam. KH. Zainuddin MZ  sempat berkomentar sinis,” mana mungkin ada mubaligh lebih populer dari Nabinya.”

Masyarakat marah dan terjadi demonstrasi di berbagai kota. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, menteri, termasuk para wartawan media lain ikut mengutuk tindakan Arswendo yang dinilai melakukan penodaan agama.

Sebagian demonstran mendatangi kantor tabloid tersebut dan melemparinya dengan batu. Dikabarkan, Arswendo sempat terkurung beberapa hari di kantornya dan ketakutan setengah mati. Tubuhnya gemetaran dan wajahnya pucat pasi. Andaikan saat itu dia keluar, mungkin massa akan mengeroyok hingga babak belur.

Dalam situasi keriuhan ini, tiba-tiba saja Gus Dur datang membela Arswendo. Tentu saja pembelaan ini menimbulkan hujatan terhadap dirinya. Tetapi pembelaan Gus Dur memang tidak mudah dipahami.

Saat itu Gus Dur mengemukakan agar umat Islam tidak mudah emosional dan menjadi pemarah. Namun yang pasti, Gus Dur menentang keras pembreidelan tabloid itu. Sebab dianggap bertentangan dengan hak kebebasan berpendapat.

Tetapi tuntutan massa tidak dapat dicegah.  Dengan makin gencarnya protes, Pemerintah membreidel Tabloid Monitor pada 23 Oktober 1990. Tak lama kemudian, PWI Jakarta memecat Arswendo dari keanggotaan PWI dan mencabut rekomendasi jabatan Pemred. Tidak hanya Tabloid Monitor, tapi juga Majalah Hai.  Arswendo pun dijebloskan ke penjara selama  5 tahun. (Belakangan saya dapat info, kasus Tabloid Monitor memang sudah di skenario oleh pesaing bisnis tabloid itu).

Hingga saat itu, tidak ada yang menduga sikap Gus Dur menentang pembreidelanTabloid Monitor memiliki makna penting di kemudian hari.

Pada 21 Juni 1994, beberapa media massa seperti Tempo, Detik dan Editor dicabut surat izin penerbitannya, atau dengan kata lain dibreidel setelah mereka mengeluarkan laporan investigasi tentang berbagai masalah penyelewengan negara oleh pejabat negara.

Demonstrasi bermunculan di berbagai tempat, khususnya mahasiswa, LSM dan para wartawan. Mereka menentang pembreidelan itu. Tetapi Pemerintah tidak menggubrisnya.

Ketika itu Gus Dur mengatakan bahwa pembreidelan Tabloid Monitor dijadikan uji coba pemerintah untuk menyiapkan pembreidelan media lainnya. Tetapi tidak seorangpun menyadarinya. Andaikan saat itu pembreidelan Monitor dicegah, tentu masyarakat akan menentang pembreidelan Tempo, Detik dan Editor. Tetapi, lagi-lagi tidak ada yang faham tindakan Gus Dur.

Inilah sekelumit pandangan Gus Dur yang bagi sebagian masyarakat dianggap kontroversial dan aneh. Sebenarnya masih banyak. Misalnya, ketika Gus Dur menyebut LB Moerdani sebagai calon pemimpin masa depan,  sebenarnya dia hendak mengakhiri karir LB Moerdani di panggung politik. Padahal Moerdani sedang berada di puncak kejayaannya dan berpeluang menjadi Wakil Presiden.

Begitu pula alasan Gus Dur terkait keinginannya membuka hubungan dengan Israel yang hingga kini masih kontroversial. Alasan yang sering dikemukakan, tampaknya berbeda dengan alasan substantifnya.

Demikian paradoks paradigma Gus Dur.

Wallahu’alam bissawab.

BaNi MusTajaB

terkait:

JENAZAH GUS DUR DI RSCM HENDAK DIMASUKKAN AMBULANS UNTUK DIBAWA KE CIGANJUR (VIDEO)

JENAZAH GUS DUR DI RSCM HENDAK DIMASUKKAN AMBULANS UNTUK DIBAWA KE CIGANJUR (VIDEO)

Innalillahi Wa inna ilaihi Rojiun.

KH. ABDURRAHMAN WAHID meninggal dunia di RS. Cipto Mangunkusumo pada 30 Desember 2009, pukul 18.45 WIB.

Alloohummaghfir lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Wa’fu ‘ahu, Wa Akrim Nuzulahu, Wa Wassi’ Madkholahu, Waghsilhu Bil Maa’i WatsTsalji Wal Barodi, Wa Naqqihi Minal Khothooyaa Kamaa Naqqaitats Tsaubal Abyadho Minad Danasi, Wa Abdilhu Daaron Khoiron Min Daarihi, Wa Ahlan Khoiron Min Ahlihi, Wa Zaujan Khoiron Min Zaijihi, Wa Adkhilhul Jannata, Wa A’idhu Min ‘Adzaabil Qabri……..

Ya Allah, Ampunilah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia),……

Amin ya Robbal Alamin

BaNi MusTajaB

Terkait:

PARADOKS PARADIGMA GUS DUR

PESAN DIBALIK PERISTIWA BAYI SELAMAT DIHANTAM KERETA API

Peristiwa mengerikan ini terjadi di Stasiun Kereta Api Melbourne’s Ashburton Australia, pada 15 Oktober 2009.  Seorang bayi berusia 6 bulan yang berada di dalam kereta bayi tiba-tiba terjatuh ke lintasan rel dan dihantam kereta api. Lantas,  adakah hikmah di balik peristiwa selamatnya bayi itu?

Peristiwa bermula saat sang ibu asyik mengobrol bersama penumpang lain di stasiun kereta api setempat. Tanpa sengaja, sang ibu memutar kereta bayi menghadap lintasan rel. Padahal sebelumnya arah roda kereta bayi sejajar dengan lintasan.

Tanpa sengaja pula sang ibu hendak mengambil sesuatu di dalam sakunya. Akibatnya sungguh fatal. Kereta bayi meluncur ke arah lintasan kereta. Pada detik itu pula kereta ekspress melaju kencang menghantam bayi malang itu.Bagaimana nasib sang bayi?

Alhamdulillah, sang bayi selamat nyaris tanpa luka sedikitpun. Meski kereta bayi hancur berantakan, namun sang bayi seolah tidak merasakan apapun. Dia tetap tertidur dalam selimutnya. Tentu ini sebuah keajaiban. Tetapi bukan keajaiban bayi itu yang memancing minat perhatian khalayak dunia.

Dalam tayangan video juga terlihat bagaimana sang ibu  mengejar dan tangannya berupaya meraih kereta bayinya. Bahkan dia sempat terpeleset hingga dirinya hampir saja ikut terhantam kereta tersebut.

Kita patut memuji keberanian sang ibu yang berupaya menyelamatkan anaknya pada detik-detik yang menentukan. Dan andaikata sang ibu tidak terpeleset, laju larinya pasti bertambah dan entahlah apa yang akan terjadi.

Dan karena keberanian  sang ibu inilah yang menyebabkan tayangan ini menyebar cepat di dunia. Keberaniannya meraih simpati banyak orang. Bahkan Oprah Winfrey segera menghubungi kepolisian setempat untuk mewawancarai sang ibu.

Tetapi kondisi psikis sang ibu belum memungkinkan menerima tawaran itu. Ia mengaku stress setiap melihat tayangan mengerikan tersebut.

Video hasil editan ini saya dedikasikan kepada para ibu yang gigih melindungi anaknya, dan kepada mereka yang menentang aborsi dan kepada siapapun yang memegang teguh semboyan bahwa istri dan anak bukan sasaran kekerasan.

Demikianlah.

BaNi MusTajaB


Mohon Perhatian:

Apabila Anda (kaum ibu) berada di stasiun kereta api sambil membawa bayi dalam kereta bayi, maka hendaknya diperhatikan arah roda agar selalu sejajar dengan lintasan kereta. Atau hendaknya kereta bayi selalu dipegang dan jangan terlepas.

Tetapi yang lebih baik, sebagaimana pesan almarhum Mbah Surip… ya digendong saja.

Terima kasih kepada para pengunjung blog ini dan mohon maaf kepada para pengunjung blog yang memberi komentar, tetapi belum sempat saya balas. Terima kasih

JERITAN HARAPAN GADIS CILIK PALESTINA

SETAHUN PEMBANTAIAN GAZA (27 Desember 2008)

Pada 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009, terjadi pembantaian keji di abad ke 21 ini. Israel melakukan kejahatan dengan menyerbu Gaza. Tercatat hampir 2000 orang Palestina tewas.

Video di bawah ini sekadar untuk mengingat kembali terjadinya aksi keji bangsa Zionis itu. Video hasil editan Ahmed Emara ini cukup mewakili penderitaan bangsa Palestina saat itu. Hasilnya sungguh membuat kita patut bersedih.Di samping tentunya musik yang melatar belakangi buah karya Michael Heart, we will not go down, yang sangat menyentuh. Saya mencoba menambahkan judul dan teks syair dalam video tersebut.

Tulisan saya terkait tema di atas:

GAZA JATUH, MESIR MENANG DAN INDONESIA TERSENYUM

INILAH TAMPANG PENJAHAT PERANG ISRAEL

SOSOK PAHLAWAN PALESTINA: ASY SYAHID SAID SIAM

BaNi MusTajaB

FOTO MASJID-MASJID USAI MUSIBAH TSUNAMI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Pada 4 Januari 2005 hingga 10 Januari 2005, saya berkunjung ke Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Saat itu memasuki hari ke 10 terjadinya musibah gempa bumi dan tsunami di provinsi tersebut. Saya sempat berkeliling melihat kondisinya. Termasuk mengunjungi Lhok Nga dan Ulee Lheu.

Foto-foto yang ditampilkan sekadar hendak menunjukkan kondisi masjid-masjid usai musibah ini. Sebagian masjid  masih tegak berdiri, sementara areal sekitarnya nyaris rata dengan tanah. Mungkin masjid itu tidak dapat difungsikan kembali. Bukan karena tidak ada dana untuk merenovasi, melainkan tidak ada lagi penduduk yang menghuni areal masjid tersebut. Ini merupakan pemandangan yang memilukan.

Pada saat saya berada di lokasi, sempat terbersit pertanyaan, apakah makna dibalik masih tegaknya bangunan masjid yang sudah jelas tidak dapat lagi difungsikan ini? Saya pun mencoba berdiskusi dengan teman-teman. Tentu ada banyak pendapat yang muncul. Tetapi yang mungkin saya nilai sesuai sebuah  pendapat yang mengatakan bahwa tiang-tiang masjid yang kokoh berdiri adalah simbol tiang agama. Sedangkan tiang agama itu  shalat.  Maka menjadi jelaslah, kokohnya tiang tersebut seolah hendak menunjukkan kepada kita agar jangan sampai merobohkan tiang agama, yaitu shalat. Wallahualam.

Adapun foto yang menunjukkan kubah warna hijau adalah makam Waliyulloh Syiah Kuala. Sungguh saya merasa takjub melihatnya. Meskipun areal sekeliling makam nyaris rata, namun makam tersebut tetap utuh. Tembok yang melindungi makam tidak rubuh dan tidak menggerus makam tersebut. Padahal tsunami berketinggian antara 10 hingga 20 meter menyapu daerah ini. Apalagi makam ini berjarak sekitar 100 meter dari tepi pantai. Hanya saja, pagar besi yang mengelilingi makam dan berada di atas tembok terlihat bengkok, namun kubah penutup makam yang berwarna hijau masih tetap di tempatnya.

Saya pun masih sempat menemukan semacam papan keterangan nama sosok yang dimakamkan. Tulisannya masih terbaca jelas. Menurut kabar yang saya dapatkan, papan keterangan itu berada persis di pintu masuk areal makam Waliyulloh Syiah Kuala.

Adapun foto di dalam Masjid Baiturrahman adalah Alwi Shihab yang sedang mengisi ceramah pada Jumat pertama usai musibah, yaitu pada 7 Januari 2005. Khatib Jumat adalah Dien Syamsudin.

Musibah gempa bumi dan tsunami di NAD sudah berjalan 5 tahun. Semoga dapat diambil hikmah dari terjadinya musibah tersebut.

BaNi MusTajaB


IJINKAN SAYA MENDUKUNG SRI MULYANI (VIDEO)

Belum ada kata-kata untuk menunjukkan dukungan saya kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Hanya saja, saya merasa agak kurang nyaman melihat demonstrasi yang mengusung gambar Sri Mulyani dengan wajah menyeramkan. Diberi taring dan tetesan darah. Karena itulah, saya membuat video ini yang menampilkan beragam ekspresinya.

Sementara itu, lantunan suara Barbara Streisands (woman in love) dan Arjan Brass (leonie) mewakili kebuntuan saya mengurai kata. Mohon dijadikan periksa.

BaNi MusTajaB

TAHUN BARU 1431 HIJRIAH: RUNTUHNYA PARA KURAWA

Tahun baru 1431 Hijriah merupakan Tahun Hisab atau biasa disebut tahun penentuan hukum Tuhan. Hal ini dikaitkan dengan siklus 6 tahunan menurut kalender Hijriah. Siklus tahun ke 6 berjalan mulai tahun baru 1431 Hijriah yang jatuh pada tanggal 18 Desember 2009 hingga 7 Desember 2010.

Bila dalam 5 tahun sebelumnya seseorang banyak melakukan keburukan, maka dalam Tahun Hisab akan terkena hukuman akibat perbuatannya. Begitu juga sebaliknya. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hukum Tuhan tidak hanya mengenal pahala dan dosa yang akan diterima di akhirat kelak, tetapi juga semasa hidup di dunia ini.

Pada intinya, dalam Tahun Hisab akan terlihat hasil dari segala kebaikan dan keburukan yang diperbuat manusia. Dan yang paling terkena dampak berlakunya tahun hisab ini adalah para Kurawa. Lebih tepatnya tahun keruntuhan para Kurawa. Sosok-sosok Kurawa akan bernasib malang. Mereka mengalami kehancuran fatal.

Runtuhnya para Kurawa sekaligus merupakan tahun yang membahagiakan bagi mereka yang mengharapkan terjadinya keadilan di negeri ini. Segala macam bentuk kedustaan (penyelewengan) yang selama ini dicoba untuk ditutup-tutupi akan terbongkar. Termasuk pula bentuk kejahatan yang sebelumnya tidak terendus aparat hukum.

Sebagaimana diketahui, Kurawa merupakan sosok antagonis dalam kisah Mahabharata. Perilaku mereka digambarkan selalu berbuat jahat, culas, curang dan setumpuk kepribadian yang buruk.

Musuh Kurawa adalah Pandawa yang berperilaku baik dan senantiasa menganjurkan kebaikan. Kurawa dan Pandawa berada di dalam satu negara yang sama, yaitu negara Astina. Apabila hal ini kita lekatkan terhadap kondisi bangsa kita saat ini, maka dapat digambarkan bahwa Astina itu adalah Indonesia.

Adapun para Kurawa ini tercermin dalam beragam bentuk pembenaran terhadap segala tindak tanduk di kalangan pejabat, wakil rakyat, aparat dan pengusaha yang sarat perilaku korup, mengkhianati amanah, selalu ingin menang sendiri dan rajin menumpuk kekayaan dengan menghalalkan segala cara.

Di sisi lain, perilaku Kurawa ditunjukkan kepada publik melalui berbagai bentuk topeng kepedulian yang seolah-olah menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kejujuran. Para Kurawa ini menutupi perilaku buruknya tepat didepan wajah-wajah para korban perilaku mereka sendiri, yaitu masyarakat proletar.

Masyarakat merasakan sekali bagaimana para Kurawa melakukan korupsi secara berjamaah, menindas secara berjamaah dan memelintir hukum secara berjamaah pula. Hukum dan putusan pengadilan bisa ditawar. Sedangkan undang-undang dan peraturan disusun untuk memuluskan perilaku jahat para Kurawa sehingga terkesan tidak melanggar hukum.

Sementara aparat pemerintah di semua lapisan bersikap seperti majikan yang harus dilayani, bukan hanya dengan sikap hormat, tetapi juga dengan sejumlah uang. Di sisi lain, kelompok intelektual dan agamawan yang secara prinsip berpegang teguh kepada kejujuran dan berpihak kepada rakyat ikut terjebak dalam putaran arus para Kurawa.

Semua merupakan hasil dari kesewenang-wenangan para Kurawa yang selama ini merasa bebas melakukan aksinya. Tetapi perbuatan mereka akan mengalami titik balik di tahun 1431 Hijriah.

Para Kurawa akan menerima akibat dari perbuatan buruknya. Mereka yang selama ini berhasil mengelabui hukum dan undang-undang akan terjerat hingga tidak mampu melepaskannya. Kepala dan tubuh mereka yang selama ini selalu tegak dengan sikap angkuh dan pongah akan tertunduk malu dihadapan keluarganya dan masyarakat.

Kita juga akan dikejutkan dengan terbukanya kedok sosok-sosok yang selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik ternyata menjadi bagian dari para Kurawa. Kedok itu terbongkar karena banyak pengkhianatan diantara mereka sendiri.

Masyarakat akan menyaksikan dan membuktikan sendiri bagaimana para Kurawa berada diantara mereka. Memang para Kurawa ini ibarat virus maut yang telah menyebar di seluruh lapisan masyarakat.

Orang-orang yang kita anggap sebagai Pandawa atau berperilaku baik, ternyata hanya kedok untuk menutupi kejahatannya. Masyarakat tentu merasa sedih dan kecewa menyaksikan orang-orang yang dijadikan panutan ternyata berperilaku sebaliknya..

Lalu bagaimana dengan nasib para Pandawa atau orang-orang yang berperilaku baik?

Tampaknya nasib Pandawa belum berubah banyak. Mereka belum dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan para Kurawa. Sebab anak-anak para Kurawa mencoba mengambil alih situasi ini. Tetapi di sinilah terjadinya masa transisi dimana para Pandawa mulai bergerak menggantikan para Kurawa sebelum diisi anak-anak para Kurawa.

Dengan kata lain, harapan rakyat untuk terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik belum dapat terpenuhi. Tahun 1431 H terkuras tenaganya untuk menghukum para Kurawa sehingga sektor lain banyak yang terabaikan.

Oleh karena itulah, hendaknya manusia selalu mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa dan senantiasa berbuat baik kepada sesamanya. Perubahan nasib ke arah yang lebih baik hanya mungkin diraih jika mengubah perilaku sebagai doa.

SELAMAT TAHUN BARU 1431 HIJRIAH

BaNi MusTajaB

Catatan:

Istilah Tahun Hisab dikemukakan KH. Zumri Fadlil. Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Banaran Banyukuning, Ambarawa Jawa Tengah.

Jika kita merunut ke belakang, 6 tahun sebelum tahun 1431 H, yaitu tahun 1425 H (2004 M), terjadi tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam yang merenggut ratusan ribu jiwa. Kemudian jika mundur lagi 6 tahun atau tahun 1419 H (1998 M), terjadinya peristiwa tragedi Mei yang mengakhiri era pemerintahan Suharto.

Meski begitu, peristiwa yang terjadi di negeri ini pada hitungan Tahun Hisab tersebut tidak selalu sama dengan kejadian di negara lain.

Setiap bangsa atau negara di dunia ini memiliki peruntungannya sendiri-sendiri. Ambil contoh, ada negara yang mengalami keberuntungan di tahun tertentu, tetapi pada saat yang bersamaan ada pula negara yang terpuruk akibat perang, bahkan ada pula yang porak-poranda dihantam bencana alam.

Dan bagaimana dengan nasib negeri ini? Wallahualam bissawab.

HARI ANTI KORUPSI: PESAN PENTING BAGI PARA KORUPTOR (FOTO)

Peringatan Hari Anti Korupsi 9 Desember 2009 di Jakarta. Rangkaian foto ini merupakan pesan penting bagi para koruptor dan calon koruptor dimanapun berada.





BaNi MusTajaB

IKLAN PARA KEPALA NEGARA 2020: PERMINTAAN MAAF KARENA GAGAL BERTINDAK ATAS PERUBAHAN IKLIM

Para Kepala Negara dunia menyampaikan permintaan maafnya atas kegagalan mereka untuk bertindak atas perubahan iklim.
Iklan menunjukkan sejumlah Pemimpin Dunia pada 2020 berkata:
“Saya minta maaf. Kita bisa saja menghentikan bencana perubahan iklim….kami tidak.”

Iklan yang dipajang di Bandara Kopenhagen ini dibuat Greenpeace dan organisasi TckTckTck untuk menyindir para Kepala Negara yang sedang menghadiri KTT Perubahan Iklim (COP 15) di Kopenhagen, Denmark.


Sementara itu, sejumlah pemuda menyerahkan petisi atas nama lebih dari 10 juta kaum muda di seluruh dunia kepada pejabat PBB dan panitia konferensi.

Kaum muda menyerukan kepada para pemimpin dunia yang menghadiri konferensi perubahan iklim sebagai pengingat bahwa masa depan kaum muda sangat dipengaruhi hasil konferensi ini.

Catatan: adakah kaum muda negeri ini yang juga menandatangani petisi bersejarah ini?

BaNi MusTajaB


Foto dari atas
President Amerika Serikat Barack Obama
Kanselir Jerman Angela Merkel
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy
Presiden Russia, Dimitry Medvedev
Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero
Perdana Menteri Inggris Gordon Brown.
Presiden Portugal Luiz In‡cio Lula da Silva

Sumber:
Copenhagen airport ads
FUTUREMEDIACHANGE
NEWSYAHOO

tcktcktck Andrewsullivan.theatlantic.com

DETIK-DETIK KEBAKARAN DISKOTIK DI PERM RUSIA (VIDEO)

Kebakaran mengerikan di sebuah diskotik/night club The Lame House Night Club di Perm Russia menewaskan 117 orang. Kebakaran bermula saat sebuah kembang api yang berada di ruangan dinyalakan dan menyambar langit-langit yang terbuat dari kayu dan jerami. Api segera menyambar cepat dan asap beracun memenuhi ruangan. Bahan yang terbuat dari plastik meleleh dan mengenai sejumlah orang.

Pengunjung pun berdesakan menuju satu-satunya pintu keluar. Akibatnya ratusan orang yang berada di dalam ruangan tewas mengenaskan. Kebanyakan korban akibat luka bakar dan menghirup gas karbonmonoksida.

Anda dapat membayangkan, nightclub berkapasitas 300 orang itu hanya memiliki satu pintu saja.

Pemilik diskotik tersebut, Anatoly Zak dan Svetlana Yefremova telah ditangkap dan keduanya terancam hukuman penjara hingga 7 tahun. Empat tersangka lain juga ditangkap akibat tragedi ini. Mereka dituduh lalai membiarkan sebuah kembang api berdaya pancar tinggi dinyalakan di dalam ruangan tertutup (lihat rekonstruksi animasi pada video ke 2). Padahal kembang api model serupa biasanya dinyalakan di arena terbuka karena daya pancar percikan apinya dapat mencapai 5 meter lebih.

Menanggapi tragedi maut ini, Presiden Rusia Medvedev mengutuk keras pemilik klub yang mengabaikan standar keselamatan sambil menuduhnya tidak memiliki otak dan hati nurani. Dia memerintahkan agar mereka yang menjalankan klub dihukum berat atas kelalaiannya.

Diskotik M-City Medan

Tragedi di Rusia ini hampir bersamaan dengan terjadinya kebakaran diskotik M-City di Medan, Sumatera Utara yang menewaskan 20 orang.

Tetapi saya tidak tahu pasti ada berapa pintu keluar diskotik tersebut hingga menyebabkan begitu banyaknya korban berjatuhan. Namun yang pasti, standar keamanan sebuah tempat hiburan agaknya memang perlu dikaji ulang dan diperiksa lagi secara cermat.

Sedikit informasi yang saya dapatkan hanyalah jendela diskotik M-City tersebut dilapis dengan teralis besi, sehingga mereka yang terjebak di dalam ruangan tidak dapat keluar melalui jendela. Apakah ini merupakan sebuah kelalaian dari pemilik diskotik M-City tersebut dan memungkinkannya untuk terancam pidana atas kelalaiannya ini? Entahlah.

Di samping itu, tanpa bermaksud mengecilkan peran penting regu pemadam, seperti terlihat di tayangan televisi, mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan pun tidak menggunakan tangga untuk memadamkan api. Tampak regu pemadam hanya menyemprotkan air dari posisi di mobil dan tidak menggunakan tangga agar sejajar dengan lokasi lantai yang terbakar.

Peringatan Jelang Tahun Baru 2010

Tragedi yang terjadi di Perm dan Medan tersebut hendaknya menjadi pelajaran kepada kita semua, khususnya para pemilik tempat hiburan yang dapat menampung ratusan orang. Standar keamanan yang memadai hendaknya lebih diperhatikan demi keselamatan pengunjung jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Apalagi dalam beberapa hari ini akan terjadi pergantian tahun. Tentunya banyak tempat hiburan menjadi pilihan orang untuk merayakannya. Dengan menyimak tragedi di Rusia (dan Medan), maka buatlah lebih dari satu pintu keluar demi keamanan.

Dan jangan sekali-kali menyalakan kembang api di dalam ruangan: SANGAT BERBAHAYA.

BaNi MusTajaB



Medvedev termenung duka dan marah

FILM BALIBO TIDAK LULUS SENSOR LSF

Film BALIBO.

Sinopsis

Ketika Indonesia bersiap-siap menyerang Timor Timur (Timor Leste), lima wartawan Australia yang tugas di sana hilang.

Empat minggu kemudian, veteran koresponden asing Roger East berangkat ke Timor Timur lantaran terpikat pria muda dan karismatik bernama José Ramos-Horta untuk menceritakan kisah negaranya, sekaligus menyelidiki nasib rekannya yang hilang.

Tekadnya untuk mengungkap kebenaran tumbuh seiring meningkatnya ancaman peperangan. Persahabatan yang tidak mungkin berlanjut antara koresponden asing di Timor Timur dan sosok yang kelak menjadi Presiden.

BALIBO adalah sebuah thriller politik yang menceritakan kisah nyata perang yang ditutupi selama lebih dari tiga puluh tahun.

Film yang tidak lulus sensor LSF ini diangkat dari buku Cover Up karya Jill Jolliffe.

Jill Jolliffe (Penulis Buku Cover Up)

Jill Jolliffe telah menelusuri kisah Lima Jurnalis Balibo selama 34 tahun. Dia menyaksikan penyerangan pertama pasukan reguler Indonesia ke Timor Timur pada bulan September 1975. Dialah yang melaporkan kematian lima rekan-rekannya di Balibo pada Oktober 1975  dan dievakuasi dari Dili oleh Palang Merah Internasional empat hari sebelum pasukan payung Indonesia menyerang ibukota pada tanggal 7 Desember 1975.

Pada tahun 1978,  Jill Joliffe pindah ke Portugal, di mana dia terus mengikuti kisah-kisah di Timor Timur. Dia bekerja sebagai koresponden The Guardian, The Sunday Times, The Age, Sydney Morning Herald, dan BBC. Sekarang Jolliffe menetap di Darwin dan membuat laporan secara teratur tentang Timor Timur.

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah,” demikian pesan Bung Karno.

Sejarah selalu ditulis dengan kacamata berbeda. Kacamata kepentingan. Tetapi sejarah tidak akan pernah dapat disimpan dalam kotak paling tersembunyi. Bahkan seandainya kotak itu  ditenggelamkan di dalam samudera yang paling dalam, dia akan dapat membuka dengan caranya sendiri.

BaNi MusTajaB.

TAMU TAK DIUNDANG MASUK GEDUNG PUTIH DAN PENUMPANG GELAP MENYUSUP DI SENAYAN

Makan bareng presiden mungkin menyenangkan. Apalagi jamuannya di istana kepresidenan. Bukan soal apa yang dimakan, tetapi dengan siapa kita makan. Meski hanya hidangan ikan asin dan semur jengkol, tentu jauh terasa lebih nikmat jika bersanding dengan presiden dan sejumlah tamu penting negara.

Boleh jadi itulah keinginan Tareq Salahi dan Michaele Salahi yang nekad menembus masuk Gedung Putih. Padahal keduanya tidak diundang dalam jamuan makan malam menghormati tamu penting dari India, Perdana Menteri Manmohan Singh.

Ada sekitar 300 tamu undangan jamuan makan malam pada 24 November lalu. Tetapi kedua pasangan paling berani itu tidak termasuk di dalamnya. Anehnya, petugas mengijinkannya masuk. Keduanya pun berbaur bersama para tamu. Bahkan mereka sempat bersalaman dengan Presiden Obama dan berfoto dengan sejumlah pejabat dan tamu penting.

Nekadnya lagi, foto-foto itu dipublikasikan di laman Fesbuk miliknya. Tampak keduanya bersama Wapres Joe Biden, Kepala Staf Gedung Putih Rahm Emanuel, Walikota Washington Adrian Fenty, Dubes India Arun K Singh dan lain-lain.

Dalam fesbuknya, Michaele, yang dikenal sebagai pengisi acara televisi Real Housewives of Washington DC, menulis: “Aku merasa terhormat diundang menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden Obama dan Nyonya untuk menghormati India….”

Tulisan di fesbuk inilah yang menyulut kontroversi. Sejumlah wartawan menanyakan bagaimana pasangan ini dapat mengikuti jamuan bergengsi itu. Padahal Juru Bicara Gedung Putih mengaku tidak mengundang mereka.

Menurut salah seorang agen rahasia (Secret Service Agency), Ed Donovan, sejumlah agen rahasia melihat bagaimana pasangan itu melewati pos pemeriksaan detektor untuk menunjukkan bahwa keadaan aman. Peristiwa itu merupakan insiden memalukan, meski sang presiden tidak dalam situasi berbahaya.

Dia menegaskan,” kami akan menyelidiki semua prosedur untuk memastikan hal ini tidak terulang lagi,” katanya.

Anda dapat membayangkan, andaikata keduanya teroris atau terindikasi Al Qaeda. Meski lolos metal detektor, bisa saja mereka membawa senjata biologi yang disimpan dibalik lipatan saputangan? Ah….ternyata, sterilisasi Gedung Putih tidak sehebat yang kita duga.

POLITISI SENAYAN

Namun demikian, insiden memalukan di Gedung Putih tersebut tidak lebih berbahaya dibandingkan apa yang terjadi di Gedung DPR/MPR,  Senayan.

Istilahnya bukan tamu tak diundang (uninvited guest) tetapi Penumpang Gelap (Ghost Passengers). Istilah ini merujuk pada hak angket Century yang digagas sejumlah wakil rakyat di Senayan.

Pada awalnya terdapat kubu yang secara sigap mendukung diadakannya hak angket. Sejumlah tanda tangan dikumpulkan hingga mencapai 200-an. Sementara kubu yang lain bersikap wait and see. Melihat situasi sambil menghitung laba atau rugi.

Belakangan kubu yang disebut terakhir (Fraksi Demokrat) ini sepakat mendukung hak angket. Meski dibumbui juga dengan permintaan, seperti keinginan menjadi ketua panitia angket.

Sebagaimana ditegaskan anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat, Ruhut Sitompul, “Sebenarnya, kalau dilihat secara proporsional, kan jumlah kami lebih banyak. Jadi pimpinan sebaiknya dari kami dong.”

Meski pernyataan itu dipatahkannya sendiri,” “Nggak enak juga. Khawatir fraksi-fraksi lain juga minta (jatah pimpinan).”

Sikap tersebut menyulut kecurigaan di kalangan kubu berbeda.  Seperti tampak dalam ucapan Akbar Faizal dari Fraksi Hanura, “Pertarungan angket Century sudah berpindah, dari upaya meloloskan angket ke upaya mengendalikan angket.”

Kecurigaan mengkristal melalui pernyataan Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar yang mengatakan, baik inisiator angket maupun masyarakat luas harus mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di susunan kepanitiaan angket yang akan dibentuk.

“Kita harus mewaspadai penumpang gelap yang biasa naik di tikungan terakhir… Terdapat indikasi bahwa kelompok yang tidak menginginkan angket berjalan baik, akan mengambil kendali angket,” kata Bambang.

Tampaknya istilah Penumpang Gelap terdefinisikan melalui pernyataan di atas. Tetapi apakah hanya sesempit itu definisi Penumpang Gelap?

PENUMPANG GELAP (GHOST PASSENGERS)

Penumpang Gelap dapat dikategorikan sebagai politisi atau wakil rakyat yang tidak menjalankan amanahnya dengan benar, menyelewengkan amanah yang dibebankan kepadanya, mengkhianati amanah yang telah disanggupinya, mengkhianati aspirasi pemilihnya, mengkhianati sumpah jabatan yang disaksikan ratusan juta orang, menyelewengkan moralitasnya sendiri, dan lain-lain.

Beberapa contoh Penumpang Gelap yang menyusup di Senayan pada periode lalu ialah: Yahya Zain, Al Amin Nasution, Abdul Hadi Jamal, Yusuf Erwin Faisal, Max Moein.

Pada periode ini telah tercatat Penumpang Gelap, yaitu Dimyati Natakusuma yang terseret kasus korupsi. Meski belum di sidangkan, tetapi peristiwa ini mengawali terpuruknya citra politisi di  Senayan. Penumpang Gelap pertama telah lahir.

Penumpang Gelap pada periode lalu dan periode sekarang hendaknya mengingatkan kita semua bahwa menjadi wakil rakyat memang tidak mudah. Sangat berat.

Rakyat memilih karena percaya dengan kredibilitas serta niat tulus sang politisi dan tidak ingin dikhianati.

Wahai Politisi….. jangan jadi Penumpang Gelap…. sampai kapanpun.

BaNi MustajaB


MUNGKINKAH MENONAKTIFKAN BUDIONO DAN SRI MULYANI ?

Judul postingan ini merupakan sebuah pertanyaan yang tidak mampu saya jawab disebabkan kefakiran ilmu saya mengikuti perkembangan kisruh Bank Century dan pihak-pihak yang terkait di dalamnya seperti Budiono dan Sri Mulyani yang namanya selalu disebut-sebut dalam berbagai pemberitaan televisi dan media massa yang tentunya kurang nyaman di dengar siapapun dalam mengikuti hari demi hari hingga genap 100 hari.

Tetapi mengapa pula politisi televisi dan media massa negeri ini tampak terkesan memosisikan kedua tokoh ini sebagai pihak bersalah meskipun belum ada persidangan terhadap kasus ini kecuali hanya dugaan dan kecurigaan satu sama lain yang tentunya sangat menganggu jalannya roda pemerintahan yang belum lama terbentuk terlebih lagi dengan munculnya hak angket yang seolah-olah hendak menunjukkan keperkasaan wakil rakyat dalam memberantas korupsi.

Demikianlah keluh kesah saya menjelang hari raya kurban bersamaan pula  saat kaum muslim sedang wukuf di arafah yang tentunya menjadi hikmah penting dalam meresapi makna berkurban yang tidak sekadar memotong hewan dan membagikannya kepada fakir miskin tetapi bagaimana kita mau dan mampu mengorbankan kepentingan diri kita untuk kepentingan orang lain yang lebih membutuhkan.

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1430 H

MOHON MAAF LAHIR BATHIN

BaNi MusTajaB



 

 

 

 

 

Silhkan nikmati:
Labbaik Allahumma Labbaika..lantunan suara emas Syeda Amber Saleem

REZA NINGTYAS LINDH: PEREMPUAN PRIBUMI YANG MENGGUNCANG SWEDISH IDOL 2009

Reza Ningtyas Lindh…Nama ini terasa asing ditelinga kita. Dia memang tidak sepopuler Kris Dayanti, Titi DJ atau Ruth Sahaya.

Dia juga tidak semolek Julia Perez, Dewi Perssik atau Reza Artamevia. Bahkan dia pun tidak berkulit kuning langsat sebagaimana umumnya penyanyi di negeri ini.

Tetapi Reza Ningtyas menghentak ketidaktahuan kita tentang sosok dirinya yang tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan di sebuah negara Eropa, Swedia. Sepintas, kita teringat perjuangan Anggun C Sasmi di Perancis.

Swedish Idol 2009 merupakan  ajang pencarian bakat nyanyi yang juga ada di negeri ini, Indonesian Idol. Ajang pencarian bakat yang banyak diminati kaum muda. Jalan pintas meraih popularitas dan tentu saja kelimpahan materi.

Ajang lomba tentu jauh lebih menarik, murah dan simpel. Daripada memaksakan diri tampil dalam acara musik pagi dengan biaya tidak sedikit. Konon, untuk 60  kali tampil di TV dibebani 160 juta rupiah (bagi pemula).

Reza Ningtyas Lindh

Perempuan kelahiran Jakarta 29 April, 28 tahun lalu ini mampu menunjukkan talentanya hingga masuk 5 besar Swedish Idol 2009 (Svenska Idol). Tentu sebuah perjuangan berat untuk seorang perempuan yang bekerja sebagai asisten juru masak.

Tetapi bukan pertama kali ini Reza menguji bakatnya. Dia pernah tampil dalam Asia Bagus 1995, tetapi kandas. Dia kemudian menetap di Swedia pada 2005.

Pada tahun-tahun pertama tinggal di Swedia, Reza merasa canggung untuk ikut audisi Swedish Idol. Terutama menyangkut keterbatasan bahasanya. Tetapi pada 2009 ini, Reza memberanikan diri menguji suaranya. Itupun setelah mendapat dukungan rekan kerjanya.

Reza tampil memukau di depan dewan juri dan publik Swedia setelah melantunkan beberapa tembang lawas diantaranya: Summertime, Hallo, The Way You Make feel,  Don’t Stop Me Now dan  New York New York.

Bagaimanapun, perjalanan Reza untuk menjadi juara masih panjang. Namun yang pasti, namanya telah tercatat sebagai penyanyi pribumi yang mengguncang Swedish Idol 2009. Pada November ini, album The Best of  Idol 2009 produksi Sony BMG dirilis. Reza menyanyikan satu buah lagu.

Mengutip kata-katanya kepada publik Swedia:

“Berikanlah suara Anda untuk saya. Karena saya seorang penyanyi yang baik dan selalu ingin belajar lebih banyak dan lebih banyak lagi.

Saya seorang pejuang tangguh. Saya orangnya sederhana, membumi, berjiwa sosial dan peduli dengan orang lain. Orang yang ceria yang bisa membuat orang lain bahagia. Selalu berpikir positif.”

Di negeri ini, kita tidak memiliki suara untuk memilih Reza. Tetapi kita punya kesempatan untuk mendoakan keberhasilannya….suara doa.

Dan siapapun anak bangsa yang berupaya keras mengharumkan nama negeri ini di negeri lain, hendaknya patut dihargai…meskipun hanya dengan seulas senyum.

BaNi MusTajaB





Untuk menikmati penampilan Reza Ningtyas Lindh dalam Sweden Idol 2009 bisa dilihat disini:

WHEN I NEED YOU

HALO

IF ONLY YOU

SUMMER TIME

NEW YORK NEW YORK

MY FAVOURITE: PESERTA IDOL DAN JURY NYANYI BERSAMA

DON’T STOP ME NOW

THE WAY YOU MAKE ME FEEL

SUPERSTAR

SON OF A PREACHER MAN

LISTEN

Catatan: Kiriman  Emilia Cederberg di Sundsvall Sweden

LABBAIKA ALLAHUMMA LABBAIKA: LANTUNAN SUARA EMAS SAYYIDA AMBER SALEEM

Sayyidah Amber Saleem adalah penyanyi nasyid Pakistan. Bahasa yang digunakan dalam video ini bahasa Urdu. Terkecuali talbiyah dalam bahasa Arab: labbaika allahumma labbaik…

Teks yang tertulis dari saya. Tentu hanya didasarkan pelafalan ucapan dan bukan makna sesungguhnya (teks berwarna kuning).

Lagu tersebut merupakan produksi: Q-TV PRODUCTION

Lagu-lagu Sayyidah Amber Salem atau Syeda Amber Saleem, diantaranya:
1. Mare Moula Karam Ho Karam
2. Saye Main Tumhare Hain
3. Hum Bhe Madine Jayanga Aisa Karam Hoga
4. Jab Karam Hota Hai Halat Badal Jate Hain
5. Karam Sarkar Mujhe Per Ager Ek Bar HOjaye
6. Saharah Chaheya Zingagee KE Liya
7. Jo Bhe Toofan Main Muhammad Ko Sada Deta Hain
8. Bethe Othte Nabi Ki Guftago Kerte Rahain
9. Shahe-Wala MUjeh Taiba Boal Lo
10. Tajdar-e-Haram Ae Shahenshah-De
11. Ae Mare Daat Ae Mare Moula
12. Jab Ishq Ne Roulaya
13. Ya Rasool Allah Inzer-Ha-Lana
14. Bekhud Kiya Deta Hain Andaz-e-Hajabana
15. Mare Aaqa Bola Lo Madine
16. jab Gunbad-e-Khizra Pe Who Pahele Nazar Gaye
17. Sarkar Tumhara Sheher Hame Do-Jag Se Bhe pyara Lagey
18. Tum Madine Ja Ker Tu Dekho
19. Mang Lo Dil Khol Ker (Munqabat)

Silahkan menikmati lantunan suara emas Syed Amber Saleem..

Semoga Anda terhibur..

BaNi MusTajaB

JANGAN JADIKAN PERUTMU KUBURAN BANGKAI

“Jangan jadikan perutmu kuburan bangkai”

Pada 27 November 2009, umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha 1430 H. Saat hari raya tersebut, kaum Muslimin melaksanakan korban hewan bagi yang mampu. Tradisi yang berlaku sejak zaman Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi Ismail alaihissalam.

Pada hari itu ada banyak hewan korban yang disembelih. Sapi, kerbau, domba dan kambing menjadi pilihan. Di negeri lain, unta termasuk yang disembelih.

Postingan ini tidak hendak bercerita tentang hari raya itu. Saya hanya teringat seputar perkataan Ali bin Abi Thalib karamullah wahjah. Perkataan tersebut berbunyi seperti yang tertera di awal tulisan ini.

“Jangan jadikan perutmu kuburan bangkai (binatang).”

Sepintas membuat bingung dan heran. Tetapi sebenarnya tidak demikian. Kalimat itu bermakna sederhana: hendaknya kita mengurangi makan daging.

Tampak naif. Namun dalam pandangan saya sangat relevan dengan situasi masyarakat saat ini.

Di negeri ini, ada banyak orang yang menjadikan daging sebagai menu makannya sehari-hari. Makan pagi, siang dan malam selalu menyertakan daging dalam menunya.

Daging diolah dalam beragam resep menarik. Daging pun tidak melulu didapat dari kelompok peternak anak negeri. Daging impor, semisal sapi Australia, cukup diminati di sini.

Orang-orang yang berkelimpahan materi menjadikan makan daging sebagai sesuatu yang lumrah dan tidak lagi istimewa.

Tetapi pasti kita juga menyadari dan mengetahui ada banyak orang di negeri ini yang menjadikan daging sebagai menu yang luar biasa mewah.

Orang-orang yang secara materi kekurangan akan selalu menganggap daging sebagai menu special dan super istimewa.

Bagi penikmat warung tegal dan warung makan kecil, perhatikanlah saat melihat pembeli memilih lauk pauk yang tersedia. Ikan, tempe tahu dan telur cenderung menjadi pilihan utama ketimbang daging. Tentu pilihan yang didasarkan atas harga yang jauh lebih murah.

Itulah sebabnya, ketika tiba Hari Raya Kurban, fakir miskin – kaum dhuafa merasakan benar kebahagiaannya berhari raya. Daging menjadi santapan lezat yang tidak selalu dirasakannya pada hari-hari lainnya.

Tradisi Unik

Ada ‘tradisi unik’ (tradisi dalam tanda petik)  ketika kita melihat orang-orang yang berkorban.

Katakanlah Anda berkorban seekor kambing. Pada umumnya, panitia kurban akan memberikan 1 atau 2 kilo daging kurban kepada pemilik kambing tersebut. Hal ini sudah menjadi tradisi.

Inilah yang hendak saya sampaikan dalam postingan ini. Manakala kita sudah berkurban, mengapa pula kita harus mendapatkan sesuatu yang sudah kita korbankan? Alangkah baiknya, jika hewan yang kita korbankan sepenuhnya menjadi hak fakir miskin.

Dan seumpama pada hari raya itu keluarga di rumah ingin menyantap daging, tentu tidak ada salahnya membeli daging di pasar.

Ada pula ‘tradisi unik’ yang umum terjadi di negeri ini, yaitu saat daging kurban telah selesai dibagikan kepada yang berhak. Biasanya masih banyak daging yang tersisa.

Daging kurban yang tersisa ini akan dibagikan kepada masyarakat yang berada di lingkungan pemotongan hewan kurban tersebut. Sehingga yang terjadi adalah, keluarga yang secara ekonomi cukup mampu dan atau terbiasa makan daging akan mendapatkan pula jatah sisa daging kurban ini.

Entah kenapa, panitia hewan kurban cenderung tidak mau memberikan kelebihan sisa daging kurban ini kepada yang berhak di luar areal lingkungannya. Misalkan diberikan kepada kaum dhuafa yang menetap di kelurahan atau kecamatan berbeda.

Atau bisa saja daging-daging kurban yang telah disiapkan dibagi rata dan habis diberikan kepada yang berhak. Tidak ada yang tersisa atau sengaja disisakan untuk diberikan kepada yang tidak berhak.

“Jangan jadikan perutmu kuburan bangkai”

Kalimat tersebut  sangat relevan dengan kondisi saat ini. Bahkan dari sudut pandang kesehatan, terlalu banyak mengkonsumsi daging pun tidak baik bagi kesehatan. Meski tidak harus menjadi Vegetarian.

Demikianlah sekadar catatan yang muncul dari ingatan saya seputar ucapan  Khulafaur Rasyidin, Ali bin Abi Thalib ra.

Sebagai penutup, silahkan nikmati lantunan suara merdu biduanita Pakistan

Sayyida Amber Saleem dalam Labbaika Allahumma Labbaik..

BaNi MusTajaB

PEREMPUAN JATUH DI REL DAN NYARIS DITERJANG KERETA API

Seorang perempuan muda nyaris tewas diterjang kereta api. Perempuan yang dalam keadaan mabuk itu tampak hendak menyalakan rokoknya, tiba-tiba kakinya tersandung dan jatuh tepat di bantalan rel kereta. Dia berupaya untuk bangun, tetapi kesulitan.
Kerumunan orang yang berada tidak jauh darinya segera bereaksi dengan melambaikan tangan ke arah kereta yang melaju mendekatinya.
Beruntung kereta berhenti tepat di depan tubuh perempuan itu. Masinis yang bernama Charice Lewis dipuji-puji atas tindakannya menghentikan kereta tepat pada waktunya. Hari itu juga dia diberi penghargaan pemda setempat.
Peristiwa ini terjadi pada Jum’at malam pukul 22.21, tgl. 6 November 2009, di Boston, Amerika Serikat.
sumber: Woman Falls Onto Train Tracks, Survives.

Pesan 1: JANGAN MABUK DI STASIUN KERETA API.
Pesan 2: JANGAN TUNDA MEMBERI PENGHARGAAN KEPADA SIAPAPUN YANG BERJASA MENYELAMATKAN NYAWA SESEORANG.

Pesan Utama: JANGAN MABUK DI STASIUN KERETA API; DAN DIMANAPUN, KAPANPUN SELAMANYA.

BaNi MusTajaB

POPULASI UMAT ISLAM MENCAPAI 1, 57 MILYAR

Populasi umat Islam di seluruh dunia mencapai 1,57 milyar atau 23% populasi dunia yang kini berjumlah 6,8 milyar jiwa. Angka itu menunjukkan sekitar 1 dari 4 orang penduduk dunia menganut agama Islam.

Islam menjadi agama kedua terbesar di dunia setelah agama Kristen yang dianut antara 2,1 – 2,2 milyar jiwa.

Laporan The Pew Forum on Religion and Public Life itu dikeluarkan pada bulan Oktober 2009. Sejauh ini, laporan organisasi tersebut merupakan yang paling komprehensif dalam memetakan populasi umat Islam sedunia.

Laporan Pew Forum ini didasarkan pada data terbaik yang diambil dari 232 negara. Laporan tersebut merupakan hasil analisis 1500 sumber, termasuk laporan sensus penduduk, penelitian demografis dan survei populasi umum. Anggota Pew Forum terdiri dari para peneliti dan konsultan yang tersebar di berbagai negara dan menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas dan pusat penelitian di seluruh dunia.

Proyek pemetaan tersebut dikerjakan selama 3 tahun. Sebagian hasilnya memang cukup mengejutkan.

Umat Islam ada di semua benua. 60 % berada di Asia, 20% di Timur Tengah dan Afrika Utara, Sub Sahara Afrika 15%, Eropa 2,4% dan Amerika 0,3%.

Timur Tengah dan kawasan Afrka Utara memiliki persentase tertinggi negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Lebih dari separuh dari 20 negara yang berada di wilayah tersebut memiliki populasi Muslim sekitar 95 % atau lebih.

Sementara ada sekitar 300 juta umat Muslim, atau satu-seperlima penduduk Muslim dunia berada di negara-negara dimana Islam bukan agama mayoritas.

Populasi muslim minoritas ini tergolong cukup besar. Misalkan, India memiliki penduduk terbesar ketiga umat Islam di seluruh dunia atau 160 juta jiwa (10 % umat Islam dunia). Umat Islam di Cina lebih banyak dari yang ada di Suriah.

Sementara di Rusia, jumlah umat Islamnya 16 juta jiwa  atau  lebih banyak dari gabungan umat Islam di Yordania dan Libya. Jerman memiliki umat Muslim lebih banyak dari Libanon. Umat Islam Ethiophia hampir sama banyaknya dengan umat Islam di Afghanistan.

Secara keseluruhan, umat Islam di Asia jauh lebih banyak daripada umat Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Sementara sekitar 317 juta umat Muslim atau seperlima dari umat Muslim sedunia hidup di negara-negara dimana Islam bukan agama mayoritas.

Sekitar tiga perempat (3/4) umat Muslim tinggal di Indonesia (203  juta), Ethiophia (28 juta), Cina ( 22juta), Rusia (16 juta) dan Tanzania (13 juta).

Laporan itu juga menunjukkan bahwa

Dua pertiga dari kaum Muslim tinggal di 10 negara.

6 berada di Asia (Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, Iran dan Turki).

3 berada di Afrika Utara (Mesir, Aljazair dan Maroko).

1 di Sub Sahara Afrika (Nigeria).

Indonesia memiliki umat Islam terbesar di dunia yaitu, 13 %  populasi umat Islam dunia.

Sedangkan di Cina, konsentrasi kaum Muslim berada di bagian barat. Diantara suku yang menganut agama Islam adalah suku Uighur dan Han. Populasinya sekitar 22 juta jiwa atau 1,4 % umat Islam dunia.

Jumlah umat Islam di Eropa sekitar 38 juta atau sekitar 5 % dari jumlah penduduknya.

Umat Islam di Jerman sekitar 4 juta orang. Jumlah ini setara dengan gabungan jumlah umat Islam di Amerika Utara dan Selatan.

Dari sekitar 4,6 juta umat Islam di Amerika, lebih dari setengahnya tinggal di Amerika Serikat. Kenaikan di benua ini hanya sekitar 0,8 % dari populasi di sana.

Sekitar 700.000 orang di Kanada beragama Islam atau sekitar 2 % dari total populasi di sana.

Sumber: The Pew Forum On Religion  Public Life

BaNi MusTajaB

world-distribution-weighted

THIS IS IT: MICHAEL JACKSON, BIBIT S. RIYANTO, CHANDRA M. HAMZAH (MOVIE TRAILER)

PESAN TERSELUBUNG DI BALIK KIRIMAN BLOGGER AWARD

Larangan menerima parcel atau hadiah dalam bentuk apapun kepada pejabat tinggi mengingatkan saya untuk tidak mudah menerima sesuatu apapun dari seseorang bahkan yang paling dikenal sekalipun.

Peratuan yang ditetapkan UU ini bertujuan agar tidak terjadi konflik kepentingan dikemudian hari bilamana sang pemberi hadiah mengharapkan suatu kemudahan atau katebelece dari sang penerima hadiah.

Apabila terjadi, rusak tatanan hubungan emosional yang semestinya. Si penerima hadiah yang semula merasa senang dengan pemberian yang didapatnya, tiba-tiba harus memenuhi keinginan terselubung si pemberi hadiah. Budaya ini telah merajalela di negeri ini. Menyedihkan.

Larangan menerima parcel atau hadiah bagi pejabat dimaksudkan agar hubungan yang terbina antara pejabat dengan relasinya, baik itu pengusaha, masyarakat atau sesama pejabat, dapat bekerja secara wajar tanpa dibebani keresahan akan memenuhi keinginan si pemberi hadiah.

Ada pula pendapat, memberi hadiah kepada pejabat merupakan bentuk penghargaan atas kinerja bagus dari pejabat publik tersebut. Maksudnya, sang pejabat telah bekerja dengan baik dan harus menjadi lebih baik lagi dalam melayani masyarakat. Ini tentu tujuan mulia.

Hadiah tidak selamanya dalam bentuk parcel atau barang pecah belah. Hadiah dapat saja dalam bentuk transfer sejumlah uang ke dalam rekening pejabat. Bilamana ini terjadi, tentu menjadi bidikan KPK untuk mengungkap ada apa dibalik transfer tersebut.

Pada intinya, berhati-hatilah terhadap sebuah hadiah. Apalagi Anda semua yang kebetulan menyandang status pejabat publik. Dapat dikategorikan gratifikasi yang terkait dengan UU tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

AWARD BLOGGER

Meskipun saya bukan pejabat publik, tetapi saya memiliki tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian tinggi seperti para pejabat negeri ini. Sebuah hadiah, apapun bentuknya, yang ditujukan kepada saya akan diteliti secara teliti, cermat dan penuh kewaspadaan.

Kalangan blogger mengenal tradisi pemberian hadiah bagi sesama blogger. Bentuknya sederhana, tetapi menarik. Hadiah itu berbentuk gambar dengan aneka rupa yang sedap dipandang. Hadiah itu diberi nama: AWARD.

Sepintas hadiah itu tidak berarti apapun. Tidak menambah rekening pribadi saya dan juga tidak menghiasi ruang kamar saya. Hanya memenuhi ruang dalam blog pribadi saya.

Meskipun terkesan  sederhana, tetapi mengandung pesan jelas, terang dan tidak tertutupi.

Beberapa bulan terakhir saya mencoba meneliti maksud dan tujuan dibalik pemberian AWARD. Hasilnya berujung pada kesimpulan bahwa tujuan pemberian AWARD adalah:

  1. Membina persahabatan yang erat antara sesama blogger.
  2. Interaksi intensif (silaturahmi) tetap terjaga dan berjalan baik.
  3. Ada sesuatu yang menarik dari postingan blog penerima AWARD dalam pandangan blog pemberi AWARD.

Seorang blogger yang memberi hadiah AWARD kepada rekannya boleh jadi dengan 3 tujuan tersebut.

Tentu saja pemilik blog penerima AWARD akan senang bukan kepalang tatkala blognya mendapat hadiah AWARD. Hati berbunga-bunga dan wajah berseri-seri.

PESAN TERSELUBUNG: SEBUAH AMANAH BARU

Meskipun demikian, saya justru menangkap sesuatu yang lain dari AWARD. Ada pesan terselubung dibalik AWARD. Pesan itu berupa amanah yang harus dilakukan penerima AWARD. Apakah amanah itu?

Dalam pandangan saya, ketika sebuah blog menerima AWARD dari sesama blogger, maka pemilik blog penerima AWARD harus menjalankan amanah, yaitu:

  1. Semakin meningkatkan silaturahmi sesama blogger
  2. Postingan blog sedapat mungkin memberi manfaat bagi para pembaca.
  3. Update blog secara regular dan tidak membiarkannya terbengkalai layaknya Gedung Tua.

Pesan terselubung dibalik sebuah pemberian AWARD inilah yang justru meresahkan hati dan membebani pikiran. Betapa tidak, saya mendapatkan sebuah amanah yang harus dijalankan. Padahal belum tentu mampu menjalankannya.

Itulah sebabnya, ketika menerima AWARD dari Mas Dalmuji pada 23 Juni 2009 lalu, hati saya resah gelisah. AWARD itu saya terima dengan senang hati, tetapi tidak satupun ditempatkan dalam ruang blog ini.

Sesungguhnya tidak mudah menjalankan amanat AWARD.

Silaturahmi tidak masalah. Tetapi membuat postingan yang bermanfaat sangat tidak mudah. Apalagi meng update blog secara teratur. Blog seolah isteri simpanan yang hanya sesekali saja ditemui.

Dan keresahan semakin menjadi-jadi ketika Kang Boed memberi AWARD. Kegelisahan meningkat dan hati gundah gulana.

Padahal tidak mungkin saya mengembalikan AWARD itu (Adakah pejabat yang mengembalikan hadiah yang diterimanya??Mustahil).

Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, AWARD harus diterima. Apapun alasannya.  AWARD memang kejam.

Tetapi hadiah kejam ini mengisyaratkan untuk benahi diri (istilah Kang Boed). Mencoba menata kembali, adakah postingan yang meresahkan dan menimbulkan keburukan? Tentu saja ada. Dan karenanya tidak boleh ada lagi. Seumpamanya muncul postingan yang super jelek, ya mohon dimaafkan.

Terima kasih Mas Dalmuji dan Kang Boed atas perhatiannya. Kesusahan saya menjadi bertambah dengan adanya AWARD. Tetapi kesusahan ini memberi manfaat besar untuk saya. Menjadi lebih hati-hati menuangkan gagasan yang akan mengisi blog ini.

Dan sebagaimana tradisi pemberian AWARD di kalangan blogger, maka AWARD ini akan saya berikan pula kepada rekan blogger lainnya yang akan dipilih kemudian.

Sungguh sangat disayangkan, tradisi yang sangat baik ini tidak terjadi di kalangan pejabat dan wakil rakyat. Hadiah yang diterima pejabat tidak akan mungkin diberikan kepada orang lain. Melainkan disimpan dan dinikmati sendiri.

Maka berbahagialah menjadi blogger.

BaNi MusTajaB


Award dari Mas Dalmuji dan KangBoed

friendship-awardsmart-blogersmile-blogsuper-follower-award

Award-2

Award-4Award-51Award-3

Award-81Award-91BERTUAH Award-61Award-71

MENGAPA KITA HARUS MENANGIS KANG BOED?

KangBoed

Mengapa kita harus menangis?

Padahal kita tidak pernah benar-benar menangis

Kita selalu ragu mengeluarkan air mata

Dan hanya sedikit saja menitikkan air mata.

.

Mengapa kita harus menangis?

Pada saat kita melihat bencana dan manusia meregang nyawa

Tertimbun rumah, terseret gelombang atau diterjang longsor

Sementara kita masih asyik tertawa dan tersenyum senang.

.

KangBoed

Mengapa kita harus menangis?

Di tengah penderitaan orang lain, di sekitar orang-orang miskin

Di lingkungan kumuh dan di antara kaum papa

Sedangkan kita hanya sesekali bersodaqoh dan beramal jariah.

.

Mengapa kita harus menangis?

Melihat penderitaan dan jeritan pilu

Sedangkan kita masih menghitung-hitung tabungan

Berapa harta yang akan disumbangkan dan uang yang diberikan.

.

KangBoed

Mengapa kita harus menangis?

Melihat bencana dan mendengar jerit tangis

Padahal kepedulian kita hanya sedikit

Terhadap duka derita mereka.

.

Mengapa kita harus menangis?

Di saat melihat kehancuran bangunan dan kematian

Sementara kita tidak menangis melihat kehancuran moral

Dan merajalelanya kemaksiatan.

.

KangBoed

Mengapa kita harus menangis?

Melihat saudara kita tertimbun bangunan

Sedangkan saudara kita di gedung dewan perwakilan

Tertawa terbahak-bahak dengan status barunya.

.

Mengapa kita harus menangis?

Menunggu sumbangan anggota dewan baru

Padahal mereka cukup banyak uang di rekeningnya

Tidak perlu menunggu sodaqoh gaji pertama.

.

KangBoed

Mengapa kita harus menangis?

Melihat saudara-saudara kita terkena musibah

Sementara kita tidak mengeluarkan air mata

Melihat saudara kita melakukan korupsi ria.

.

Mengapa kita harus menangis?

Melihat duka nestapa rakyat tertimpa bencana

Sementara saudara-saudara kita sendiri berpakaian mahal

Sambil menghamburkan uang di Gedung Dewan Perwakilan rakyat.

.

KangBoed

Mengapa kita harus menangis?

saat saudara kita tertimbun dan regu penolong kekurangan alat berat

Padahal di Sumatera Barat dan sekitarnya banyak lokasi tambang

Pertanda ada banyak alat berat excavator dan dozer.

.

Mengapa kita harus menangis?

Mendengar sedikitnya alat-alat berat di lokasi musibah

Padahal perusahaan pertambangan sangat melimpah

Memiliki ratusan excavator dan ribuan dozer.

.

KangBoed?

Mengapa kita harus menangis?

Melihat anak-anak tertimbun gedung tempatnya belajar

Sementara tidak pernah mengawasi anak-anak kita

Mengamati pergaulan dan proses belajarnya.

.

Mengapa kita harus menangis?

Melihat sejumlah pelajar perempuan meregang nyawa

Sedangkan membiarkan anak-anak perempuan kita ber facebook ria

Bergabung dengan komunitas lesbian tanpa kita sadari.

.

KangBoed

Dan apakah kita benar-benar menangis?

Setiap mendengar musibah dan bencana?

Lalu kita berempati dengan derita mereka?

Atau mencoba merasakan kepedihan mereka?.

.

Mengapa kita harus menangis?

Dan mengapa kita harus segera berbenah diri?

Mencoba memperbaiki diri kita

Kalau-kalau musibah itu menimpa diri kita.

.

KangBoed

Ternyata kita hanya benar-benar menangis

Ketika musibah datang menimpa diri kita sendiri

Keluarga kita sendiri dan kerabat kita sendiri

Dan hanya sedikit menangis untuk yang lain.

.

Kalaupun kita benar-benar menangis

Itu lebih disebabkan musibah tersebut

Menimpa diri kita sendiri

Dan keluarga kita sendiri

.

KangBoed

Hanya ini duka mendalam yang dapat saya tuliskan

Untuk saudara-saudaraku yang terkena musibah bencana alam

Di Sumatera Barat dan sekitarnya

Innalillahi wa innailaihi rojiun

Allahumma firlahum warhamhum waafihi wafuanhum…

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka yang meninggal

Dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan

Dan semoga dapat diambil hikmah dari musibah ini

Amin Ya Robbal alamin.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

(Q.S Al Insyiraah: 5-6)

BaNi MusTajaB

PESONA VAGINA MARIA OZAWA DAN FANTASI KELAMIN RADITYA DIKA

Maria Ozawa atau Miyabi akan berperan dalam film komedi: Menculik Miyabi. Dia menyabet peran utama film garapan Maxima Picture.

Raditya Dika, penulis skenario, menyebut ide menampilkan Miyabi sebagai ide cerdas. Sosok Miyabi yang dikenal publik sebagai aktris porno ini akan tampil tanpa adegan seks dan vulgar. Sisi humanis dikedepankan. Bagaimanapun, Miyabi manusia juga, demikian kata Raditya.

Apa yang disebutnya ide atau gagasan cerdas (saya mendengar perkataan ini di televisi) sangatlah tidak tepat. Yang ada justru sebaliknya, gagasan bodoh dan sekadar mencontek perputaran arus baru industri film Hollywood.

Kualitas film dalam negeri yang belakangan ini meningkat dengan hadirnya Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Laskar Pelangi, dan lain-lain, tiba-tiba saja hendak dikoyak dengan ide menampilkan aktris porno sebagai pemeran utama.

Bangunan kualitas film yang sedang direnovasi sejumlah insan film seakan hendak diruntuhkan kembali menjadi kumpulan puing-puing film sampah (junkfilm).

Seandainya film Menculik Miyabi benar terwujud, maka menjadi jelas bahwa kualitas film yang telah dibangun susah payah oleh sejumlah insan perfilman, ternyata dirusak pula oleh insan perfilman lainnya. Sedih dan menyedihkan.

Potret Buram

Sekadar mengenang potret buram produksi film dalam negeri. Pada masa lalu, film berkualitas tidak menjamin memiliki kesempatan tampil di layar bioskop. Terlebih saat Kelompok 21 (Twenty One Group) memiliki kekuasaan penuh atas film yang layak tampil di bioskop kelas satu. Sebagaimana dialami Slamet Raharjo saat karyanya Langitku Rumahku hanya mendapatkan kesempatan 1 hari saja tayang di bioskop Kelompok 21. Sementara film produksi Hollywood dapat tayang sesukanya.

Tentu saja Slamet Raharjo, Christine Hakim dan rekan-rekannya menangis pilu. Itulah masa-masa kelam, ketika industri perfilman mendapat perlakuan tidak adil dari penguasa pemilik bioskop elit di negeri ini.

Masa-masa itu sudah berlalu seiring terjadinya reformasi. Industri film mulai menggeliat dengan hadirnya film berkualitas. Jutaan penonton datang ke bioskop menikmati film karya sendiri dan bukan produksi negara lain.

Meski harus diakui ada beberapa film sampah, tetapi film berkualitas hadir dengan prosentase lebih besar. Ini patut disyukuri.

Baca lebih lanjut

FILM THE THIRD JIHAD: VISI ISLAM RADIKAL (BAGI) AMERIKA

The Third Jihad (Jihad Ketiga) bukan film tentang Islam. Tetapi tentang apa yang disebut sebagai: visi kelompok ‘Islam Radikal’. Film ini diantaranya mengungkap dokumen temuan FBI tahun 2003. Dokumen setebal 14 halaman yang dianggap Grand Jihad Manifesto ini berisi rencana menjadikan Amerika Serikat sebagai negara Islam sebelum tahun 2050.
Benarkah dokumen itu? Entahlah.
Terus terang saja, film ini agak panjang dan membosankan. Jauh lebih menarik film The Tarix Jabrix (The Chancuters). Tapi terserahlah penilaian Anda. Silahkan menyimak.


Kita selalu diingatkan tentang tragedi 11 September 2001. Maka, kalau boleh menyarankan, mengapa kita tidak diingatkan tentang tragedi Tanjung Priok 12 September 1984? Dan, atau, tragedi kemanusiaan Lumpur Lapindo?
Atau kalau Anda tidak mau mengingat itu semua, ya tidak masalah.
Setidaknya saya dan Anda semua, mau mengingat kematian.
Sebab pada suatu saat nanti kita akan menghuni tempat pemakaman umum.
Itu saja.
Demikianlah.
BaNi MusTajaB
Ini snapshots film the third jihad

Baca lebih lanjut

BURKA MISTERI, BURKA MENGINTIP, BURKA TERSENYUM DAN JIHAD KETIGA

burka_banimustajab

Burka misteri…..

Burka2_banimustajab

Burka mengintip…..

burka3_banimustajab

Burka tersenyum…..

Burka telah dianggap sebagai bagian dari simbol kejahatan dan kemunduran. Tentu sesuatu hal yang tidak masuk akal. Tapi biarlah apa kata orang. Perhatikan saja senyum perempuan desa di Afghanistan itu, dia tentu lebih cantik dari kontestan  Miss Universe 2009 asal Indonesia.

Baca lebih lanjut