AGUS SISWANTO
Seperti apakah bentuk jagat raya (kosmologi)?. Tampaknya belum ada kesepakatan final yang dihasilkan. Tulisan ini sekadar ingin menuturkan kajiannya.
Model jagat raya yang didasarkan teori Dentuman Besar (Big Bang) selalu disandarkan atas 2 teori penting yaitu: teori relativitas umum dan prinsip kosmologi. Dalam kedua teori tersebut diasumsikan materi di dalam jagat raya dianggap homogen dan isotropik.
Materi juga diyakini didistribusikan seraca seragam ke seluruh jagat raya dalam skala besar dan kecil. Dengan menggunakan teori tersebut juga dapat diketahui adanya pengaruh forsa (daya) gravitasi yang ditimbulkan gravitasi mempengaruhi kelengkungan ruang dan waktu. Inilah yang melahirkan ruang-waktu.
Model geometri
Sejauh ini, jagat raya diperkirakan memiliki bentuk-bentuk (secara geometris) sbb:
1. Bentuk kurva positif. Jagat raya dianggap memiliki bentuk seperti bola. Konsekwensinya. Jagat raya bersifat tertutup dan memiliki luas yang terbatas.
2. Bentuk kurva negatif. Jagat raya berbentuk seperti sadel (pelana kuda). Bentuk pelana ini menunjukan jagat raya tidak memiliki batas (ujung). Dengan demikian, luas jagat raya tidak dapat diketahui.
3. Bentuk datar. Jagat raya berbentuk datar, seperti sebilah papan. Bentuk semacam ini mengandaikan jagat raya tidak memiliki ujung dan tidak terbatas.
Lantas, mana sesungguhnya bentuk jagat raya yang kita huni?
Baca selebihnya »
Juli 3, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
sains |
misteri, sains, bentuk jagat raya, astronomi, gravitasi, big bang, kosmologi, supernova, teori relativitas umum |
& Komentar
Benarkah menjelang kematian ruh berada di sekitar badan wadag kita? Lantas, apa sesungguhnya yang akan kita rasakan…?
MAWAN SUGANDA
Kisah ini terjadi pada awal Desember 1943, ketika tentara Amerika bertempur hebat melawan seradu Jepang di Kepulauan Solomon. George Richie, seorang prajurit Angkatan Darat (AD) Amerika baru saja merayakan keberuntungannya mendapat kesempatan kuliah di Medical College di Virginia, yang berarti dia memiliki kesempatan untuk menjadi seorang dokter. Sayangnya, sebelum dipulangkan kembali ke Amerika, George ditugaskan bertempur ke garis terdepan.
Keberangkatannya ke garis depan tertunda karena dia tiba-tiba jatuh sakit. Entah apa sebabnya dada Goerge mendadak terasa amat nyeri, disusul dengan flu berat. Akibatnya, kondisi fisiknya dari waktu ke waktu bertambah lemah, hingga dia dimasukkan ke rumah sakit. Dan setelah beberapa hari dirawat, George Richie dinyatakan sembuh. Tetapi saat hendak kembali ke Richmond, Virginia, suhu badannya mendadak naik mencapai 100 derajat Fahrenheit. Pendengarannya tiba-tiba kabur. Di saat antara sadar dan tidak dia masih sempat mendengar bunyi mesin sinar X, namun tak lama kemudian sunyi senyap. Dia tak ingat apa-apa lagi. Secara medis Goerge Richie dinyatakan telah mati.
Tapi, apa yang sebenarnya terjadi dengan anak muda pemberani itu?
Baca selebihnya »
Juni 15, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
misteri |
misteri, mati suri, ruh, kematian, Out of Body Experience (OBE), Near Death Experience (NDE), halusinasi, mimpi, perang dunia, suhu tubuh, badan |
& Komentar
MAWAN SUGANDA
Pada zaman dahulu, di negeri Cina sering diadakan pertunjukkan atraksi yang menggunakan ilmu sihir tingkat tinggi. Acara tersebut biasanya digelar di tempat-tempat keramaian, misalnya di pasar.
Ketika Marcopolo berada di negeri Cina, ia dan beberapa sahabatnya sempat pula menyaksikan atraksi serupa di suatu tempat yang cukup ramai. Dalam atraksi itu, mula-mula si tukang sihir melemparkan tali ke udara, sambil memerintahkan agar para penonton melihat ke atas.
Sungguh aneh, tali itu terus naik ke udara lalu berdiri tegak seperti tiang. Setelah itu si penyihir menyuruh seorang anak kecil pembantunya, agar memanjat tali tersebut dengan alasan untuk mencari pisau.
Setelah si anak naik dan lenyap di balik awan, si tukang sulap menyusul dan tak lama kemudian ia pun hilang ditelan awan. Tak lama lalu terdengar suara si penyihir memarahi pembantunya.
Tiba-tiba terdengar jeritan si anak, disusuk dengan jatuhnya tangan, kaki, juga akhirnya kepala anak itu. Namun suara jeritannya tak pernah berhenti. Si tukang sihir kemudian turun sambil mengatakan kepada para hadirin, bahwa ia akan memulihkan kembali keadaan si anak pembantunya.
Setelah menutupi potongan-potongan tubuh yang berserakan, ia bertepuk beberapa kali. Ketika kain dibuka, si anak sudah kembali dalam keadaan segar bugar seperti semula.
Melihat atraksi yang cukup dahsyat itu, para sahabat Marcopolo merasa sangat heran. Sementara Marcopolo tampak biasa-biasa saja, seolah-olah ia tidak melihat sesuatu yang aneh sedikitpun.
Ketika salah seorang temannya menanyakan hal tersebut, Marcopolo menyatakan bahwa pandangan matanya tak bisa dikelabui oleh ilmu sihir. Dia mengaku bahwa sama sekali tidak melihat adanya tali yang tegak, juga tidak melihat anak kecil naik dan dipotong-potong. Pokoknya, dia tidak melihat sesuatu yang aneh.
Lebih lanjut Marcopolo menjelaskan kepada para sahabatnya, bahwa dirinya tidak terpengaruh oleh permainan sihir karena berbuat sebaliknya dari yang diperintahkan oleh si tukang sihir.
Misalnya, ketika si penyihir menyuruh penonton menatap ke atas, maka dia menatap ke bawah. Kiat menolak pengaruh sihir semacam itu, diperoleh Marcopolo dari Pietro, salah seorang sahabatnya juga.
Setelah mengetahui bahwa atraksi sihir bersifat mengelabui mata orang lain, Marcopolo dan para sahabatnya merasa tak tertarik lagi untuk menyaksikan pertunjukkan semacam itu. Mereka merasa ditipu.
Juni 6, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
misteri |
misteri, Cina, sihir, Marcopolo, sulap |
& Komentar

KH. Ahmad Muzakki Syah
(Pimpinan Pondok Pesantren Al Qodiri, Jember, Jawa Timur)
AGUS SISWANTO
Dalam kesehariannya, kehidupan Kyai Ahmad Muzakki Syah sangat bersahaja. Dia tidak pernah menonjolkan dirinya dalam situasi apapun.
Lahir pada 8 September 1948 di Desa Kedawung, Kel. Gebang, Kec Patrang. Kab Jember, Jawa Timur. KH. Ahmad Muzakki Syah adalah putra KH Ahmad Shaha, penghulu asal Bondowoso dan Hj. Siti Fatimah Zahroh asal Jember.
Setelah menamatkan pendidikan formalnya, Muzakki muda sempat mengenyam perguruan tinggi di IAIN Sunan Ampel, hingga 2 semester. Selanjutnya, dia menimba ilmu secara non formal di beberapa pesantren di wilayah Jawa Timur.
Selama bertahun-tahun, Muzakki muda di tempa sejumlah kyai dari satu pesantren ke pesantren lain. Dalam usia 26 tahun, berbekal ilmu yang dimiliki, Muzakki bersama sahabatnya Ahmad Jaelani, membangun pondok pesantren bernama Al Qodiri, yang berdiri pada 6 Juni 1974. Hingga saat ini terdapat sekitar 2065 santri (Putra dan Putri).
Yang menarik, di pesantren Al Qodiri dikembangkan tradisi Zikir Manakib (riwayat Syekh Abdul Qodir Jaelani-AQJ). Menurut KH Taufiqurrahman, putra sulung Kyai Muzakki, Zikir Manaqib yang dikembangkan ayahnya bukanlah membacakan biografi AQJ, melainkan dengan membaca zikir atau amalan tertentu. Jamaah juga diajak untuk bertawassul dan mencintai Syekh AQJ, sambil mengharapkan berkah dan karomahnya, juga mengharapkan syafaat Rasullullah SAW, memohon ridho dan izin Allah SWT.
“Jamaah diajak berzikir bersama. Setelah itu berdoa menurut kebutuhannya masing-masing,” kata KH. Taufiqurrahman menjelaskan. “Semuanya dipimpin langsung Kyai Muzakki.”
Dalam setiap acara manaqib, jamaah membawa botol berisi air. Usai berdoa, jamaah meniup ke dalam botol masing-masing. Dengan keyakinan penuh, air dalam botol tersebut akan mendapatkan kekuatan dari Allah SWT melalui barokah dan karomahnya Syekh AQJ.
Zikir Manakib di Ponpes Al Qodiri biasanya dilakukan setiap malam jum’at legi. Namun, Zikir Munakib di luar pesantren hampir setiap hari dilakukan di tempat berbeda. Contohnya di Cibitung, Bekasi, Zikir Manakib biasa dilakukan hari minggu malam hari. Dipimpin KH. Junaidi Al Baghdadi.
Jamaah yang mengikuti Zikir Manaqib, demikian KH Taufiq melanjutkan, awalnya datang dengan berbagai alasan. Ada yang diajak teman, berkunjung karena didorong perasaan ingin tahu, atau datang karena ada kebutuhan pribadi yang mendesak.
Beragam masalah yang membuat seseorang mengikuti zikir ini antara lain, karena menderita penyakit menahun, terjerat hutang, pengangguran, problem keluarga, dll. Ada juga yang datang dengan tujuan khusus untuk beribadah dan ingin lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
Kyai Muzakki sendiri tidak membedakan status atau problematika yang di hadapi jamaah. Secara bersama-sama jamaah diajak berzikir dan berdoa. Problem yang dihadapi tentunya tidak selesai dengan sendirinya, melainkan melalui proses. Ada yang butuh waktu 3 hari hingga 1 bulan, masalah yang di hadapi dapat teratasi. Namun tidak sedikit pula yang membutuhkan waktu lebih lama (bisa mencapai setahun, hingga harus mondok di pesantren). Semuanya tergantung keyakinan jamaah itu sendiri, dan tentunya takdir dan kuasa Allah SWT.
KAROMAH SANG KYAI
Penulis merangkum beberapa kejadian supranatural yang pernah terjadi. Kisah-kisah karomah yang meliputi Kyai Muzakki.
Suatu malam, jamaah Manakib dari Situbondo terganggu perjalanannya. Truknya mogok kehabisan solar. Kebetulan Kyai Muzakki melewati jalan itu. Dia menghampiri sopir truk sambil memberikan sebotol air. Kyai menyuruh supir truk menuangkan air ke dalam tangki solar. Meski dengan perasaan masygul, supir truk melakukan perintah kyai. Ajaib, mesin hidup kembali dengan bahan bakar air, perjalanan pun dilanjutkan.
Baca selebihnya »
Juni 6, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
Tasawuf |
Allah SWT, barokah, karomah, pondok pesantren, Rasulullah SAW, Syekh Abdul Qadir Jaelani, Tasawuf, tawasul, wasilah, zikir, zikir manakib |
& Komentar
MENGUAK ASAL USUL KANJENG RATU KIDUL
AGUS SISWANTO DAN EKA SUPRIATNA
Pada tgl. 6 Februari 2008 lalu, Misteri mendapat undangan seorang rekan bernama Malau. Beliau mengajak Misteri untuk mengikuti ritual di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Sebuah ritual untuk mengungkap asal usul Kanjeng Ratu Kidul. Tentu saja tawaran itu Misteri sambut hangat. Terlebih ketika dia mengatakan bahwa Kanjeng Ratu Kidul berasal dari Tanah Batak.
Sejauh ini terdapat berbagai pendapat seputar asal usul sosok Kanjeng Ratu Kidul. Ada yang mengatakan, Kanjeng Ratu Kidul sesungguhnya adalah Ratu Bilqis, isteri Nabi Sulaiman Alaihissalam. Dikisahkan, setelah wafatnya Nabi Sulaiman as., Ratu Bilqis mengasingkan dirinya ke suatu negeri. Di sana beliau bertapa hingga moksa atau ngahyang.
Legenda lain seputar Kanjeng Ratu Kidul adalah Dewi Nawang Wulan, sosok bidadari yang pernah diperisteri Jaka Tarub. Sedangkan kisah lain tidak secara spesifik menyebutkan asal Kanjeng Ratu Kidul, kecuali dia puteri seorang raja di Tanah Jawa.
Sinyalemen Kanjeng Ratu Kidul berasal dari Tanah Batak bukannya tanpa alasan. Isu ini pertama kali dibicarakan tahun 1985, ketika dalam suatu acara adat Batak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), beberapa orang mengangkat masalah ini. Tetapi rupanya tidak terlalu mendapat respon yang hadir. Isu pun tenggelam dengan sendirinya.
Ketika Misteri membuka internet, hanya terdapat satu situs yang menyinggung masalah ini. Itupun hanya dalam beberapa baris kalimat saja. Demikian kutipannya:
“Ini dia cerita tentang Ratu Laut Selatan yang dipercaya sebagian orang sebagai Biding Laut, saudara dari Saribu Raja yang notabene adalah keturunan Raja Batak.…tapi baca dulu kisahnya ya… siapa tau Nyi Roro Kidul emang keturunan Raja Batak”. (23 desember 2004)
http://mappa.blogspot.com/2004/12/nyi-roro-kidul-dari-batak.html
Hanya sekilas saja kalimat yang menyinggung Kanjeng Ratu Kidul sebagai orang Batak.
Padahal, sebagaimana diungkapkan Silalahi, di daerah Samosir ada seorang wanita yang kerap kali kemasukan roh Kanjeng Ratu Kidul. Wanita bernama Boru Tumorang ini sering mengaku sebagai Kanjeng Ratu Kidul ketika sedang trance. Itulah sebabnya, Boru Tumorang sengaja didatangkan ke Jawa untuk mengikuti ritual menguak asal usul Kanjeng Ratu Kidul.
Baca selebihnya »
Mei 29, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
misteri |
asal usul, Banten, Batak, Biding Laut, Dewi Nawang Wulan, gaib, Gusti Kanjeng Ratu Kidul, Jaka Tarub, Jawa, misteri, Nabi Sulaiman As, Pelabuhan Ratu, Penguasa Laut Selatan, Raja Batak, Ratu Bilqis, Ratu Kidul, ritual, roh, Samosir, Sibolga, Sukabumi |
& Komentar
RITUAL PEMANGGILAN KANJENG RATU KIDUL
AGUS SISWANTO DAN EKA SUPRIATNA
Untuk membuktikan keberadaan sosok legenda Biding Laut yang dipercaya sebagai Kanjeng Ratu Kidul, Misteri bersama 8 orang rekan yang semuanya bersuku Batak sengaja datang ke Pelabuhan Ratu untuk melakukan ritual pemanggilan roh Kanjeng Ratu Kidul.
Lokasi pertama adalah makam Guru Kunci Batu Kendit Abah Empar. Lokasi ini cukup dikenal masyarakat, terutama yang hendak melakukan ritual pemanggilan Kanjeng Ratu Kidul. Konon, di tempat ini Kanjeng Ratu Kidul memang biasa muncul.
Sebelum melakukan ritual, sebagaimana biasanya beberapa ubo rampe telah disiapkan, diantaranya: jeruk, jeruk purut, apel, daun sirih, pisang raja, anggur, minyak jin, kembang sepatu, tepung beras, kelapa dan gula (itaguruguru-bahasa Batak).
Sekitar pukul 22.30 malam, dimulailah acara ritual pemanggilan roh Kanjeng Ratu Kidul. Ketika itu, Silalahi dan Boru Tumorang tampak membaca mantera-mantera. Beberapa saat kemudian, Silalahi mulai menampakkan perubahan ekspresi wajah. Sosok gaib yang dipanggil tampaknya telah merasuk ke dalam raganya. Belakangan Misteri mengetahui, sosok gaib itu adalah roh Raja Batak.
Sementara dalam waktu hampir bersamaan, Boru Tumorang pun memperlihatkan ekspresi kesurupan. Tiba-tiba tubuhnya tersungkur lalu merangkak bergeser posisi. Setelah itu, dia kembali duduk dengan wajah tertunduk dan mata terpejam. Roh Kanjeng Ratu Kidul telah merasuk ke dalam raga wanita asal Samosir ini.
Terjadilah dialog dalam bahasa Batak antara Silalahi (yang sudah kemasukan roh Raja Batak) dengan Boru Tumorang dan beberapa orang yang hadir. Sepanjang dialog itu, ekspresi wajah Boru Tumorang berubah-ubah. Terkadang tersenyum, tertawa, menangis dan melantunkan lagu berisi sejumlah nasehat.
Kalimat pertama yang diucapkan Kanjeng Ratu Kidul adalah
”Kenapa baru sekarang kalian datang untuk menemui saya? Padahal saya sudah lama berada di sini,”ujar Kanjeng Ratu Kidul melalui bibir Boru Tumorang.
Ketika salah seorang yang hadir bertanya tentang Biding Laut, seketika Kanjeng Ratu Kidul menukas,” Ya, sayalah Biding Laut. Terserah apakah kalian akan percaya atau tidak.”
Selanjutnya dialog meluncur begitu saja. Beberapa dialog yang Misteri catat diantaranya saat Boru Tumorang menangis sambil berkata:
Baca selebihnya »
Mei 29, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
misteri |
asal usul, Banten, Batak, Biding Laut, Dewi Nawang Wulan, gaib, Gusti Kanjeng Ratu Kidul, Jaka Tarub, Jawa, misteri, Nabi Sulaiman As, Pelabuhan Ratu, Penguasa Laut Selatan, Raja Batak, Ratu Bilqis, Ratu Kidul, ritual, roh, Samosir, Sibolga, Sukabumi |
& Komentar
AGUS SISWANTO
Aura dipandang sebagai sebuah pancaran energi di wajah seseorang. Meski sebenarnya aura melingkupi seluruh tubuh. Aura cenderung berubah-ubah mengikuti kondisi mental seseorang. Secara umum warna aura bisa merah, hitam, kuning, biru, dll. Terkadang aura seseorang terbentuk dari kombinasi warna-warna tersebut.
Contoh, seseorang yang sedang kesulitan ekonomi, maka cenderung auranya hitam. Tapi apabila terdapat sedikit aura biru, menunjukkan orang tersebut masih berpeluang bangkit kembali usahanya.
Di samping itu, seseorang berkulit putih bisa saja memiliki aura gelap dan kusam. Sebaliknya, berkulit hitam seringkali memancarkan aura cerah, terang dan sedap dipandang.
“Tetapi tidak mudah melihat atau mendeteksi aura, bahkan kita dapat tertipu dengan penampilan seseorang,” kata Surmino, 36 tahun, spiritualis asal Pandeglang, Jawa Barat.
Dia mencontohkan, seorang pria macho, berpenampilan menarik dan pandai bicara, seringkali berhasil memperdaya kaum wanita. Padahal, jika dideteksi aura pria tersebut bisa saja memancarkan warna buruk.
“Seseorang yang berniat jelek dan sudah dalam tahap hendak melakukan perbuatan jeleknya itu, juga bisa terlihat dari pancaran auranya,” ujarnya. Sejauh ini, deteksi aura melalui fotografi dapat dilakukan atau yang dikenal dengan istilah fotografi Kyrlian, lanjutnya.
Lebih jauh dikatakan, keadaan mental atau psikis yang memperburuk pancaran aura seseorang bermacam-macam, seperti: kesulitan ekonomi, frustasi, patah hati, tidak percaya diri, dll. Apabila tidak segera diperbaiki, akan mempengaruhi dinamika hidup orang tersebut.
Upaya untuk menimbulkan pesona aura agar tampak lebih cerah, terang, tajam dan bercahaya ini sesungguhnya tidak terlalu sulit bagi yang mau berusaha. Surmino mengungkap rahasia dibalik pesona aura ini.
“Alam semesta ini mengandung energi kosmis yang dapat mempengaruhi aura seseorang. Bisa terjadi gesekan yang dapat menurunkan pancaran aura. Namun juga mengandung energi yang dapat memperbagus pesona aura,”ujar Surmino.
“Langkah apa yang pertama harus dilakukan,” tanya Misteri.
“Positive thingking atau berpikiran positif dalam menghadapi semua persoalan hidup. Juga selalu berprasangka baik kepada Tuhan, karena Tuhan mengikuti persangkaan hambaNya,” jawab Surmino.
Baca selebihnya »
Mei 22, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
primbon |
aura, jatidiri, lathifatul agfha, lathifatul khofi, lathifatul qolb, lathifatul ruh, lathifatul sirr, latifatul nafs, misteri, paranormal, pesona aura, primbon, rezeki, supranaturalis, surmino, susuk, tarekat, zikir, zikrullah |
& Komentar
Pada hari Senin (19 Mei) lalu, Presiden Amerika Serikat George Bush meminta maaf kepada Perdana Menteri Iraq, Nouri al Maliki. Apa pasalnya?
Sebagaimana dilansir Kantor berita Associated Press (20 Mei), permintaan maaf itu dipicu terjadinya penembakan terhadap Kitab Suci umat Islam: Al Qur’an.
Juru bicara Bush, Dana Perino mengungkapkan bahwa Bush meminta maaf kepada Al Maliki atas terjadinya insiden yang membangkitakan kemarahan umat Islam Iraq itu. Bush merasa prihatin dengan kejadian itu dan sadar bahwa perbuatan (menembak Al Qur’an) itu adalah salah.
Penembakan terhadap Al Qur’an itu terjadi pada tgl. 9 Mei di wilayah Sunni Radwaniyah, di sebelah barat Baghdad. Kitab Suci itu ditemukan 2 hari kemudian oleh para Pejuang Islam. Terdapat 14 lubang peluru dan beberapa coretan pada bagian isinya. Pelakunya diduga tergolong penembak jitu (sniper).
Akibat peristiwa itu, Pemerintah Iraq sempat memanggil Komandan Militer Amerika dan memintanya mendidik para prajuritnya agar menghormati keyakinan setiap orang.
Seorang pengacara Sunni Khalaf al Elyan mengatakan, pelaku penembakan itu harus diajukan ke pengadilan di Baghdad. Dia mengatakan bahwa kasus ini sangat sensitif.
“Kami diam saja dan menerima saat anak-anak kami dibunuh, rumah-rumah kami dihancurkan dan uang kami dicuri. Tetapi kami tidak dapat menerima upaya penodaan terhadap Kitab Suci Al Qur’an,” katanya saat jumpa pers.
Pada hari Minggu, wakil komandan Amerika di Iraq, Letjen Lloyd J.Austin III telah mengunjungi Al Maliki, Tariq al-Hashemi dan juru bicara parlemen Mahmoud al-Mashhadani.
Al-Hashemi, tokoh Arab Sunni di pemerintahan mengungkapkan kekesalannya kepada Austin bahwa perasaan marah akibat peristiwa itu tidak mudah dihapuskan sebelum pelakunya dihukum dan adanya jaminan nyata peristiwa itu tidak akan terulang lagi
Prajurit Amerika (mungkin seorang paranoid) yang menembak Al Qur’an itu sendiri sudah dikirim pulang ke negaranya. Tetapi, adakah hukuman yang bakal diterimanya?
By, QASSIM ABDUL-ZAHRA Associated Press Writer Tue May 20, 11:25 PM ET
Selengkapnya lihat:
http://news.yahoo.com/s/ap/20080521/ap_on_re_mi_ea/iraq_quran_shooting
Bani Mustajab
Mei 21, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
berita |
Al Qur’an, Associated Press (AP), berita, Bush, Iraq, Nouri al Maliki, prajurit Amerika |
1 Komentar

Masjid Jami Sungai Banar
AGUS SISWANTO
Masjid tertua di Amuntai ini sudah berusia 204 tahun. Banyak kejadian aneh sejak awal berdirinya. Bahkan ada cerita, bagi mereka yang ingin pergi haji sebaiknya datang terlebih dahulu ke masjid ini. Dalam serangkaian jelajah ke Kalimantan, Misteri menyempatkan diri berziarah ke masjid bersejarah ini. Terlebih lagi setelah sebelumnya Misteri mendengar kisah-kisah gaib seputar masjid keramat ini.
Misteri tiba sekitar pukul 16.00 sore, pada bulan Juni 2006 lalu. Setelah menyempatkan shalat Ashar berjamaah bersama takmir masjid, Ustadz H. Husaini, Misteri menyusuri sejarah masjid berkaromah ini. Berikut laporannya.
Masjid Jami Sungai Banar terletak di tepi Sungai Banar, sekitar 3 km dari Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Tepatnya, di perbatasan Desa Jarang Kuantan dan Desa Ujung Murung (sebelumnya masuk Desa Ilir Masjid).
Masjid pertama di Amuntai ini berdiri pada tahun 1804 M (1218 H). Terdokumentasi dalam catatan pahatan pada bedug yang masih dimanfaatkan.
Dikisahkan, sejumlah warga Amuntai yang sedang berguru kepada Waliyullah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (1710-1812M) di Martapura, menerima saran dari Syekh agar dibangun sebuah masjid di wilayah Amuntai. Kebetulan saat itu memang belum ada masjid. Selain itu Sang Wali juga memberikan sebuah Kitab Suci Al Qur’an tulisan tangan.
Peristiwa Aneh
Bak gayung bersambut, saran itupun disambut hangat warga Amuntai. Secara bersama, masyarakat mempersiapkan pembangunan masjid, seperti batu-batu, kayu, sirap,dll. Hingga kini, bahan baku masjid seperti kayu ulin, tiang, balok, papan dan sirap masih dapat disaksikan di sekitar masjid. Lokasi pertama yang dipilih sekitar 500 meter dari lokasi masjid yang sekarang.
Keanehan terjadi menjelang pemasangan tiang masjid (batajak tiang-bahasa Banjar). Mendadak masyarakat terkejut melihat sejumlah tiang besar yang terbuat dari kayu ulin itu hilang dari tempat pembuatannya. Setelah dilakukan pencarian, tiang-tiang itu ditemukan di tepi sungai di lokasi yang sekarang. Ketika itu, sungainya belum ada namanya.
Tentu saja kegaduhan muncul mengenai siapa yang memindahkan tiang-tiang yang memiliki bobot beberapa ton itu. Untuk mengangkat satu tiang saja dibutuhkan puluhan orang, apalagi lebih dari satu tiang. Padahal malam sebelumnya, masyarakat masih melihat tiang-tiang tersebut.
Keanehan itu pada akhirnya dipandang sebagai sebuah isyarat gaib bahwa lokasi masjid haruslah di tempat tiang-tiang itu berada sekarang. Maka dimulailah pembangunan masjid tersebut. Di kemudian hari tiang-tiang masjid tersebut ada yang mengeramatkan.
Bangunan asli masjid berukuran 25 x 20 meter. Berbentuk mirip Rumah Adat Banjar (panggung), memakai tiang dan bertingkat. Bahan-bahan rangka, lantai dan dinding papan dari kayu ulin dengan bagian atap dari sirap yang tinggi. Ketika itu belum dibuat menara.
Sedangkan mimbar khotbah merupakan wakaf pribadi H. Mahmud yang ukirannya dikerjakan 2 orang ahli ukir pada masa itu, yaitu Buha dan Thahir. Mimbar itu terbuat dari kayu ulin, berukuran 3,8 m x 1 m dengan total tinggi 4,5 meter terdiri dari badan 2 meter dan menara 2,5 meter. Usai masjid dibangun, terjadi lagi peristiwa aneh.
Pria misterius
Ketika itu masyarakat bersyukur menyaksikan jerih payahnya rampung. Merekapun bermusyawarah menentukan nama terbaik buat masjidnya itu. Tetapi belum ada keputusan yang diambil.
Tiba-tiba datanglah sebuah perahu yang merapat di tepi sungai dekat masjid. Penumpang perahu yang tampak seperti pedagang itupun turun dan meminta izin masyarakat untuk menunaikan shalat. Karena kebetulan bertepatan tibanya dengan waktu shalat. Tentu saja masyarakat merasa senang, karena orang itu merupakan jamaah shalat yang pertama dari daerah lain.
Baca selebihnya »
Mei 19, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
JELAJAH |
misteri, gaib, Masjid, masjid jami, Banjar, Amuntai, Kalsel, naik haji, Banjarmasin, Martapura |
& Komentar
AGUS SISWANTO
Isu santet merebak lagi. Berita seputar ini sedang ramai dibicarakan internet dan media massa. Uniknya, santet yang satu ini dilakukan melalui HP dengan nomor dan warna tertentu. Beredar pula sms berantai agar masyarakat berhati-hati.
Entah mengapa, isu cepat menyebar di berbagai kota. Nyaris meresahkan pengguna HP. Berita yang beredar bahkan mengalahkan isu naiknya BBM dalam waktu dekat.Itulah sebabnya, ada yang menilai ini bagian dari pengalihan isu krusial negeri ini.
Isu santet bukan yang pertama di negeri ini. Beberapa tahun lalu, masyarakat dikejutkan peristiwa pembunuhan dukun santet. Meski tidak pasti apakah sang korban tersebut memang benar-benar dukun santet. Yang pasti, telah jatuh korban sia-sia.
Ketika peristiwa itu terjadi, seorang teman bercerita, tetangganya yang tinggal di sebuah desa di Jawa Timur dibunuh. Seorang bapak dengan putrinya yang masih kecil dibantai orang tak dikenal. Padahal sang bapak tersebut hanya petani biasa. Sang bapak tersebut memang memiliki ibu yang biasa membantu kelahiran atau dikenal dengan istilah dukun beranak.
Ketika para pembunuh menyerbu rumahnya, kebetulan sang ibu tidak ada. Lalu sasaran pembunuhan dialihkan. Sang ibu yang sudah berusia 80-tahun itu selamat dari kekejian, tetapi anak dan cucunya meninggal.
SANTET HP DAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Secara sederhana, santet adalah upaya mencelakakan orang lain, dengan tujuan membunuh atau sekadar menderita sakit. Biasanya sulit didiagnosa secara medis. Korban tiba-tiba saja meninggal atau jatuh sakit tanpa sebab yang jelas.
Media santet beragam, seperti jarum, paku, boneka voodo, dll. Teknik pengiriman santet pun bermacam, seperti melalui media angin, air, makanan, hewan dan udara.
Kajian ilmiah santet biasanya masuk kategori proses materialisasi dan dematerialisasi. Contoh, sebuah paku (material) setelah dilakukan ritual tertentu menjadi lenyap (dematerialisasi), kemudian dikirim melalui media angin atau udara ke tubuh sang korban. Setelah paku gaib tadi masuk ke dalam tubuh, lalu mewujud lagi menjadi paku nyata. Sang korban tentu saja kesakitan, lalu sakit atau meninggal.
Pernah ramai pula dibahas santet masuk KUHP. Tetapi saya tidak tahu persis perkembangannya.
Lantas bagaimana dengan santet melalui HP?
Kemungkinan santet lewat HP bisa saja terjadi. Dalam hal ini, media pengirimannya melalui gelombang elektromagnetik (udara) dengan frekwensi tertentu (baca: nomor atau warna tertentu).
Baca selebihnya »
Mei 12, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
berita |
berita, paranormal, santet, santet HP |
& Komentar
AGUS SISWANTO
Di era modern ini, ada sejumlah manusia yang gemar memburu harta karun. Meski dalam kenyataannya sejumlah temuan hanya isu atau harta tidak bernilai apapun, namun tetap saja perburuan berlangsung. Ini ironi besar.
Pengetahuan manusia seputar harta karun diilhami kisah Qarun, hartawan yang hidup di masa Nabi Musa alaihissalam dan Fir’aun laknatullah. Kekayaan berupa emas dan perak Qarun disimpannya dalam beberapa gudang perbendaharaan. Digambarkan betapa kunci-kunci gudang sangat banyak hingga harus diangkut dengan kereta kuda.
Namun sayangnya perilaku Qarun kikir dan enggan beramal. Dan Tuhan pun menghukumnya. Sebuah gempa bumi menghancurkan gudang-gudang miliknya dan membenamkan seluruh kekayaannya. Sejak itu, “Harta Qarun” (karun) menjadi idiom untuk semua harta berharga yang terpendam di dalam tanah. Manusia pun berlomba-lomba melakukan perburuan.
Sedangkan idiom kata ‘karun’ dalam masyarakat Jawa, bermakna ‘karuhun’ atau leluhur. Jadi harta karun merupakan harta peninggalan para karuhun atau leluhur. Harta semacam ini disimpan atau disembunyikan di dalam tanah, gunung, goa, hutan, dll. Sang pemiliknya (para leluhur itu) sengaja menyimpannya karena berbagai alasan, seperti: ketamakan, menghindari perampokan atau dirampas para penjajah. Lantaran sang pemiliknya meninggal, maka harta tetap tersimpan hingga ratusan atau ribuan tahun.
Harta karun tersebut kemudian menjadi target para pemburu harta karun Ada diantara mereka berhasil, tetapi lebih banyak yang gigit jari.
Adapun perburuannya melalui berbagai cara: penggunaan teknologi seperti dalam proses pencarian Kapal Titanic di Samudera Atlantik, atau cara gaib yang banyak dilakukan paranormal di negeri ini.
Baca selebihnya »
Mei 12, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
artikel |
misteri, Tasawuf, mistik, artikel, gaib, harta karun, paranormal, hakekat |
Tidak ada Komentar

BAHRONI BIN MASTAR
Masjid Al-Aqsha dapat dikategorikan sebagai tempat yang paling tertindas di dunia. Bangunan ini mempunyai nilai yang luar biasa di mata berbagai agama samawi, di antaranya Islam, Yahudi dan Nasrani. Tahun ini, genap 60 tahun pendudukan Masjid Al Aqsha dan tanah Palestina.
Rezim Zionis Israel terus mencari berbagai alasan untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha. Hingga saat ini, Rezim Zionis telah menghancurkan dua ruangan besar yang berlokasi di bawah tembok pintu gerbang Masjid Al-Aqsha, dengan alasan akan membangun sebuah jembatan yang akan memudahkan warga Zionis Baitul Maqdis menjangkau Masjid Al-Aqsha. Dengan kata lain, perusakan ini dilakukan dengan alasan mempermudah mondar-mandirnya warga Zionis ke Masjid Al-Aqsha.
Hingga kini, Rezim Zionis telah melakukan berbagai upaya guna menghancurkan Masjid Al-Aqsha. Upaya mereka yang paling penting mereka lakukan pada tahun 1969, yaitu ketika mereka berupaya membakar Masjid ini. Sejak itu hingga kini, Rezim Zionis berkali-kali berupaya menghancurkan bangunan bersejarah ini baik secara langsung maupun tak langsung. Upaya-upaya penghancuran ini sengaja dilakukan karena menurut klaim Zionis Israel, ada Kuil Sulaiman di bawah Masjid tersebut. Menurut keyakinan Zionis Israel, masa kemunculan juru selamat telah tiba, sedangkan untuk menyegerakan kemunculannya, Masjid Al-Aqsha harus dihancurkan dan Kuil Sulaiman harus dibangun kembali.
Kuil Sulaiman dibangun oleh Nabi Sulaiman alaihissalam sekitar tiga ribu tahun lalu. Namun empat abad kemudian, Kuil Sulaiman dihancurkan oleh kaum Babylonia. Kuil Sulaiman kembali dibangun oleh Imperium Romawi. Persisnya 70 tahun setelah kelahiran Nabi Isa alaihissalam.
Sementara itu, sejumlah pakar sejarah dan arkeolog terkemuka meragukan sejarah penghancuran Kuil Sulaiman, termasuk jejak pertapakannya yang disebutkan berada di bawah Masjid Al-Aqsha. Salah satu pakar sejarah yang meragukan hal tersebut adalah Maier Boun Douf.
Setelah melakukan riset panjang dan berkali-kali meninjau Masjid ini, Maier Boun Douf, seorang arkeolog terkenal di tahun 2004 menyatakan, “Kuil Sulaiman tidak berada di bawah Masjid Al-Aqsha, dan dapat dipastikan bahwa hal ini termasuk di antara mitos-mitos yang dibuat oleh Rezim Zionis untuk membubuhkan nuansa religius pada eksistensi Zionis Israel yang illegal.”
Baca selebihnya »
Mei 8, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
berita |
Al Aqsha, Amerika, Baitul Maqdis, Islam, Israel, Kuil Sulaiman, Masjid, Palestina, politik, Zionis |
& Komentar
KI. JOYO AGUNG
Pada tanggal 1 Februari 2002, selepas shalat Isya, aku kedatangan seorang sahabat yang ingin bertanya lebih banyak lagi mengenai kebesaran Allah SWT. Yang mana, pada waktu itu, aku tinggal di Komplek Bulog, Pondok Gede, Bekasi. Begitu asyiknya kami bercerita, hingga tak terasa malam kian terus berjalan.
Tiba-tiba terdengar sapaan gaib dari sahabat gaibku yang bernama Syekh Maulana Abdul Jafar. Beliau mengatakan ingin mengunjungiku jam 2.00, dini hari. Aku mengiyakan karena sudah lama tidak berkomunikasi dengannya. Alhamdulillah, dengan memiliki ilmu Haqqul Gaib, aku bisa mendapatkan banyak sahabat bahkan di alam gaib sekalipun.
Jam 23.00, temanku beranjak pulang dengan berjanji akan kembali berkunjung untuk bertanya lebih jauh lagi. Alhamdulillah, aku begitu bersyukur termanku merasa puas dengan jawaban yang kuberikan dan semoga dapat semakin meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.
Akupun langsung menuju kamar untuk beristirahat, karena tengah malam nanti aku akan melaksanakan shalat Tahajud sekaligus aku akan menyambut kedatangan sahabat gaibku. Jam 24.00, tepat alarm dari jam wekerku berbunyi. Akupun bergegas bangun mengambil air wudhu untuk shalat Tahajud.
Selesai shalat, aku membaca ayat Qursyi sebanyak 333x. Baru saja aku selesai bacaan yang ke 333, tepatnya jam 02.00, sahabatku datang memberi salam. Aku pun membalas salamnya dan bertanya, mengapa sudah sekian lama baru datang berkunjung.
Setelah terlibat perbincangan asyik seputar hal-hal yang terjadi di dunia ini, dia juga menyampaikan beberapa hal tentang meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT. Tiba-tiba sahabatku berkata, “Ayo Ki, kita melakukan perjalanan ke alam Qurthubi.”
Aku bertanya dengan sedikit bingung, bagaimana caranya. “Silahkan Ki Joyo berdiri tegak, kedua tangan direntangkan ke depan dan kaki sedikit terbuka. Dan rapalkan amalan ilmu Sepuluh Malaikat.” Ujar sahabatku memberi instruksi.
Ilmu Sepuluh Malaikat, adalah bagian dari ilmu Haqqul Gaib. Akupun mengikuti instruksinya dengan perasaan sedikit ragu. Karena, aku baru kali ini mendengar yang namanya alam Qurthubi dan caranya juga berbeda dari yang pernah kualami kalau melakukan perjalanan ke alam gaib bersama sahabatku.
Baca selebihnya »
Mei 8, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
misteri |
misteri, alam qurthubi, gaib |
& Komentar
MAWAN SUGANDA
Pada zaman Nabi Isa alaihissalam, pernah terjadi suatu peristiwa yang sangat menakjubkan, yakni turunnya hidangan dari langit. Peristiwa tersebut berlangsung pada hari raya dan setelah umat Nabi Isa as berpuasa sebulan penuh. Adapun kisah selengkapnya adalah sebagai berikut :
Suatu hari, Nabi Isa as berkata kepada kaumnya, “Berpuasalah kamu sekalian selama tiga puluh hari. Kemudian mintalah kepada Allah SWT, apa saja yang kamu kehendaki, niscaya Dia pasti akan mengabulkan.”
Maka umat Nabi Isa as pun melakukan puasa sebulan penuh. Setelah itu, salah seorang di antara mereka berkata, “Apabila kami bekerja untuk seseorang, maka setelah selesai pasti kami akan diberi makan.”
Mendengar perkataan itu, Nabi Isa as bersuci kemudian mengenakan pakaian dari bulu, dan seterusnya melakukan shalat dua rakaat. Setelah itu, beliau mengangguk-anggukkan kepala sambil memejamkan mata, lalu berdoa.
Baca selebihnya »
April 30, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
Tasawuf |
doa, kisah nabi, mukjizat, Nabi Isa as, puasa, shalat |
& Komentar
MAWAN SUGANDA
Ahmad Ar-Rifai adalah seorang tokoh besar tasawuf yang sangat terkenal. Dalam dunia kewalian, beliau menduduki peringkat Qutub, yakni pemimpin para wali pada zamannya.
Salah seorang keponakannya yang bernama Abul Hasan, pernah menyaksikan salah seorang wali menghadap pamannya. Ketika itu, Abul Hasan sedang duduk di dekat pintu kamar tempat berkhalwat Syekh Ahmad. Tiba-tiba ia mendengar suara orang sedang bercakap-cakap. Padahal setahu dirinya tak seorang pun yang berada di kamar tersebut selain pamannya.
Setelah cukup lama bercakap-cakap, kemudian tampak seorang lelaki muncul dari tembok kamar, dan seterusnya melesat terbang ke udara bagaikan kilat.
Karena merasa sangat penasaran, Abul Hasan kemudian menanyakan kepada Syekh Ahmad, tentang siapakah gerangan orang tersebut.
“Apakah kamu melihatnya?” Tanya Syekh.
“Ya, aku melihatnya,” jawab Abul Hasan
“Orang itu adalah salah seorang wali yang ditugaskan oleh Allah untuk menjaga lautan,” jelas Syekh.
Baca selebihnya »
April 30, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
Tasawuf |
kisah sufi, Rasulullah SAW, Tasawuf |
Tidak ada Komentar
L.S. AHMAD
Dalam mencari ridhoNya, para sufi menggunakan jalan yang bermacam-macam. Baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, dengan melalui kearifan, kecintaan dan tapa brata.
Sejarah mencatat, pada akhir abad ke-8, muncul aliran Wahdatul Wujud, suatu faham tentang segala wujud yang pada dasarnya bersumber satu. Allah Ta’ala. Allah yang menjadikan sesuatu dan Dialah a’in dari segala sesuatu. Wujud alam adalah a’in wujud Allah, Allah adalah hakikat alam. Pada hakikatnya, tidak ada perbedaan antara wujud qadim dengan wujud baru yang disebut dengan makhluk. Dengan kata lain, perbedaan yang kita lihat hanya pada rupa atau ragam dari hakikat yang Esa. Sebab alam beserta manusia merupakan aspek lahir dari suatu hakikat batin yang tunggal. Tuhan Seru Sekalian Alam.
Faham wahdatul wujud mencapai puncaknya pada akhir abad ke-12. Muhyidin Ibn Arabi,seorang sufi kelahiran Murcia, kota kecil di Spanyol pada 17 Ramadhan 560 H atau 28 Juli 1165 M adalah salah seorang tokoh utamanya pada zamannya. Dalam bukunya yang berjudul Fusus al-Hikam yang ditulis pada 627 H atau 1229 M tersurat dengan jelas uraian tentang faham Pantheisme (seluruh kosmos adalah Tuhan), terjadinya alam semesta, dan keinsankamilan. Di mana faham ini muncul dan berkembang berdasarkan perenungan fakir filsafat dan zaud (perasaan) tasauf.
Faham ini kemudian berkembang ke luar jazirah Arab, terutama berkembang ke Tanah India yang dipelopori oleh Muhammad Ibn Fadillah, salah seorang tokoh sufi kelahitan Gujarat (…-1629M). Di dalam karangannya, kitab Tuhfah, beliau mengajukan konsep Martabat Tujuh sebagai sarana penelaahan tentang hubungan manusia dengan Tuhannya. Menurut Muhammad Ibn Fadillah, Allah yang bersifat gaib bisa dikenal sesudah bertajjali melalui tujuh martabat atau sebanyak tujuh tingkatan, sehingga tercipta alam semesta dengan segala isinya. Pengertian tajjali berarti kebenaran yang diperlihatkan Allah melalui penyinaran atau penurunan — di mana konsep ini lahir dari suatu ajaran dalam filsafat yang disebut monisme. Yaitu suatu faham yang memandang bahwa alam semesta beserta manusia adalah aspek lahir dari satu hakikat tunggal. Allah Ta’ala.
Dr. Simuh dalam Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita, Suatu Studi Terhadap Serat Wirid Hidayat Jati menyatakan; “Konsep ajaran martabat tujuh mengenai penciptaan alam manusia melalui tajjalinya Tuhan sebanyak tujuh tingkatan jelas tidak bersumber dari Al Qur’an. Sebab dalam Islam tak dikenal konsep bertajjali. Islam mengajarkan tentang proses Tuhan dalam penciptaan makhluknya dengan Alijad Minal Adam, berasal dari tidak ada menjadi ada.”
Baca selebihnya »
April 29, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
artikel |
artikel, opini, serat wirid hidayat jati, sufi, suluk sujinah, Tasawuf |
Tidak ada Komentar
L.S. AHMAD
Martabat Ke dua, Martabat Wahdah
Martabat kedua, dari martabat tujuh adalah al-Wahdah, yaitu al-Ta’ayyun Awal. Tingkat perbedaan pertama, atau awal ada dalam tingkatan ini. Tegasnya mulai adanya batas perbedaan. Tetapi, walau ada tingkat perbedaan awal, namun Zat-Nya masih dalam keadaan universal yang masih menyatu dalam alam ketuhanan-Nya, yang disebut al-Martabah Ilahiyyah.
Hal tersebut di atas diiraikan dalam nukilan terjemahan Suluk Sujinah;
Dan martabat kedua adalah Wahdah. Nama-nama sifat yang awal diuraikan. Awalnya ruh yang akan menguraikan nama-nama roh yang wujudnya masih dalam bentuk hak. Dan Cahaya-Nya dinamakan Nur Muhammadiyah. Wujud ilmu dari nur adalah ibadah pengetahuan yang sejati. Pada tingkatan ini belum dapat diuraikan. Pengetahuan sejatinya adalah dalam tingkatan Wahdat. Namun, Pangeran, Allah dalam wujud yang jamak, namun diri-Nya adalah kehampaan. Tak ada Pangeran selain Allah, ia hanya Allah yang tunggal. Tunggal wujud-Nya. Dia yang memberikan penghidupan. Dia yang menjadikan sesuatu.
Sementara, menurut nukilan terjemahan Serat Wiirid Hidayat Jati;
Nur Muhammad yaitu cahaya yang terpuji. Diceritakan di dalam Hadist; rupanya seperti burung merak yang berada di dalam permata putih, dan berada dalam arah Syajaratul Yakin. Itulah hakikat cahaya yang diakui sebagai tajjalinya zat, berada dalam nukat gaib, merupakan sifat atma yang menjadi tempatnya alam Wahdah.
Sejatinya, ruh adalah pralambang pertama yang mendahului segala penciptaan-Nya. Ruh dalam tingkatan ini bersifat al-Ruh, yaitu ruh yang universal, atau ruh dalam kejamakan-Nya. Tuhan menciptakan hakikat Muhammadiyah ibarat penciptaan-Nya terhadap pena yang Agung, yaitu, al Qalam al-Ala. Dan menurut hadist, pertama kali wujud yang diciptakan Allah adalah ruh.
Di dalam tingkatan ini belum ada penguraian atau pembedaan zat. Zat-Nya adalah sifat kejamakan-Nya. Bahkan dalam ta-Ayyun awal-Nya, dikenal dengan empat hal yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya, yaitu, ilmu, wujud, syuhud dan nur. Keempat hal tersebut merupakan satu kesatuan atau manunggal — karena dari ilmu-Nya, maka, alim dan mak’lum menjadi nyata. Karena wujud, maka, yang mengadakan dan yang diadakan menjadi nyata, dan syuhud, menjadikan yang melihat dan yang dilihat menjadi nyata. Sementara, karena cahaya-Nya, maka, yang menerangkan dan yang diterangkan menjadi nyata.
Baca selebihnya »
April 29, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
artikel |
artikel, opini, serat wirid hidayat jati, sufi, suluk sujinah, Tasawuf |
& Komentar
Peristiwa yang cukup menakutkan dan memilukan ini terjadi di sebuah hotel kelas melati di Jawa Tengah, sekitar pertengahan tahun 90-an. Waktu itu aku bersama 4 orang teman sedang berwisata. Setelah seharian berkeliling melihat obyek wisata, akhirnya kami memutuskan bermalam di sebuah kota. Kami memilih sebuah hotel dan memesan dua kamar.
Setelah mandi dan makan malam, kami mengobrol sambil iseng main kartu dalam salah satu kamar. Menjelang tengah malam, aku memutuskan untuk tidur lebih dahulu.
Sesaat setelah merebahkan tubuh di tempat tidur, aku terkejut mendengar suara tangis bayi yang begitu ramai dan menyayat hati. Aku bangun dan mencoba mencari asal suara, tapi tidak kutemukan. Kembali aku merebahkan badan, namun belum sampai tidur, tangis itu kembali terdengar. Bahkan semakin keras dan ramai, seolah ada lebih dari satu bayi.
Merasa penasaran, aku kembali mencari suara itu dengan melihat jendela dan membuka pintu kamar. Mungkin ada tamu yang anaknya sakit hingga menangis, pikirku. Anehnya, begitu kamar dibuka, suara tangis itu tidak terdengar.
Baca selebihnya »
April 28, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
misteri |
misteri, bayi, seks, hantu, aborsi, zinah |
& Komentar
Di dalam ajaran Taoisme, keseimbangan dalam segala hal sangat dianjurkan, termasuk di dalam bercinta. Karena saat tubuh dalam kondisi seimbang, maka seks lebih menyenangkan dan dapat membuat Anda lebih bisa menikmati.
Untuk mendapatkan kondisi yang seimbang itu, selain harus memperhatikan unsur-unsur yang ada pada diri seseorang, juga harus memperhatikan kondisi alam sekitar. Karena antara manusia dengan alam terkait hubungan yang erat dalam menciptakan kondisi yang diinginkan.
Berikut ini 10 saran yang diajarkan Taoisme, agar kondisi seimbang dapat tercipta dan hubungan seks dapat lebih menyenangkan :
1 . Selaraskan Energi.
Sebelum melakukan hubungan intim, pasangan bercinta di anjurkan untuk terlebih dahulu menyelaraskan energi 48 jam sebelumnya. Sebab seks dimulai 48 jam sebelum terjadinya hubungan intim yang sebenarnya. Energi yang terkumpul saat penyelarasan itulah yang akan diwujudkan saat Anda berada dalam momen yang paling indah.
Penyelarasan energi dapat dilakukan dengan menenangkan diri dari segala gejolak perasaan, menghindari rasa kesal, marah, dan dendam, bersikap peka serta menyelami perasaan pasangan.
2 . Hindari Kondisi Ekstrim.
Jangan melakukan hubungan intim pada saat kondisi ekstrim, seperti terlalu sedih, takut, marah, atau lelah. Karena pada saat seperti itu, energi yang dihabiskan saat bercinta akan mengganggu keseimbangan energi tubuh. Sehingga penyakit yang ringan sekalipun akan dapat mudah menjadi parah.
Baca selebihnya »
April 25, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
sex |
ajaran Taoisme, hubungan intim, seks, Tao |
Tidak ada Komentar
Peristiwa ini berawal tahun 1998, saat usiaku 17 tahun dan masih duduk di bangku di kelas 2 SMA. Ketika itu situasinya sangat rumit, karena kedua orangtuaku bercerai. Padahal aku tidak melihat sesuatu yang prinsipil dalam pertengkaran mereka. Tetapi itulah yang harus kuhadapi. Disaat aku masih membutuhkan kasih sayang, justeru perpecahan yang terjadi.
Pikiranku terasa kalut. Seolah tidak ada lagi pijakan dalam hidupku. Melihat ibuku mengemasi barang-barangnya dan pindah ke tempat nenekku, membuatku menangis. Kesedihan yang akhirnya membawaku ke danau Menjer, Kecamatan Garung, sekitar 10 kilometer arah Utara kota Wonosobo, Jawa Tengah.
Di tepi danau aku duduk merenung memikirkan kemelut keluargaku. Tidak terasa air mataku bercucuran. Aku menangis sekeras-kerasnya, menumpahkan rasa kecewa dan frustasiku. Ketika itu nyaris tidak ada seorangpun di dekat danau. Tidak ada nelayan yang biasa kulihat di antara perahu-perahu yang berjajar rapi. Aku seorang diiri di tepi danau, meski sebenarnya langit masih terang sekitar pukul 3.00 sore.
Dalam kegamangan itu, tanpa sadar aku melangkah ke arah tepi danau. Seolah ada satu kekuatan yang mendorongku untuk menenggelamkan diri ke danau. Namun tiba-tiba saja terdengar suara teguran dari arah belakangku.
“Sebaiknya kamu pulang saja, dik,” katanya. Aku menoleh, ternyata seorang lelaki tua berdiri di dekatku. Ia seperti nelayan, karena kulihat membawa jala.
Seperti tidak peduli dengan kata-katanya, aku tetap saja melangkah mendekati perahu. Tetapi rasa penasaran membuatku kembali menoleh. Aneh, nelayan tadi sudah tidak ada. Aku merasa heran, mengapa dalam sekejap ia menghilang? Kuperhatikan sekeliling, ternyata tidak ada siapapun. Ia benar-benar lenyap.
Baca selebihnya »
April 24, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
misteri |
dewi lanjar, misteri, seks |
1 Komentar
AGUS SISWANTO
Orang tua berkeinginan mempunyai anak unggulan atau memiliki kecerdasan tinggi. Tentunya keunggulan hakiki yang dapat membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Keunggulan atau kecerdasan dipahami melalui kemampuan seseorang menggunakan akal pikirannnya melebihi orang lain. Daya pikirnya menjangkau ke depan hingga sanggup menangkap semua persoalan dan diselesaikan dengan analisis yang tajam. Parameter ini disebut: IQ (Intelligence Quation).
Parameter lainnya adalah: EQ (Emotional Quation) dan SQ (Spiritual Quation). Ketiga parameter tersebut dianggap merupakan keunggulan hakiki atau kecerdasan yang menyelamatkan.
Lantas, bagaimana menciptakan generasi masa depan yang memiliki keunggulan hakiki dan merencanakannya sejak dalam kandungan?
Diperlukan beberapa langkah untuk memiliki anak unggulan, yaitu:
PERTAMA: MASA PERSIAPAN PERSETUBUHAN
-Ruangan kamar. Tempat tidur (seprei, selimut dan pakaian harus bersih dari najis). Sediakan parfum untuk menyegarkan suasana.
-Lampu Kamar. Penerangan sedapat mungkin berasal dari cahaya luar rumah atau cahaya rembulan.
-Makanan. Hindari makanan yang di haramkan dan hindari persetubuhan dalam keadaan lapar atau terlalu kenyang.
-Fisik. Fisik harus sehat, suasana hati tenang dan bahagia. Tidak dalam suasana marah atau sedih. Gunakan selimut untuk menutupi sebagian tubuh.
-Doa Bersetubuh. Awali persetubuhan dengan membaca doa.
-Apabila ingin melakukan persetubuhan kedua, hendaknya membersihkan terlebih dahulu atau berwudhu.
-Waktu. Pilihlah waktu-waktu yang baik menurut kebutuhan. Tetapi sebaiknya jangan bersetubuh pada waktu sepertiga malam. Karena saat itu untuk melakukan shalat tahajjud.
-Apabila menginginkan anak perempuan, maka miring ke kiri. Sedangkan jika menginginkan anak lelaki, miring ke kanan.
Baca selebihnya »
April 21, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
opini |
bersetubuh, opini, anak unggulan, IQ (Intelligence Quation), EQ (Emotional Quation), SQ (Spiritual Quation), bayi, akal, sekolah, sugesti, parameter |
Tidak ada Komentar
Spiritualisme pernah menduduki posisi terendah dalam sains modern. Hal itu karena sains berpijak pada fakta yang terindera dan disahkan oleh rasio (akal). Sedangkan spiritualisme menitik beratkan pada aspek batiniah, sesuatu yang tidak akan pernah terjangkau laboratorium tercanggih manapun. Meski begitu, kini saintis mulai melirik bentuk-bentuk spiritual untuk melengkapi kekurangan pada sains fisis.
Kegagalan saintis menemukan obat HIV/AIDS, terapi paling manjur bagi penderita kecanduan narkoba dan beragam penyakit baik jasmani maupun rohani, mendorong mereka mengkaji secara lebih intensif perilaku spiritual yang nota bene non ilmiah. Begitupun di bidang fisika, terori-teori atau sekedar postulat ilmiah hingga kini masih belum menemukan kesatuan hukum yang lebih niversal.
Sudah bukan rahasia lagi kalau spiritualis (ahli spiritual) tempo dulu dikenal memiliki reputasi tinggi di bidang sains. Misalnya saja hasil karya arsitektur seperti Piramida, Candi Borobudur, Candi Angkor Wat, Taj Mahal, dan masijid-masjid peninggalan para wali. Semuanya menggambarkan betapa arsitek dulu mampu berkarya besar tanpa kehilangan dimensi spiritualnya.
Dalam dunia kedokteran, tabib-tabib Cina dikenal karena kemampuannya meracik obat dari akar tumbuhan. Bahkan bentuk pengobatan akupunktur dan bekam (hijamah) hingga kini masih dijalankan di dunia modern. Umumnya tabib-tabib itu berprofesi pula sebagai spiritualis.
Dunia spiritual yang pernah berjaya membawa bangsa-bangsa tempo dulu mencapai peradaban tinggi, sekarang mendapat perhatian kembali. Salah satu diantaranya adalah: Tasawuf.
Baca selebihnya »
April 3, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
Tasawuf |
artikel, empiri, ilham, intuisi, Islam, opini, paradigma, rasio, renungan, sains, spiritual, Tasawuf, zikir |
& Komentar
Fenomena gaib Kanjeng Ratu Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan sangat terkenal di jagat mistik Nusantara. Beragam versi cerita sudah banyak dikemukakan. Bahkan diangkat ke layar lebar.
Sejumlah saksi yang pernah melihat sosoknya banyak dipaparkan. Tetapi siapakah sebenarnya perempuan yang ditahbiskan sebagai Penguasa Laut Selatan itu? Misteri mencoba menyusuri beberapa informasi yang terkait dengannya.
1. Legenda
Ada 2 versi cerita/legenda mengenai keberadaan Kanjeng Ratu Roro Kidul yaitu: Pertama, cerita tentang Kanjeng Ratu Roro Kidul yang berasal dari manusia, kemudian masuk ke alam gaib (jin).
Dikisahkan bahwa Kanjeng Ratu Roro Kidul adalah puteri seorang raja dari isteri pertama. Suatu ketika terjadi intrik dalam kerajaan yang dipicu oleh kecemburuan isteri-isteri raja yang lebih muda. Akibatnya, Kanjeng Ratu Roro Kidul dan ibunya diserang suatu penyakit aneh (teluh/santet) dan diusir dari kerajaan. Si ibu menemui ajal, sedangkan Roro Kidul mencari kesembuhan dengan berdiam di kawasan pantai selatan. Disini, ia berjumpa dengan jin penguasa laut yang menjanjikan kesembuhan penyakitnya tetapi dengan syarat Roro Kidul harus ikut ke dalam kerajaan lautnya. Roro Kidul menyanggupinya. Selanjutnya, Kanjeng Ratu Roro Kidul diangkat menjadi ratu setelah penguasa sebelumnya meninggal.
Uniknya, asal usul daerah Roro Kidul itu juga beragam. Ada yang mengisahkan, Roro Kidul berasal dari tanah Jawa. Tetapi ada juga cerita Kanjeng Ratu Roro Kidul itu adalah kakak dari Saribu Raja yang merupakan keturunan Raja Batak. Nama asli Kanjeng Ratu Roro Kidul adalah Biding Laut.
Baca selebihnya »
Maret 27, 2008
Ditulis oleh
BaNi MusTajaB |
misteri |
Batak, cerita, jin, legenda, Mataram, misteri, mistik, Nusantara, Penguasa Laut Selatan, Ratu Kidul, Sultan Agung |
& Komentar
Setiap orang yang berbicara tentang tasawuf selalu bertanya: Apa arti tasawuf itu? Dan siapa yang disebut sufi? Tulisan berikut ini akan membeberkannya.
Setiap ungkapan atau pendapat selalu dikaitkan dengan pengalaman orang yang menjalaninya. Berikut adalah ungkapan beberapa orang sufi mengenai pengertian tasawuf secara sekilas.
Ketika Muhammad Al-Jurairy ditanya tentang tasawuf, dia menjelaskan, “Tasawuf berarti memasuki setiap akhlak yang mulia dan keluar dari setiap akhlak yang tercela.”
Al-Junayd ditanya soal tasawuf, dia menjawab, “Tasawuf artinya Allah mematikan dirimu dari dirimu, dan menghidupkan